DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Selasa, 19 Mei 2026 | 12:44 WIB
DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

ILUSTRASI. Delta Dunia Makmur, DOID, Batubara (DOK/DOID)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil DOID kembali menjadi perhatian pasar setelah mengumumkan rencana buyback saham pada Mei 2026. Perseroan berencana membeli kembali maksimal 320,76 juta saham atau sekitar 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai buyback tersebut mencapai sekitar Rp104,25 miliar.

Manajemen menyebut pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap hingga paling lambat 24 Juni 2027. Rencana tersebut juga akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 24 Juni 2026.

Sebelumnya, DOID juga cukup aktif melakukan aksi buyback. Pada 2024 lalu, perseroan telah merealisasikan pembelian kembali ratusan juta saham dengan nilai lebih dari Rp145 miliar.

Selain buyback saham, anak usaha DOID yakni BUMA juga pernah melakukan buyback obligasi senior 2026 senilai US$20,43 juta guna memperkuat struktur permodalan dan mengurangi tekanan utang.

Lalu, seperti apa profil dari DOID? Cek penjelasan menarik emiten ini.

Baca Juga: Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Profil DOID

Melansir laman BEI, PT BUMA Internasional Grup Tbk atau DOID merupakan emiten yang bergerak di sektor jasa pertambangan dan kontraktor tambang batu bara. Perseroan kini dikenal menggunakan identitas grup BUMA International Group, seiring ekspansi bisnis ke luar negeri dan diversifikasi ke sektor pertambangan mineral.

DOID menjadi salah satu pemain besar kontraktor tambang di Indonesia melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Perusahaan ini melayani berbagai perusahaan tambang batu bara nasional dengan jasa overburden removal, coal getting, hauling, hingga operasional tambang terpadu.

Selain Indonesia, DOID juga mulai memperluas bisnis ke Australia melalui akuisisi perusahaan tambang dan jasa pertambangan. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar batu bara domestik dan memperluas sumber pendapatan grup.

Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Lini Usaha DOID

Kegiatan usaha utama DOID meliputi:

  • Jasa kontraktor pertambangan batu bara
  • Operasional tambang terpadu
  • Pertambangan batu bara
  • Konsultasi dan teknologi pertambangan
  • Investasi sektor energi dan mineral

Melalui BUMA, perseroan menjadi mitra sejumlah perusahaan tambang besar di Indonesia. Sementara ekspansi internasional dilakukan lewat BUMA Australia dan diversifikasi mineral kritis yang mendukung transisi energi global.

Baca Juga: Profil LPPF: Dividen Rp250 Disetujui, Intip Lini Usaha hingga Kinerja Terbarunya

Manajemen dan Komisaris DOID

Berdasarkan data perusahaan, susunan manajemen DOID antara lain:

1. Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Ronald Sutardja Direktur Utama Ya
Iwan Fuad Salim Direktur Ya
Dian Paramita Direktur Ya

2. Komisaris

Nama Posisi Independen
Ashish Gupta Komisaris Tidak
Hamid Awaludin Komisaris Utama Ya
Nurdin Zainal Komisaris Ya
Dian Sofia Andyasuri Komisaris Tidak

Baca Juga: MAXI Sempat Masuk UMA BEI: Cek Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan DOID

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) membukukan pendapatan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 24,84 triliun, turun 13% secara year on year (YoY) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 28,54 triliun.

Laba kotor DOID juga mengalami penurunan signifikan sebesar 71,9% YoY menjadi Rp 698,2 miliar dari sebelumnya Rp 2,48 triliun pada tahun 2024.

Selanjutnya, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp 2,93 triliun atau turun 42,6% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,10 triliun.

Dari sisi bottom line, DOID membukukan rugi bersih sebesar Rp 1,95 triliun pada tahun 2025. Kerugian tersebut meningkat 95,8% dibandingkan tahun 2024 yang mencatat rugi bersih Rp 996,7 miliar. Dengan demikian, rugi bersih per saham setara Rp 255,01 per lembar saham.

Meski demikian, saham DOID masih menghadapi tantangan dari volatilitas harga batu bara global, biaya operasional tambang, serta sentimen pasar terhadap sektor energi.

Tonton: Putin Menyusul Trump Ke China! Rusia dan China Makin Solid Lawan Dominasi Barat?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru