Dividen Cum Date Total Rp1,27 triliun, Cek Profil Lengkap Emiten BNLI dan Kinerjanya

Rabu, 15 April 2026 | 09:53 WIB
Dividen Cum Date Total Rp1,27 triliun, Cek Profil Lengkap Emiten BNLI dan Kinerjanya

ILUSTRASI. Konsep Model Branch kantor cabang Bank Permata (Dok/PermataBank)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten BNLI yang cum date dividen pekan ini. Sebagai salah satu bank swasta nasional yang terus menunjukkan kinerja stabil, PT Bank Permata Tbk (BNLI) kembali menarik perhatian investor melalui aksi korporasi pembagian dividen.

Bank yang didukung oleh Bangkok Bank ini tidak hanya fokus pada penguatan bisnis ritel, UKM, dan korporasi, tetapi juga konsisten memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Hal ini tercermin dari keputusan perseroan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp35 per saham atau dengan total mencapai sekitar Rp1,27 triliun, seiring dengan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang tahun buku terakhir.

Saat ini harga saham BNLI mencapai Rp 3.480,00/saham atau +Rp50,00 (1,46%) pada perdagangan hari ini Rabu (15/4). Sementara itu, dalam 5 hari terakhir saham BNLI telah naik Rp500.

Lalu, seperti apa profil dari emiten BNLI? Cek lini usaha hingga kinerja sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Teken Kontrak Rp10,83 T, Cek Profil Emiten PMJS yang Meroket 50% dalam Sepekan

Profil BNLI

PT Bank Permata Tbk merupakan salah satu bank swasta nasional di Indonesia yang bergerak di bidang jasa keuangan dan perbankan.

Didirikan pada tahun 2002 melalui penggabungan beberapa bank, Bank Permata kini menjadi bagian dari Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.

Bank ini tidak hanya fokus pada penguatan bisnis ritel, UKM, dan korporasi, tetapi juga konsisten memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Perbankan ini juga tumbuh dengan membuat fasilitas digital banking semakin terjangkau oleh nasabah.

Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini

Lini Usaha

Kegiatan usaha Bank Permata terbagi dalam beberapa segmen utama, yaitu:

1. Perbankan Ritel

Melayani nasabah individu melalui produk tabungan, deposito, kartu kredit, serta pinjaman konsumtif seperti KPR dan kredit kendaraan.

2. Perbankan UKM (SME Banking)

Menyasar pelaku usaha kecil dan menengah dengan layanan pembiayaan, modal kerja, serta solusi transaksi bisnis.

3. Perbankan Korporasi dan Komersial

Memberikan pembiayaan skala besar, termasuk kredit investasi, trade finance, serta layanan treasury bagi perusahaan.

4. Digital Banking

Bank Permata terus mengembangkan layanan digital seperti mobile banking dan internet banking untuk meningkatkan efisiensi serta menjangkau lebih banyak nasabah.

Baca Juga: Saham WMUU Gocap Jadi Rp 90: Cek Profil Emiten hingga Aksi Korporasi Terbaru

Susunan Manajemen

Berikut susunan manajemen dari emiten BNLI dilansir dari laman IDX.

Direksi

Nama Jabatan Terafiliasi
Meliza Musa Rusli Direktur Utama Ya
Dhien Tjahajani Direktur Ya
Dayan Sadikin Direktur Ya
Setiatno Budiman Direktur Ya
Rudy Basyir Ahmad Direktur Ya
Eddie Sajoga Direktur Ya
Evi Direktur Ya
Ahmad Mikail Madjid Direktur Ya

Dewan Komisaris

Nama Jabatan Independen
Chartsiri Sophonpanich Komisaris Utama Tidak
Chong Toh Komisaris Tidak
Niramarn Laisathit Komisaris Tidak
Haryanto Sahari Komisaris Ya
Yap Tjay Soen Komisaris Ya
Goei Siauw Hong Komisaris Ya
Chalit Tayjasanant Komisaris Tidak
Riswinandi Komisaris Ya

Baca Juga: Saham COCO Segera Rights Issue, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan 2025

PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatat kinerja keuangan yang relatif stabil pada tahun 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,59 triliun, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,57 triliun, atau tumbuh sekitar 0,6% secara tahunan (YoY). Laba bersih per saham tercatat sebesar Rp100,16 per lembar.

Dari sisi pendapatan (revenue), BNLI membukukan Rp17,03 triliun pada 2025, turun tipis 1,0% dibandingkan Rp17,21 triliun pada 2024.

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp12,99 triliun, meningkat 4,3% dari Rp12,45 triliun pada tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik meskipun pendapatan relatif stagnan.

Tonton: Indonesia Gandeng Rusia! Pasokan Minyak & LPG Segera Masuk?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru