Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Jumat, 10 April 2026 | 09:56 WIB
Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

ILUSTRASI. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) (KONTAN/ PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR))


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten VKTR yang pabrikanya diresmikan Presiden Prabowo hari Kamis (9/4). PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) semakin menjadi perhatian publik setelah peresmian pabrik kendaraan listriknya oleh Presiden Prabowo Subianto.

Momentum ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan industri kendaraan listrik nasional yang tengah didorong pemerintah.

Pabrik yang diresmikan tersebut merupakan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial, khususnya bus dan truk listrik. Kehadiran fasilitas ini menandai langkah konkret dalam membangun ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Baca Juga: Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Dengan adanya pabrik ini, VKTR tidak lagi hanya berperan sebagai distributor atau integrator, tetapi juga sebagai produsen yang memiliki kapasitas manufaktur domestik. Hal ini sangat penting dalam memperkuat kemandirian industri otomotif nasional, terutama di sektor kendaraan ramah lingkungan.

Peresmian pabrik ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong transisi energi. Kendaraan listrik dipandang sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini usaha hingga kinerja dari VKTR.

Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Profil VKTR

Melansir laman BEI, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) adalah perusahaan yang bergerak di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), khususnya kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Grup Bakrie dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni 2023 dengan harga IPO Rp100 per saham dan menghimpun dana sekitar Rp875 miliar.

Secara historis, VKTR berdiri pada 2007 sebagai perusahaan distribusi kendaraan dan komponen logam, lalu bertransformasi menjadi pemain kendaraan listrik pada 2022.

Sementara itu, harga saham VKTR kini Jumat (10/4) sesi 1 sentuh 985,00 per saham atau naik 230,00 (30,46%) dalam sepekan.

Baca Juga: Saham PART Meroket 100% Sebulan: Cek Profil dari Lini Bisnis hingga Kinerjanya

Lini Usaha VKTR

Fokus bisnis VKTR saat ini berada pada ekosistem kendaraan listrik terintegrasi, meliputi:

1. Kendaraan listrik komersial

  • Bus listrik (Tidar, Carstenz, Arjuno, Ijen)
  • Truk listrik (Musi, Progo, Kapuas, dll)

2. Manufaktur & karoseri

  • Perakitan kendaraan listrik
  • Produksi bodi kendaraan (karoseri)

3. Komponen & suku cadang EV

  • Produksi dan distribusi komponen kendaraan listrik
  • Anak usaha otomotif dan logam

4. Alat berat listrik

  • Forklift listrik
  • Dump truck listrik
  • Electric loader

5. Ekosistem transportasi listrik

  • Penyewaan kendaraan
  • Dukungan operasional transportasi (misalnya Transjakarta)

VKTR juga menjalin kerja sama dengan perusahaan global seperti Mitsubishi Fuso, Toyota, hingga Komatsu.

Baca Juga: Emiten Terseret Kasus Saham Gorengan, Cek Profil PIPA, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Susunan Manajemen

Struktur manajemen VKTR diisi oleh figur-figur dari Grup Bakrie dan profesional industri:

Komisaris

  • Presiden Komisaris: Anindya Novyan Bakrie
  • Komisaris: The Lord Sarfraz Aamer Ahmad
  • Komisaris Independen: Dino Patti Djalal

Direksi

  • Presiden Direktur: Gilarsi Wahju Setijono
  • Direktur: Achmad Amri Aswono Putro
  • Direktur: Dino Ahmad Ryandi
  • Direktur: Valentinus Bimo Kurniatmoko.

Kinerja keuangan 2025

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan kinerja yang beragam sepanjang tahun 2025. Secara tahunan, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 11,4 miliar, berbalik dari posisi laba Rp 7,6 miliar pada tahun 2024. Dengan demikian, rugi bersih per saham tercatat sekitar Rp 0,26 per lembar.

Meski mengalami rugi bersih, dari sisi operasional kinerja VKTR justru menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan sepanjang 2025 mencapai Rp 1,09 triliun, meningkat 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,00 triliun. Sejalan dengan itu, laba kotor juga naik 10,4% menjadi Rp 196,6 miliar dari Rp 178,1 miliar pada 2024.

Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA VKTR tercatat sebesar Rp 23,0 miliar, tumbuh 19,2% secara tahunan. Secara kuartalan, tren juga menunjukkan perbaikan, di mana laba bersih yang sempat negatif di akhir tahun mencerminkan adanya tekanan biaya atau ekspansi, meskipun pada periode sebelumnya perusahaan masih sempat mencetak laba.

Bagi VKTR, kehadiran pabrik ini menjadi katalis penting dalam memperkuat posisinya sebagai pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia. Kapasitas produksi yang meningkat memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan dalam negeri yang terus tumbuh, terutama dari sektor transportasi publik dan logistik.

Selain itu, peluang untuk mendapatkan kontrak dari pemerintah maupun BUMN semakin terbuka lebar, misalnya dalam pengadaan bus listrik untuk transportasi massal atau kendaraan logistik berbasis listrik. Hal ini berpotensi menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi perusahaan.

Tonton: Nelayan Lombok Temukan Drone Torpedo Diduga Milik China! Ancaman di Jalur Strategis RI?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru