KONTAN.CO.ID - Cek porsi kepemilikan Low Tuck Kwong di emiten BYAN. Direktur Utama sekaligus pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Dato' Dr. Low Tuck Kwong, kembali menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang batu bara tersebut pada Mei 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Dato' Dr. Low Tuck Kwong melakukan pembelian sebanyak total 6 juta saham BYAN pada 12 dan 13 Mei 2026 dengan harga Rp 12.000 per saham.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Low Tuck Kwong di BYAN meningkat menjadi 13.412.921.870 saham atau setara 40,24%. Sebelumnya, ia tercatat memiliki 13.406.921.870 saham atau sekitar 40,22%.
Sebelumnya, pada 3 Februari 2026, Low Tuck Kwong juga tercatat membeli 4.000 saham BYAN di harga Rp 15.273 per saham.
Baca Juga: Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara yang Jadi Pahlawan Filantropi Forbes Asia
Profil PT Bayan Resources Tbk
PT Bayan Resources Tbk merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2004. Emiten berkode saham BYAN ini dikenal sebagai perusahaan yang terintegrasi, mulai dari kegiatan penambangan batu bara hingga infrastruktur pendukung logistik.
Perusahaan memiliki sejumlah konsesi tambang batu bara yang tersebar terutama di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Bayan Resources juga mengoperasikan fasilitas pendukung seperti jalan hauling, pelabuhan khusus batu bara, hingga armada pengangkutan untuk menunjang distribusi produksi.
Baca Juga: Pendapatan Batubara Jeblok, Laba BYAN Tahun 2025 Anjlok
Lini Usaha BYAN
Lini usaha utama BYAN meliputi:
- Pertambangan dan produksi batu bara
- Jasa kontraktor pertambangan
- Pengangkutan dan logistik batu bara
- Pengelolaan terminal batu bara dan pelabuhan
- Infrastruktur energi dan pendukung tambang
BYAN dikenal fokus memproduksi batu bara termal dengan kualitas kalori menengah hingga tinggi yang dipasarkan ke berbagai negara, terutama kawasan Asia seperti China, India, Jepang, Filipina, dan negara Asia Tenggara lainnya.
Selain pasar ekspor, perusahaan juga memasok kebutuhan batu bara domestik sesuai ketentuan domestic market obligation (DMO) pemerintah.
Low Tuck Kwong sendiri merupakan salah satu pengusaha tambang paling sukses di Indonesia. Sosok yang dijuluki “raja batu bara” tersebut menjadi figur penting dalam perkembangan Bayan Resources hingga menjadi salah satu emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: Laba Bersih Bayan Resources (BYAN) Turun 16,77% YoY pada 2025
Kinerja keuangan BYAN Terbaru
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja keuangan Bayan Resources sempat melonjak signifikan seiring tingginya harga batu bara global.
BYAN membukukan kinerja keuangan yang menurun pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 3,21 triliun pada periode tiga bulan pertama tahun 2026 atau 3M2026.
Perolehan tersebut turun 11,1% secara year on year (YoY) dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,61 triliun. Dengan capaian itu, laba bersih per saham BYAN tercatat setara Rp 96,53 per lembar.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya Indonesia Akhir November 2025: Prajogo Pangestu Masih Teratas
Penurunan laba bersih terjadi seiring melemahnya pendapatan dan profitabilitas perseroan. Sepanjang kuartal I 2026, pendapatan BYAN tercatat sebesar Rp 13,84 triliun, turun 6,2% YoY dibandingkan realisasi pendapatan kuartal I 2025 sebesar Rp 14,76 triliun.
Dari sisi operasional, laba bruto BYAN turun 14% YoY menjadi Rp 4,49 triliun dari sebelumnya Rp 5,22 triliun. Sementara itu, EBITDA perseroan juga mengalami penurunan 13,3% YoY menjadi Rp 4,63 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,35 triliun.
Secara kuartalan atau quarter to quarter (QoQ), kinerja BYAN juga terkoreksi. Pendapatan turun 17,7%, EBITDA melemah 21,2%, dan laba bersih turun 23,1% dibandingkan posisi kuartal sebelumnya.
Tonton: Noel Meledak di Sidang Korupsi K3: “Saya Menyesal Jadi Wakil Menteri!”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News