KONTAN.CO.ID - Saham SUPA kembali menjadi sorotan pasar setelah perusahaan teknologi transportasi dan layanan digital Grab Holdings Limited menambah investasi di perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi terbaru, Grab menambah investasi sebesar US$ 6,4 juta di SUPA. Dengan tambahan investasi tersebut, kepemilikan Grab di SUPA meningkat menjadi 16,14%.
Langkah ini menunjukkan adanya pembelian lewat A5-DB Holdings Pte. Ltd per Senin (25/5).
Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini
SUPA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang transportasi dan teknologi digital. Perseroan memiliki sejumlah lini usaha yang berkaitan dengan solusi transportasi, layanan pengemudi, pengelolaan armada, hingga pengembangan platform digital pendukung mobilitas.
Perusahaan ini juga dikenal sebagai salah satu mitra strategis yang mendukung operasional layanan transportasi berbasis aplikasi.
Kehadiran investor strategis seperti Grab dinilai dapat memperkuat ekspansi bisnis serta pengembangan teknologi perseroan ke depan.
Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Profil PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA)
PT Super Bank Indonesia Tbk merupakan bank digital yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Fama International. Perseroan kemudian melakukan transformasi bisnis menjadi bank digital dengan dukungan sejumlah investor strategis teknologi dan finansial.
SUPA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2025 dan menjadi salah satu emiten bank digital yang menarik perhatian pasar.
Bank digital ini didukung ekosistem teknologi besar, termasuk Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS Bank. Dukungan investor strategis tersebut dinilai menjadi modal penting bagi SUPA untuk memperluas layanan digital banking di Indonesia
Baca Juga: Dividen JSMR Segera Cair Rp1,1 Triliun, Cek Profil Emiten Infrastruktur Ini
Struktur Kepemilikan SUPA
Sejumlah pemegang saham besar SUPA berasal dari perusahaan teknologi dan investasi regional. Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham, pemegang saham strategis SUPA antara lain:
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Maret 2026 dengan biro administrasi efek PT Bima Registra.
Berikut rincian pemegang saham SUPA per 31 Maret 2026:
| Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase Saham | Perubahan Saham | Perubahan Persentase |
|---|---|---|---|---|
| Elang Media | 9.354.117.559 | 27,596% | 0 | 0,00% |
| Kudo Teknologi | 5.650.340.722 | 16,669% | 0 | 0,00% |
| A5-DB Holdings | 5.405.594.120 | 15,947% | +71.300.000 | +0,210% |
| KakaoBank Corp | 2.934.040.535 | 8,656% | 0 | 0,00% |
| SAI (Singtel Alpha) | 2.493.833.503 | 7,357% | 0 | 0,00% |
| GXS (GXS Bank Pte) | 3.538.848.642 | 10,440% | 0 | 0,00% |
| Publik - Non Warkat | 4.520.242.569 | 13,335% | -71.300.000 | -0,210% |
Baca Juga: Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan
Sementara itu, jumlah pemegang saham SUPA mengalami penurunan pada Maret 2026.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah Pemegang Saham Bulan Sebelumnya | 117.138 |
| Jumlah Pemegang Saham Bulan Sekarang | 107.501 |
| Perubahan | -9.637 |
Kinerja Perusahaan
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba bersih pada kuartal I 2026 sebesar Rp 78,2 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara Rp 2,33 per lembar saham.
Pada periode yang sama, SUPA mencatat pendapatan sebesar Rp 724,6 miliar dan laba kotor Rp 503,3 miliar. Sementara itu, EBITDA perseroan tercatat mencapai Rp 118,5 miliar.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 SUPA membukukan pendapatan Rp 2,2 triliun, laba kotor Rp 1,6 triliun, EBITDA Rp 197 miliar, serta laba bersih Rp 99,7 miliar.
Tonton: Sapi Kurban Prabowo Rp 100 Miliar dari APBN! Menkeu Mengaku Tak Tahu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News