IPO Saham JELI: Langsung ARA dan Antrean Capai 2,7 Juta Lot, Cek Profil Emiten Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:00 WIB
IPO Saham JELI: Langsung ARA dan Antrean Capai 2,7 Juta Lot, Cek Profil Emiten Ini

ILUSTRASI. IHSG Anjlok (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Periksa profil saham JELI yang resmi melantai di BEI. Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru dari sektor makanan dan minuman, yaitu PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI.

Awalnya, JELI menawarkan sebanyak 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran berada pada kisaran Rp900-Rp1.120 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp392 miliar.

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

IPO Langsung ARA

Per Selasa, 7 Juli 2026, saham JELI alami kenaikan Auto Reject Atas (ARA) atau naik Rp225, sehingga kini menyentuh Rp1.125 atau naik 25.00%.

Pantauan data antrean pembelian di IPOT, saham JELI pada sesi 1 ini mencapai 2,7 juta lot dengan harga Rp1.125 (pukul 09.30 WIB).

Lalu, seperti apa profil dari emiten ini? Cek informasi menarik mengenai JELI.

Baca Juga: Dividen Jumbo INDF Segera Cum Date, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Profil Singkat JELI

Mengutip laman BEI, PT Niramas Utama berdiri pada tahun 1990 dan dikenal sebagai produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek utama INACO.

Selama lebih dari 35 tahun, perusahaan berkembang menjadi salah satu pemimpin pasar produk nata de coco dan makanan penutup berbasis serat alami di Indonesia.

Perseroan memiliki fasilitas produksi di Bekasi, Jawa Barat, dan jaringan distribusi yang menjangkau seluruh Indonesia serta berbagai negara tujuan ekspor.

Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini

Lini Usaha JELI

Mengutip laman Inaco, JELI bergerak di industri makanan dan minuman olahan berbasis kelapa, nata de coco, jelly, dan dessert. Produk utama yang dipasarkan antara lain:

1. Nata de Coco

Produk unggulan yang menjadi identitas utama merek Inaco.

Varian yang dipasarkan mencakup Nata de Coco original, Nata de Coco berbagai rasa buah, dan Produk campuran buah dan nata

2. Jelly dan Mini Jelly

Segmen ini menjadi salah satu kontributor penting penjualan Perseroan. Produk meliputi Mini jelly cup, Jelly drink, dan Jelly snack

3. Puding Siap Santap

Perseroan juga memproduksi berbagai varian puding dalam kemasan yang dipasarkan melalui jaringan ritel modern maupun tradisional.

4. Minuman Siap Minum

Beberapa produk minuman yang dikembangkan antara lain I'm Coco, Jelly Drink, dan Minuman berbasis kelapa

5. Produk Berbasis Bahan Alami

Perseroan juga mengembangkan produk berbahan Aloe vera, Konnyaku, dan serat alami lainnya

Fokus ini sejalan dengan tren konsumsi makanan sehat yang terus meningkat di kalangan generasi muda dan konsumen global.

Baca Juga: Saham ENZO Meroket 56% Sepekan: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbaru Q1 2026

Jaringan Distribusi dan Ekspor

Salah satu kekuatan JELI berada pada jaringan distribusinya yang luas. Perseroan memiliki sekitar 251 titik distribusi domestik yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Selain pasar dalam negeri, produk Inaco telah diekspor ke berbagai negara Jepang, China, India, Thailand, hingga  Amerika Serikat

Pada tahun 2026, Perseroan juga menargetkan perluasan pasar ke kawasan Afrika dan Eropa.

Baca Juga: MAXI Sempat Masuk UMA BEI: Cek Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan Terbaru

Data IPO pada laman BEI, JELI mencatat pertumbuhan laba yang sangat signifikan sepanjang tahun buku 2025. JELI membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar, turun 4,5% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp788,43 miliar.

Meski demikian, perusahaan berhasil meningkatkan profitabilitas berkat efisiensi biaya produksi dan penurunan beban keuangan.

Laba bruto naik menjadi Rp290,78 miliar dari Rp259,61 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih melonjak 219,7% secara tahunan (year on year) menjadi Rp39,36 miliar, dibandingkan Rp12,31 miliar pada tahun 2024.

Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp552,11 miliar dari Rp522,60 miliar pada tahun 2024. Adapun ekuitas naik 22,8% menjadi Rp145,52 miliar, didorong oleh peningkatan saldo laba yang mencapai Rp52,62 miliar.

Tonton: Masih Ada 10.068 Lokasi Belum Berlistrik, Ini Strategi Pemerintah Kejar Target 2029

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru