KONTAN.CO.ID - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) kembali membagikan dividen interim kepada pemegang saham. Emiten pertambangan batu bara yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas tersebut menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp3,59 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dividen interim tersebut setara dengan Rp611,93 per saham menggunakan kurs Rp17.998 per dolar AS pada 30 September 2026.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 22 Oktober 2026.
Baca Juga: CDIA Segera Bagi Dividen Interim, Intip Profil Emiten & Kinerja Terbaru
Mengutip informasi resmi GEMS, pembagian dividen tersebut dilakukan setelah GEMS mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I/2026, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp3,93 triliun.
Data IPOT ungkap pada perdagangan 1 Oktober 2026, saham GEMS ditutup di level Rp8.075 per saham, naik 11,38% dalam sehari.
Dengan jumlah saham beredar sekitar 5,88 miliar lembar, harga tersebut mencerminkan kapitalisasi pasar sekitar Rp47 triliun.
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.
Baca Juga: ASGR Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Intip Profil hingga Kinerja Terkininya
Profil Golden Energy Mines (GEMS)
Golden Energy Mines merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Perseroan didirikan pada 13 Maret 1997 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 November 2011 dengan kode saham GEMS.
Berdasarkan profil perusahaan, kegiatan usaha GEMS mencakup pertambangan batu bara melalui entitas anak serta perdagangan batu bara. Perseroan memiliki 5,88 miliar saham tercatat dengan nilai nominal Rp100 per saham.
GEMS merupakan bagian dari ekosistem Sinarmas Mining. Setelah serangkaian aksi korporasi pada 2023, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk memiliki 51% saham GEMS, sedangkan Golden Energy and Resources Limited memiliki sekitar 6,99%.
Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim, Cek Profil Emiten PSAB hingga Kinerja Terkini
Lini Bisnis GEMS
Bisnis utama GEMS bertumpu pada kegiatan pertambangan dan perdagangan batu bara. Dalam kegiatan pertambangan, perseroan menjalankan operasi melalui sejumlah entitas anak yang memiliki wilayah konsesi di Sumatra dan Kalimantan.
Per 31 Desember 2025, GEMS memiliki lima kelompok wilayah pertambangan dengan total area sekitar 66.204 hektare dan cadangan batu bara sekitar 844 juta ton.
Wilayah operasional tersebut meliputi:
| Entitas/Kelompok | Wilayah | Luas |
|---|---|---|
| PT Borneo Indobara (BIB) | Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan | 24.100 ha |
| KIM Block | Bungo, Jambi | 2.610 ha |
| PT Barasentosa Lestari (BSL) | Musi Rawas Utara dan Musi Banyuasin, Sumatra Selatan | 23.300 ha |
| PT Trisula Kencana Sakti (TKS) | Barito Utara dan Barito Timur, Kalimantan Tengah | 11.455 ha |
| EMS Group | Sumatra Selatan dan Sumatra Barat | 4.739 ha |
| Total | 66.204 ha |
Selain menambang batu bara, GEMS menjalankan kegiatan perdagangan batu bara secara langsung maupun melalui perantara. Penjualan langsung dilakukan oleh BIB, BSL, serta KIM Block, sedangkan perdagangan tidak langsung dilakukan melalui PT Roundhill Capital Indonesia dan GEMS Trading Resources Pte. Ltd.
Batu bara GEMS dipasarkan ke pelanggan domestik dan internasional. Untuk pasar domestik, pelanggan antara lain mencakup PLN, pembangkit listrik swasta, smelter, serta industri semen dan kertas.
Baca Juga: Segera Tebar Dividen Interim Rp406 per saham, Cek Profil BSSR dan Kinerja Terkini
Kinerja Operasional GEMS
Mengutip data BEI, dari sisi operasional, GEMS juga memiliki skala produksi batu bara yang besar. Sepanjang 2025, perseroan mencatat produksi batu bara sekitar 54,95 juta ton, sedangkan volume penjualan mencapai sekitar 54,16 juta ton.
Pada periode tersebut, pendapatan GEMS mencapai sekitar Rp40 triliun, sementara laba bersih berada di kisaran Rp4,3 triliun berdasarkan nilai tukar yang digunakan dalam laporan keuangan perseroan.
Besarnya volume produksi dan penjualan membuat kinerja GEMS sangat berkaitan dengan kondisi industri batu bara, termasuk harga jual batu bara, volume produksi, biaya operasional, permintaan pasar, serta kondisi pasar ekspor.
Baca Juga: BNGA Segera Tebar Dividen Rp4,06 Triliun, Cek Profil Emiten Perbankan Ini
Dividen Interim GEMS Rp3,59 Triliun
GEMS menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp3,59 triliun. Dengan jumlah saham sekitar 5,88 miliar lembar, dividen tersebut setara dengan sekitar Rp611,93 per saham.
Pembagian dividen dilakukan berdasarkan kinerja keuangan perseroan hingga semester I/2026. Perseroan memiliki laba ditahan dan posisi ekuitas yang mendukung pembagian dividen tersebut.
Berikut jadwal dividen interim GEMS:
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividen pasar reguler dan negosiasi | 8 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar reguler dan negosiasi | 9 Oktober 2026 |
| Cum dividen pasar tunai | 12 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar tunai | 13 Oktober 2026 |
| Recording date | 12 Oktober 2026 |
| Pembayaran dividen | 22 Oktober 2026 |
Dengan demikian, investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan recording date sesuai jadwal yang telah ditetapkan perseroan.
Tonton: Tugas Berat Menanti Wakil Menkeu Baru, Tuntaskan APBN 2026, dan Siapkan 2027
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News