Dividen JSMR Segera Cair Rp1,1 Triliun, Cek Profil Emiten Infrastruktur Ini

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:29 WIB
Dividen JSMR Segera Cair Rp1,1 Triliun, Cek Profil Emiten Infrastruktur Ini

ILUSTRASI. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) (DOK/JSMR)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil JSMR yang menebar dividen hingga Rp1,1 triliun. PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan kode emiten JSMR kembali menjadi sorotan investor setelah memutuskan pembagian dividen jumbo dari laba tahun buku 2025.

Emiten pelat merah pengelola jalan tol terbesar di Indonesia ini membagikan dividen senilai Rp1,1 triliun atau setara 31% dari laba bersih tahun 2025.

Keputusan pembagian dividen tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) JSMR yang digelar pada 20 Mei 2026.

Baca Juga: BNGA Segera Tebar Dividen Rp4,06 Triliun, Cek Profil Emiten Perbankan Ini

Besaran dividen per saham atau dividend per share (DPS) ditetapkan sebesar Rp156,2 per lembar saham. Selain membagikan dividen, saham JSMR juga menarik perhatian karena dinilai sebagai salah satu emiten infrastruktur defensif di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jasa Marga memiliki jaringan jalan tol strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi tulang punggung bisnis perseroan.

Lalu, seperti apa profil JSMR? Cek informasi mengenai lini usaha hingga kinerja terbarunya.

Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini

Profil singkat JSMR

PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol. Perseroan berdiri pada tahun 1978 dan menjadi operator jalan tol pertama di Indonesia.

Saat ini Jasa Marga mengelola berbagai ruas tol utama seperti:

  • Tol Jagorawi
  • Jakarta-Cikampek
  • JORR
  • Trans Jawa
  • Tol Bali Mandara
  • Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi
  • Tol Jogja-Solo

Selain bisnis jalan tol, perseroan juga memiliki lini usaha pendukung seperti:

Lini Usaha Keterangan
Pengusahaan jalan tol Operasional dan pengelolaan ruas tol
Konstruksi jalan tol Pembangunan infrastruktur tol
Rest area dan properti Pengembangan kawasan pendukung jalan tol
Teknologi transportasi Sistem transaksi dan layanan digital tol
Pengembangan bisnis Investasi jalan tol baru dan anak usaha

Pendapatan terbesar JSMR masih berasal dari pendapatan tol yang ditopang meningkatnya volume kendaraan dan penambahan ruas operasional baru.

Baca Juga: Siap Cair Dividen CMRY Rp1,59 Triliun, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terakhirnya

Susunan manajemen terbaru JSMR

Dalam RUPST 2026, Jasa Marga juga melakukan perubahan jajaran direksi dan manajemen perusahaan. Berikut susunan direksi terbaru:

1. Dewan Komisaris JSMR

Nama Jabatan
Juri Ardiantoro Komisaris Utama
Syamsul Bachri Yusuf Komisaris
M Asrorun Ni'am Sholeh Komisaris
Tedi Kurniawan Komisaris Independen
Nachrowi Ramli Komisaris Independen
Rudi Antariksawan Komisaris Independen
Nurul Ghufron Komisaris

2. Direksi JSMR

Nama Jabatan
Rivan A. Purwantono Direktur Utama
Andry Tanudjaja Wakil Direktur Utama
Reza Febriano Direktur Bisnis
Yoga Tri Anggoro Direktur Human Capital dan Transformasi
Pramitha Wulanjani Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Yaya Ruhiya Direktur Layanan
Fitri Wiyanti Direktur Operasi
Ari Respati Direktur Pengembangan Usaha

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Kinerja keuangan JSMR

Melansir laman BEI, kinerja JSMR sepanjang 2025 masih tergolong solid meski laba bersih mengalami tekanan akibat meningkatnya biaya keuangan dan melambatnya pendapatan konstruksi.

Sepanjang tahun 2025, JSMR mencatat:

Pos Keuangan 2025
Pendapatan usaha Rp19,8 triliun
EBITDA Rp13,3 triliun
Core profit Rp3,7 triliun
Dividen Rp1,1 triliun
Dividend payout ratio 31%

Perseroan menyebut EBITDA margin mencapai sekitar 67%, menunjukkan bisnis jalan tol masih menghasilkan arus kas operasional yang kuat.

Sementara itu pada kuartal I 2026, JSMR membukukan laba bersih Rp774,7 miliar. Angka tersebut turun sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp927,5 miliar. Penurunan dipengaruhi kenaikan beban keuangan dan operasional ruas tol baru.

Meski demikian, pendapatan usaha kuartal I 2026 masih tumbuh sekitar 10,4% secara tahunan menjadi Rp5,1 triliun, didorong pertumbuhan pendapatan tol dan bisnis pendukung lainnya.

Tonton: Prabowo Murka! Dirjen Bea Cukai Terancam Dicopot Jika Tak Becus Bereskan Pungli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru