GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:47 WIB
GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja

ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) kembali membagikan dividen interim kepada pemegang saham. Emiten pertambangan batu bara yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas tersebut menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp3,59 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dividen interim tersebut setara dengan Rp611,93 per saham menggunakan kurs Rp17.998 per dolar AS pada 30 September 2026.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 22 Oktober 2026.

Baca Juga: CDIA Segera Bagi Dividen Interim, Intip Profil Emiten & Kinerja Terbaru

Mengutip informasi resmi GEMS, pembagian dividen tersebut dilakukan setelah GEMS mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I/2026, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp3,93 triliun.

Data IPOT ungkap pada perdagangan 1 Oktober 2026, saham GEMS ditutup di level Rp8.075 per saham, naik 11,38% dalam sehari.

Dengan jumlah saham beredar sekitar 5,88 miliar lembar, harga tersebut mencerminkan kapitalisasi pasar sekitar Rp47 triliun.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: ASGR Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Intip Profil hingga Kinerja Terkininya

Profil Golden Energy Mines (GEMS)

Golden Energy Mines merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Perseroan didirikan pada 13 Maret 1997 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 November 2011 dengan kode saham GEMS.

Berdasarkan profil perusahaan, kegiatan usaha GEMS mencakup pertambangan batu bara melalui entitas anak serta perdagangan batu bara. Perseroan memiliki 5,88 miliar saham tercatat dengan nilai nominal Rp100 per saham.

GEMS merupakan bagian dari ekosistem Sinarmas Mining. Setelah serangkaian aksi korporasi pada 2023, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk memiliki 51% saham GEMS, sedangkan Golden Energy and Resources Limited memiliki sekitar 6,99%.

Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim, Cek Profil Emiten PSAB hingga Kinerja Terkini

Lini Bisnis GEMS

Bisnis utama GEMS bertumpu pada kegiatan pertambangan dan perdagangan batu bara. Dalam kegiatan pertambangan, perseroan menjalankan operasi melalui sejumlah entitas anak yang memiliki wilayah konsesi di Sumatra dan Kalimantan.

Per 31 Desember 2025, GEMS memiliki lima kelompok wilayah pertambangan dengan total area sekitar 66.204 hektare dan cadangan batu bara sekitar 844 juta ton.

Wilayah operasional tersebut meliputi:

Entitas/Kelompok Wilayah Luas
PT Borneo Indobara (BIB) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan 24.100 ha
KIM Block Bungo, Jambi 2.610 ha
PT Barasentosa Lestari (BSL) Musi Rawas Utara dan Musi Banyuasin, Sumatra Selatan 23.300 ha
PT Trisula Kencana Sakti (TKS) Barito Utara dan Barito Timur, Kalimantan Tengah 11.455 ha
EMS Group Sumatra Selatan dan Sumatra Barat 4.739 ha
Total   66.204 ha

Selain menambang batu bara, GEMS menjalankan kegiatan perdagangan batu bara secara langsung maupun melalui perantara. Penjualan langsung dilakukan oleh BIB, BSL, serta KIM Block, sedangkan perdagangan tidak langsung dilakukan melalui PT Roundhill Capital Indonesia dan GEMS Trading Resources Pte. Ltd.

Batu bara GEMS dipasarkan ke pelanggan domestik dan internasional. Untuk pasar domestik, pelanggan antara lain mencakup PLN, pembangkit listrik swasta, smelter, serta industri semen dan kertas.

Baca Juga: Segera Tebar Dividen Interim Rp406 per saham, Cek Profil BSSR dan Kinerja Terkini

Kinerja Operasional GEMS

Mengutip data BEI, dari sisi operasional, GEMS juga memiliki skala produksi batu bara yang besar. Sepanjang 2025, perseroan mencatat produksi batu bara sekitar 54,95 juta ton, sedangkan volume penjualan mencapai sekitar 54,16 juta ton.

Pada periode tersebut, pendapatan GEMS mencapai sekitar Rp40 triliun, sementara laba bersih berada di kisaran Rp4,3 triliun berdasarkan nilai tukar yang digunakan dalam laporan keuangan perseroan.

Besarnya volume produksi dan penjualan membuat kinerja GEMS sangat berkaitan dengan kondisi industri batu bara, termasuk harga jual batu bara, volume produksi, biaya operasional, permintaan pasar, serta kondisi pasar ekspor.

Baca Juga: BNGA Segera Tebar Dividen Rp4,06 Triliun, Cek Profil Emiten Perbankan Ini

Dividen Interim GEMS Rp3,59 Triliun

GEMS menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp3,59 triliun. Dengan jumlah saham sekitar 5,88 miliar lembar, dividen tersebut setara dengan sekitar Rp611,93 per saham.

Pembagian dividen dilakukan berdasarkan kinerja keuangan perseroan hingga semester I/2026. Perseroan memiliki laba ditahan dan posisi ekuitas yang mendukung pembagian dividen tersebut.

Berikut jadwal dividen interim GEMS:

Keterangan Tanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 8 Oktober 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 9 Oktober 2026
Cum dividen pasar tunai 12 Oktober 2026
Ex dividen pasar tunai 13 Oktober 2026
Recording date 12 Oktober 2026
Pembayaran dividen 22 Oktober 2026

Dengan demikian, investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan recording date sesuai jadwal yang telah ditetapkan perseroan.

Tonton: Tugas Berat Menanti Wakil Menkeu Baru, Tuntaskan APBN 2026, dan Siapkan 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru