Masuk Radar UMA, Cek Profil Emiten AYAM, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:27 WIB
Masuk Radar UMA, Cek Profil Emiten AYAM, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

ILUSTRASI. PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) (Dok/AYAM)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Saham PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) menjadi perhatian pasar pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham AYAM dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA).

Dalam pengumuman 24 Agustus 2026, BEI menyatakan sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut setelah terjadi pergerakan harga dan aktivitas perdagangan yang dinilai tidak biasa.

BEI menegaskan bahwa masuknya saham AYAM dalam pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal.

Baca Juga: Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya

Investor diminta memperhatikan keterbukaan informasi dari perseroan dan mencermati kinerja serta rencana aksi korporasi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Sementara itu, pada pembukaan sesi 1 Rabu (26/8), saham AYAM dibuka memerah 2,09% (-10) ke level Rp468/saham (data pukul 09.15 WIB).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: Intip 5 Saham Suspensi BEI per 19 Agustus 2026: Terbaru Ada WIKA

Profil Emiten AYAM

PT Janu Putra Sejahtera Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam terintegrasi. Perseroan didirikan pada 27 Desember 2007 dan mulai mengembangkan bisnis peternakan serta pembibitan secara bertahap.

Perusahaan memiliki sejumlah kegiatan usaha yang mencakup pembibitan ayam, peternakan broiler, peternakan ayam petelur, penetasan telur, hingga rumah potong ayam. Situs resmi perseroan juga mencantumkan produk berupa DOC final stock, ayam broiler hidup, telur komersial, serta produk hasil rumah potong ayam.

AYAM tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 30 November 2023 dan saat ini berada di papan pengembangan. Perseroan memiliki sekitar 4 miliar saham beredar.

Baca Juga: Ada 3 Emiten Masuk Daftar Suspensi BEI Pekan Kedua Agustus 2026

Lini Usaha AYAM

Bisnis Janu Putra Sejahtera dapat digambarkan sebagai rantai usaha unggas yang terintegrasi, mulai dari pembibitan sampai produk ayam. Beberapa lini usaha utamanya meliputi:

  • Parent Stock, yakni peternakan ayam pembibit.
  • DOC Final Stock, berupa bibit ayam yang nantinya dikembangkan menjadi ayam broiler.
  • Peternakan broiler, menghasilkan ayam hidup komersial.
  • Peternakan layer, menghasilkan telur konsumsi.
  • Penetasan telur, untuk menghasilkan DOC.
  • Rumah Potong Ayam (RPA) dan produk ayam yang telah diproses.
  • Cold storage, yang mendukung kegiatan pengolahan dan penyimpanan produk.

Perseroan memiliki fasilitas usaha di sejumlah wilayah seperti Gunungkidul dan Purbalingga untuk pembibitan, serta Karanganyar, Kebumen, Sleman dan wilayah lainnya untuk kegiatan peternakan.

Baca Juga: Akuisisi oleh Korporasi China Jadi Sorotan, Intip Profil EKAD hingga Kinerja Terbaru

Manajemen AYAM

Berdasarkan informasi perusahaan, struktur manajemen AYAM dipimpin oleh jajaran komisaris dan direksi. Situs resmi perseroan mencantumkan Singgih Januatmoko sebagai Komisaris Utama.

Untuk penulisan artikel profil emiten, susunan manajemen terbaru sebaiknya mengacu pada hasil RUPST 30 Juli 2026 yang telah dipublikasikan perseroan.

Jabatan Nama
Komisaris Utama Singgih Januatmoko
Komisaris Arsad Idrus
Direktur Utama Drh. Sri Mulyani
Direktur Fadhl Muhammad Firdaus

Data struktur manajemen tersebut juga tercantum dalam profil perusahaan AYAM yang tersedia di sumber pasar modal.

Baca Juga: Saham GIAA Melesat, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbarunya

Kinerja AYAM Semester I 2026

Merangkum data BEI, AYAM mencatat perkembangan positif pada semester pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan 6M26, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp129,9 miliar, turun dibandingkan Rp184,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, penurunan pendapatan tersebut diikuti dengan peningkatan laba. Laba bersih AYAM pada kuartal II 2026 mencapai Rp2,7 miliar, naik dibandingkan Rp1,2 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Berikut ringkasannya:

Kinerja 6M 2026 6M 2025 Perubahan
Pendapatan Rp129,9 miliar Rp184,3 miliar -29,5%
Laba kotor Rp10,1 miliar Rp6,9 miliar +46,4%
EBITDA Rp6,0 miliar Rp1,5 miliar +300%
Laba bersih Rp2,7 miliar Rp1,2 miliar +125%

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun penjualan mengalami kontraksi, profitabilitas AYAM justru membaik. Margin laba kotor tercatat 7,8%, EBITDA margin 4,8%, sedangkan net margin berada di 2,1%.

Pada neraca, total aset perseroan mencapai sekitar Rp516,9 miliar, dengan total ekuitas Rp211,5 miliar. Utang jangka pendek tercatat Rp6,9 miliar dan utang jangka panjang Rp8,8 miliar.

Tonton: Prabowo Kerahkan 1.000 Perwira TNI-Polri Tangani Karhutla Sumsel, Titik Panas Harus Gerak Cepat!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru