KONTAN.CO.ID - Simak jadwal dividen interim saham IMPC yang dibagikan pada akhir bulan Oktober 2026. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp273,43 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp5 per saham dengan jadwal pembayaran pada 30 Oktober 2026.
Pembagian dividen tersebut menjadi perhatian investor di tengah pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I 2026.
Emiten yang bergerak di bidang produksi dan distribusi material bangunan berbasis polimer ini mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim Rp595 Miliar, Cek Profil AMRT dan Kinerja Terkini
Jadwal Dividen Interim Saham IMPC Oktober 2026
Berdasarkan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pembagian dividen interim IMPC telah disetujui Dewan Komisaris pada 12 Oktober 2026 dan ditetapkan melalui keputusan Direksi pada 13 Oktober 2026.
Total dividen mencapai Rp273.426.395.500 atau sekitar Rp273,43 miliar. Berikut jadwal pembagian dividen interim IMPC:
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Nilai dividen per saham | Rp5 |
| Total dividen | Rp273,43 miliar |
| Cum dividen pasar reguler dan negosiasi | 21 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar reguler dan negosiasi | 22 Oktober 2026 |
| Cum dividen pasar tunai | 23 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar tunai | 26 Oktober 2026 |
| Recording date | 23 Oktober 2026 |
| Tanggal pembayaran | 30 Oktober 2026 |
Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen karena tanggal tersebut menentukan kesempatan memperoleh hak dividen berdasarkan ketentuan penyelesaian transaksi dan pencatatan pemegang saham.
Investor yang membeli saham setelah melewati tanggal cum dividen di pasar terkait tidak memperoleh hak atas pembagian dividen interim tersebut.
Mengutip data IPOT, harga saham IMPC alami pelemahan Rp1.115/saham atau turun 14,56% sepekan terakhir.
Lantas, bagaimana profil perusahaan, lini bisnis, susunan manajemen, serta kinerja terbaru saham IMPC? Berikut ulasannya.
Baca Juga: AUTO Tebar Dividen Interim Rp349 Miliar, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkini
Profil PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
PT Impack Pratama Industri Tbk merupakan perusahaan manufaktur dan distribusi material bangunan berbasis polimer yang berdiri pada 1981. Perseroan dikenal melalui produk atap berbahan plastik, termasuk atap uPVC dan polikarbonat, serta berbagai material bangunan pendukung.
Salah satu merek unggulannya adalah Alderon, yang dikenal untuk produk atap uPVC. Perseroan juga mengembangkan dan memasarkan merek lain, seperti SolarTuff dan Alsynite, untuk memenuhi kebutuhan pasar material bangunan.
Dalam mengembangkan bisnis, IMPC tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga memperluas jangkauan distribusi ke luar negeri.
Akuisisi Mulford Holdings pada 2024 memperkuat jaringan distribusi perseroan di Australia dan Selandia Baru, sekaligus memperluas akses terhadap pelanggan dan pasar material bangunan internasional.
Lini Bisnis IMPC
Kegiatan usaha IMPC berfokus pada produksi dan distribusi material bangunan berbasis polimer. Berikut beberapa lini bisnis utamanya.
1. Produk atap
Produk atap menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. IMPC memasarkan berbagai jenis atap berbahan polimer melalui merek seperti Alderon, SolarTuff, dan Alsynite.
Alderon menawarkan produk atap uPVC, sedangkan SolarTuff dan Alsynite menyediakan pilihan material atap berbasis polimer untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Pasar atap menjadi salah satu peluang pertumbuhan perusahaan seiring kebutuhan pembangunan, renovasi, serta penggunaan material alternatif untuk bangunan.
2. Material fasad dan bangunan
IMPC juga menyediakan material untuk kebutuhan fasad atau bagian luar bangunan. Produk tersebut melengkapi portofolio material konstruksi perseroan dan memperluas cakupan pasar di luar produk atap.
Baca Juga: GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja
3. Pipa dan material pendukung
Lini bisnis lainnya mencakup produk pipa, utilitas, perekat, serta material berbasis plastik untuk berbagai kebutuhan industri dan konstruksi.
Portofolio tersebut membantu perseroan melayani pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari distributor hingga proyek pembangunan.
4. Distribusi dan ekspansi internasional
Melalui jaringan distribusi dan entitas usaha di berbagai negara, IMPC memperluas pemasaran produk sekaligus memperkuat rantai pasoknya. Akuisisi Mulford Holdings pada 2024 merupakan bagian dari strategi ekspansi tersebut, khususnya di Australia dan Selandia Baru.
5. Produk ramah lingkungan
Perseroan juga mengembangkan peluang usaha pada material bangunan yang memanfaatkan plastik daur ulang. Salah satu inisiatifnya adalah Ecolite, produk atap yang dibuat dari botol PET daur ulang melalui anak usaha Sirkular Karya Indonesia.
Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi produk sekaligus merespons kebutuhan material bangunan yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.
Baca Juga: Impack Pratama (IMPC) Bakal Tebar Dividen Interim Rp 273,42 Miliar, Cek Jadwalnya
Susunan Manajemen IMPC
Berdasarkan profil direksi pada situs resmi perusahaan, berikut sejumlah nama yang tercantum dalam jajaran direksi IMPC.
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Haryanto Tjiptodihardjo | Direktur Utama |
| Lisan | Direktur |
| Lenggana Linggawati | Direktur |
| Janto Salim | Direktur |
| Sugiarto Romeli | Direktur |
| Wira Yuwana | Direktur |
| Phillip Tjipto | Direktur |
Baca Juga: ASGR Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Intip Profil hingga Kinerja Terkininya
Kinerja Keuangan IMPC Terbaru
Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan investor dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan membagikan dividen.
Berdasarkan laporan BEI pada semester I 2026 pada awal Agustus 2026, IMPC mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,47 triliun. Angka tersebut tumbuh 29,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp1,90 triliun.
Laba bersih perseroan mencapai Rp446,5 miliar, meningkat 51% dibandingkan Rp295,6 miliar pada semester I 2025.
Berikut ringkasan kinerjanya:
| Indikator | Semester I 2025 | Semester I 2026 |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp1,90 triliun | Rp2,47 triliun |
| Laba bersih | Rp295,6 miliar | Rp446,5 miliar |
| Laba kotor | Rp734,3 miliar | Rp1,00 triliun |
| EBITDA | Rp431,1 miliar | Rp607,2 miliar |
Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan menunjukkan peningkatan profitabilitas selama periode tersebut.
Namun, investor tetap perlu melihat perkembangan biaya operasional, harga bahan baku, arus kas, dan kebutuhan modal kerja untuk menilai apakah peningkatan tersebut dapat dipertahankan.
Kinerja sepanjang 2025
Pada tahun buku 2025, IMPC membukukan pendapatan sebesar Rp4,27 triliun, meningkat dari Rp3,88 triliun pada 2024. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp620,05 miliar, naik dari Rp539,39 miliar pada tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan dan laba tersebut menunjukkan bahwa perusahaan melanjutkan pertumbuhan bisnisnya. Hasil semester I 2026 juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan masih berlanjut pada paruh pertama tahun berjalan.
Tonton: Prabowo Perintahkan 15.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Serentak Hari Ini, Siapkah di Lapangan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News