KONTAN.CO.ID - Saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk atau SIMP kembali menjadi perhatian pasar setelah investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat menambah kepemilikan sahamnya di emiten tersebut.
Aksi beli kembali saham SIMP dilakukan setelah sebelumnya Lo Kheng Hong sempat melakukan profit taking pada April 2026. Berdasarkan data terbaru KSEI, kepemilikan Lo Kheng Hong di saham SIMP kembali meningkat menjadi 5,12%.
SIMP sendiri merupakan emiten perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Grup Salim dan menjadi bagian dari rantai bisnis agribisnis milik Indofood.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6,68% Saat Harga Naik
Lo Kheng Hong Kembali Tambah Saham SIMP
Investor yang dikenal dengan strategi value investing tersebut kembali mengoleksi saham SIMP pada Mei 2026 setelah harga sahamnya mengalami koreksi cukup dalam.
Melansir laman BEI, Lo Kheng Hong membeli tambahan saham SIMP sehingga total kepemilikannya naik menjadi sekitar 793,94 juta saham atau setara 5,12% kepemilikan perusahaan.
Sebelumnya, pada April 2026, ia sempat menjual sekitar 8,18 juta saham untuk merealisasikan keuntungan. Aksi beli kembali tersebut membuat pasar kembali menyoroti fundamental dan valuasi saham SIMP yang dinilai murah oleh sebagian investor.
Lalu, seperti apa profil dari emiten ini? Cek profil SIMP hingga kinerja keuangan terbaru.
Baca Juga: Harga Mendaki, Lo Kheng Hong Terus Tambah Koleksi Saham Ini Di Sepanjang 2026
Profil Singkat SIMP
PT Salim Ivomas Pratama Tbk didirikan pada tahun 1992 dan bergerak di sektor agribisnis, khususnya perkebunan kelapa sawit dan produk turunannya.
Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Indofood Agri Resources Ltd dan bagian dari Grup Indofood milik Salim Group. Kantor pusat SIMP berada di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Jakarta.
SIMP melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SIMP.
Baca Juga: Harga Turun 38%, Lo Kheng Hong Borong 793,64 juta saham Grup Salim Ini
Lini Usaha SIMP
Bisnis utama SIMP terbagi dalam dua segmen besar, yakni:
1. Perkebunan (Plantation)
Segmen ini mencakup:
- Budidaya kelapa sawit
- Pengolahan tandan buah segar
- Produksi crude palm oil (CPO)
- Pengembangan tanaman tebu
- Karet
- Kakao
- Kelapa
- Teh dan agroforestry.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Tambah Saham DILD Pekan Ini, Cek Jumlah Kepemilikannya
2. Minyak Goreng dan Lemak Nabati
Segmen ini bergerak dalam:
- Produksi minyak goreng
- Margarin
- Shortening
- Lemak nabati
- Produk turunan sawit lainnya
Beberapa merek terkenal yang diproduksi SIMP antara lain:
- Bimoli
- Palmia
- Delima
- Amanda
- Happy
- Royal Palmia
Produk-produk tersebut dipasarkan di dalam negeri maupun ekspor ke berbagai negara.
Struktur Kepemilikan Saham
Mayoritas saham SIMP masih dikuasai Grup Indofood melalui:
- Indofood Agri Resources Ltd
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Sementara itu, Lo Kheng Hong menjadi salah satu investor individu besar di saham SIMP setelah kepemilikannya kembali naik di atas 5%.
Baca Juga: Pasar Bergejolak, Investor Kakap Termasuk Lo Kheng Hong Borong Saham Ini
Kinerja Keuangan SIMP
Secara fundamental, SIMP mencatat pertumbuhan kinerja cukup kuat sepanjang 2025. Berikut gambaran kinerja SIMP:
| Keterangan | 2025 |
|---|---|
| Pendapatan | Rp 21,06 triliun |
| Pertumbuhan pendapatan | 31,87% |
| Laba bersih | Rp 2,07 triliun |
| Pertumbuhan laba | 33,42% |
Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan bisnis perkebunan dan produk minyak nabati.
Pada kuartal I 2026, pendapatan SIMP juga masih tumbuh sekitar 16,32% secara tahunan menjadi Rp 4,87 triliun.
Valuasi Saham SIMP
Saham SIMP sempat mengalami kenaikan signifikan pada awal 2026 sebelum akhirnya terkoreksi tajam.
Meski begitu, valuasi SIMP masih tergolong murah dengan:
- PER sekitar 4 kali
- PBV sekitar 0,4 kali
Angka tersebut membuat saham SIMP dinilai menarik oleh investor value seperti Lo Kheng Hong.
Tonton: DSI Resmi Jadi BUMN! Rekrut Profesional dan Pegang Kendali Ekspor SDA RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News