KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten TAXI yang ramai diperbincangkan investor retail. PT Express Transindo Utama Tbk (BEI: TAXI) merupakan perusahaan transportasi yang dikenal sebagai operator layanan taksi Express Group.
Perseroan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2 November 2012 dengan kode saham TAXI.
Melalui laman resminya, TAXI per awal Juli 2026 mengakhiri kerja sama operasional dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (anak usaha GOTO) melalui anak usahanya, PT Express Partner Solusi (EPS).
Baca Juga: PANS Cum Dividen Yield 13% Senin (29/6): Cek Profil dan Kinerja Emiten Ini
Kerja sama tersebut sebelumnya dijalankan untuk mendukung layanan transportasi berbasis aplikasi, termasuk penyediaan armada taksi yang terintegrasi dengan platform Gojek.
Pengakhiran kerja sama tersebut dilakukan setelah kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang perjanjian yang telah berakhir.
Pada Senin (6/7), saham TAXI masih berada di harga Rp13 per saham. Lalu, seperti apa profil emiten TAXI ini? Cek informasi menarik selengkapnya.
Baca Juga: Dividen Cum Date Total Rp1,27 triliun, Cek Profil Lengkap Emiten BNLI dan Kinerjanya
Profil Singkat TAXI
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Express Transindo Utama Tbk |
| Kode Saham | TAXI |
| Tahun Berdiri | 1989 |
| Tercatat di BEI | 2 November 2012 |
| Sektor | Industrials |
| Subsektor | Transportation & Logistics |
| Kantor Pusat | Jakarta |
Baca Juga: Saham PZZA Akan Beri Dividen Rp5 Miliar: Cek Profil dan Kinerja Emiten Ini
Lini Usaha
Awalnya, Express Group berfokus pada jasa transportasi penumpang menggunakan armada taksi. Namun, seiring perubahan tren industri, perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha.
Beberapa lini usaha TAXI meliputi:
- Layanan taksi reguler (Express Taxi).
- Penyewaan kendaraan (rental).
- Pengelolaan armada transportasi.
- Jasa transportasi korporasi.
- Kerja sama operasional transportasi.
- Pengembangan aset dan optimalisasi properti yang dimiliki perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan lebih banyak berfokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi aset dibandingkan ekspansi armada baru.
Kinerja Keuangan TAXI
Secara tahunan (year on year), pendapatan TAXI melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 2,3 miliar dari sebelumnya Rp 0,7 miliar.
Melansir laporan BEI, perseroan juga berhasil membalikkan laba kotor menjadi positif sebesar Rp 600 juta dibandingkan rugi kotor Rp 1 miliar pada kuartal I 2025.
Perbaikan operasional tersebut turut menekan rugi EBITDA menjadi sekitar Rp 200 juta dari sebelumnya Rp 1 miliar, sehingga rugi bersih menyusut 83,1% YoY menjadi Rp 322,6 juta.
Demikian informasi profil emiten TAXI yang ramai diperbincangkan investor retail.
Tonton: Pertamina Lakukan Merger Besar-Besaran, 31 Entitas Ditata Ulang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News