KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten EKAD yang ramai dengan kabar pengambilalihan saham. PT Ekadharma International Tbk dengan kode EKAD menjadi salah satu saham yang menarik perhatian investor pada perdagangan Agustus 2026.
Pergerakan saham EKAD menguat tajam setelah muncul kabar mengenai rencana masuknya investor strategis asal China yang berpotensi mengambil alih 51% saham perseroan.
Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (12/8/2026), saham EKAD sudah melesat hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) di level Rp240 per saham, naik 34,83%. Kenaikan tersebut terjadi setelah perseroan mengumumkan rencana penjualan 51% saham kepada Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd.
Berikut profil lengkap saham EKAD, termasuk kinerja harga saham, lini bisnis, manajemen dan kinerja keuangan terbaru.
Baca Juga: Laba GOTO Rp607,5 Miliar Semester I-2026, Intip Profil Emiten hingga Data Keuangan
Kinerja Saham EKAD 13 Agustus 2026
Pergerakan saham EKAD pada 13 Agustus 2026 menjadi perhatian pasar karena sebelumnya saham ini telah mengalami lonjakan signifikan.
Melansir data IPOT, pada Rabu, 12 Agustus 2026, EKAD ditutup di Rp240 per saham setelah mengalami kenaikan 34,83% dan menyentuh ARA. Kenaikan tersebut berkaitan erat dengan keterbukaan informasi mengenai rencana transaksi saham oleh pemegang saham pengendali.
Adapun pada 13 Agustus 2026, sentimen terhadap EKAD masih berasal dari rencana perubahan kepemilikan tersebut. PT Ekadharma Inti Perkasa sebagai pemegang saham mayoritas telah menandatangani Letter of Intent (LoI) for Equity Acquisition dengan Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd.
Dengan demikian, investor perlu membedakan antara LoI dan transaksi akuisisi yang telah selesai. LoI merupakan tahap awal kesepakatan dan masih terdapat proses serta persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum transaksi benar-benar terlaksana.
Baca Juga: Saham GIAA Melesat, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbarunya
Rencana Investor China Ambil 51% Saham EKAD
Faktor utama yang membuat EKAD menjadi perhatian pasar adalah rencana pelepasan saham pengendali kepada investor asal China.
PT Ekadharma Inti Perkasa disebut telah menandatangani LoI dengan Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. untuk transaksi pengambilalihan saham. Porsi yang direncanakan mencapai 51% saham EKAD.
Rencana tersebut berpotensi mengubah struktur pengendalian EKAD apabila transaksi akhirnya terealisasi. Namun, investor tetap perlu menunggu perkembangan transaksi, termasuk pemenuhan persyaratan dan informasi resmi berikutnya dari perseroan.
Baca Juga: Siap Cair Dividen CMRY Rp1,59 Triliun, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terakhirnya
Profil dan Lini Usaha EKAD
PT Ekadharma International Tbk merupakan perusahaan yang bergerak terutama di bidang manufaktur pita perekat atau adhesive tape.
Perusahaan telah beroperasi di Indonesia sejak 1981. Ekadharma mulai masuk ke industri pita perekat pada 1983 dan kemudian mengembangkan produksi serta jaringan distribusinya. Perseroan tercatat di bursa sejak 1990.
Salah satu merek utama yang dimiliki perseroan adalah Daimaru. Produk EKAD digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengemasan hingga kebutuhan industri.
Beberapa lini produk yang dikembangkan antara lain:
- OPP tape;
- masking tape;
- PVC electrical insulation tape;
- printed tape;
- custom tape;
- produk perekat untuk kebutuhan industri;
- serta sejumlah produk pendukung lainnya.
Sebagai contoh, Daimaru OPP Tape digunakan untuk kebutuhan pengepakan kardus dan dapat diaplikasikan pada berbagai permukaan seperti karton, kertas, besi, kayu dan plastik.
Ekadharma juga mempunyai jaringan distribusi yang luas. Perusahaan menyebut telah mengoperasikan 48 cabang dan stock point di Indonesia. Perseroan juga mempunyai anak usaha Visko Industries Sdn. Bhd. di Malaysia.
Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Susunan Manajemen EKAD
1. Direksi
| Nama | Posisi | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Judi Widjaja Leonardi | Direktur Utama | Ya |
| Lie Phing | Direktur | Ya |
2. Komisaris
| Nama | Posisi | Independen |
|---|---|---|
| Emil BachtIar | Komisaris Utama | Ya |
| Rudy Kurniawan Leonardi | Komisaris | Tidak |
Baca Juga: Lo Kheng Hong Kembali Borong SIMP: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Kinerja Keuangan EKAD
Merangkum data BEI, EKAD membukukan laba bersih sebesar Rp28,3 miliar pada kuartal II 2026 (6M26). Realisasi tersebut meningkat 31% secara tahunan (YoY) dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp21,6 miliar.
Secara kuartalan, laba bersih EKAD melonjak 590,2% dibandingkan kuartal I 2026 yang tercatat sebesar Rp4,1 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham EKAD setara dengan Rp8,10 per lembar saham.
Dari sisi pendapatan, EKAD mencatat Rp296,3 miliar pada 6M26, naik 17,6% YoY dari Rp251,9 miliar pada 6M25. Laba kotor juga tumbuh 50,6% YoY menjadi Rp109,5 miliar dari Rp72,7 miliar.
Sementara itu, EBITDA mencapai Rp45,8 miliar, meningkat 50,2% YoY dibandingkan Rp30,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2026, pendapatan meningkat 108,2%, laba kotor naik 168,4%, EBITDA melonjak 312,6%, dan laba bersih tumbuh 590,2%.
Tonton: Outlook Obligasi 2026: Yield Naik, SRBI Justru Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News