KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten BBTN yang menjadi sorotan investor. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) merupakan salah satu bank milik negara (BUMN) yang dikenal sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.
Perseroan memiliki peran strategis dalam mendukung program kepemilikan rumah masyarakat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik subsidi maupun nonsubsidi. Selain itu, BTN juga terus mengembangkan layanan perbankan digital dan memperluas portofolio bisnis untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang.
Kini, saham BBTN telah alami kenaikan 5-6% sepekan ke Rp1.260, meskipun pada sesi 1 perdagangan hari Selasa (21/7) alami pelemahan tipis 0,40%.
Lalu, seperti apa profil emiten BBTN? Cek informasi menarik terkait pembaruan informasi kinerjanya.
Baca Juga: RMKE Segera Stock Split 1:5 pada Jumat (17/7): Intip Profil hingga Kinerja Sahamnya
Lini Usaha
Melansir laman BEI, BBTN memiliki sejumlah lini bisnis utama yang saling mendukung, yaitu:
1. Pembiayaan Perumahan
Segmen utama Perseroan meliputi:
- Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.
- Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi.
- Kredit konstruksi bagi pengembang.
- Kredit renovasi rumah.
- Kredit multiguna berbasis properti.
2. Perbankan Ritel
BBTN juga menyediakan berbagai layanan bagi nasabah individu, seperti:
- Tabungan.
- Giro.
- Deposito.
- Kartu debit.
- Mobile Banking dan Internet Banking.
- Pembayaran tagihan.
Baca Juga: Emiten Ini Masuk Radar UMA BEI Pekan Ketiga Juli 2026: Ada Saham ATAP dan PRDL
3. Perbankan Komersial dan Korporasi
Layanan bagi pelaku usaha mencakup:
- Kredit modal kerja.
- Kredit investasi.
- Cash management.
- Trade finance.
- Treasury.
4. Digital Banking
Melalui transformasi digital, BTN mengembangkan:
- BTN Mobile.
- BTN Prioritas.
- Ekosistem digital properti.
- Integrasi layanan pembayaran digital.
Baca Juga: Saham OASA Menghijau Sepekan Terakhir, Cek Profil hingga Aksi Korporasi Terbaru
Kinerja Keuangan Semester I (Q2) 2026
Pada Semester I 2026, BBTN membukukan pertumbuhan kinerja yang tetap solid di tengah dinamika suku bunga dan persaingan industri perbankan.
Mengutip data BEI, BBTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,40 triliun pada Semester I (Quarter 2) 2026, meningkat 40,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp1,71 triliun.
Dengan capaian tersebut, laba bersih per saham (EPS) tercatat sebesar Rp172,89 per lembar.
Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan EBITDA yang melonjak 37,8% secara tahunan menjadi Rp3,44 triliun, meskipun pendapatan turun 10,7% YoY menjadi Rp18,19 triliun dan laba kotor terkoreksi 6,7% YoY menjadi Rp10,36 triliun.
Secara kuartalan, BBTN juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan laba bersih naik 116,6% dari Rp1,11 triliun pada kuartal I 2026 menjadi Rp2,40 triliun pada Semester I 2026.
Tonton: Transaksi Koperasi Desa Merah Putih Tembus Rp56,69 Miliar, Tapi Masih Bergantung Barang Subsidi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News