KONTAN.CO.ID - Simak profil LPPF yang menyetujui dividen Rp250 per saham. Investor retail tengah ramai dengan perbincangan musim pembagian dividen.
Salah satu emiten yang segera membagikan dividen adalah emiten retail LPPF. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp250 per saham.
Besaran dividen tersebut selaras dengan yang diusulkan manajemen sebelumnya. Kini, saham LPPF turun pada sesi 1 hari Kamis (16/4) ke Rp1.920,00 per saham atau turun 20,00 (1,03%).
Lalu, seperti apa profil dari emiten LPPF? Cek lini usaha hingga kinerja keuangan pada tahun 2025.
Baca Juga: Segera Listing di BEI, Cek Profil Saham WBSA dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Profil LPPF
Melansir laman IDX, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) merupakan salah satu emiten ritel terbesar di Indonesia.
Retail ini dikenal sebagai pengelola jaringan department store dengan fokus pada produk fesyen, aksesoris, dan kebutuhan gaya hidup masyarakat kelas menengah.
Perusahaan ini telah lama menjadi pemain utama di industri ritel modern Indonesia dan dikenal aktif membagikan dividen kepada pemegang saham, termasuk rencana pembagian dividen dari laba tahun buku 2025.
Lini Usaha LPPF
Kegiatan usaha utama LPPF berfokus pada sektor ritel modern, dengan beberapa lini bisnis utama sebagai berikut:
- Ritel department store: Menjual produk pakaian pria, wanita, anak-anak, sepatu, kosmetik, dan perlengkapan rumah tangga.
- Penjualan konsinyasi: Bekerja sama dengan berbagai brand lokal dan internasional, di mana produk dijual di gerai Matahari dengan sistem bagi hasil.
- Private label (merek sendiri): LPPF memiliki sejumlah merek internal yang menyasar segmen harga terjangkau hingga menengah.
- Omnichannel dan digital: Pengembangan penjualan melalui platform online untuk mendukung toko fisik.
Pendapatan perusahaan sebagian besar masih ditopang oleh penjualan ritel dan konsinyasi, dengan kontribusi terbesar berasal dari Pulau Jawa.
Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Manajemen dan Struktur Kepemimpinan
Sebagai bagian dari grup ritel besar, LPPF dikelola oleh jajaran manajemen profesional yang bertanggung jawab atas strategi bisnis dan operasional perusahaan.
Secara umum, struktur manajemen terdiri dari:
1. Susunan Direksi
| Nama | Jabatan | Afiliasi |
|---|---|---|
| Bunjamin Jonatan Mailool | Presiden Direktur | Terafiliasi |
| Monish Manohar Masukhani | Wakil Presiden Direktur | Terafiliasi |
| Herni Dian Anggreani | Direktur | Terafiliasi |
2. Susunan Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Status |
|---|---|---|
| Andy Adhiwana | Presiden Komisaris | Non-Independen |
| Adrian Suherman | Komisaris | Non-Independen |
| Bianca Cheo Hui Hsin | Komisaris | Independen |
| Hasan Soedjono | Komisaris | Independen |
Manajemen LPPF dikenal konsisten menjaga kebijakan dividen tinggi sebagai bentuk komitmen kepada investor.
Baca Juga: Cek Profil Emiten TOBA, Lini Usaha, hingga Ekspansi Pengelolaan Limbah Terbaru
Kinerja Keuangan LPPF Tahun 2025
Kinerja LPPF pada tahun 2025 mengalami tekanan seiring melemahnya daya beli masyarakat dan tantangan industri ritel.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan kinerja yang menurun secara tahunan (year on year/YoY) pada 2025.
Pendapatan tercatat sebesar Rp5,78 triliun, turun 9,6% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp6,39 triliun. Laba kotor juga menurun 10,7% menjadi Rp3,81 triliun dari sebelumnya Rp4,27 triliun.
Dari sisi operasional, EBITDA turun 9,2% menjadi Rp1,85 triliun dibandingkan Rp2,04 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih turun lebih dalam sebesar 12,4% menjadi Rp725,4 miliar dari Rp827,7 miliar pada 2024.
Meski demikian, perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas dan arus kas yang cukup stabil.
Tonton: Apindo Ketenagakerjaan RI Masuk Lampu Kuning! 3,5 Juta Pencari Kerja Tiap Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News