Emiten

Berencana Delisting dan Go Private, Intip Profil Emiten IPAC dan Aksi Korporasinya

Jumat, 11 September 2026 | 12:00 WIB
Berencana Delisting dan Go Private, Intip Profil Emiten IPAC dan Aksi Korporasinya

ILUSTRASI. IHSG (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - PT Era Graharealty Tbk (IPAC) tengah memasuki babak baru di pasar modal setelah berencana melakukan go private dan menghapus pencatatan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam rangkaian aksi korporasi tersebut, pemegang saham publik juga akan mendapatkan penawaran pembelian saham dengan harga Rp250 per saham.

Rencana ini menjadi perhatian investor karena harga penawaran tersebut berada di atas harga perdagangan saham IPAC di pasar reguler menjelang pengumuman aksi korporasi. Pada 10 September 2026, saham IPAC ditutup di level Rp189 per saham.

Melansir laman BEI, pemegang saham publik IPAC perlu mencermati mekanisme penawaran pembelian saham, jadwal pelaksanaan, serta tahapan persetujuan sebelum proses go private dan delisting benar-benar efektif.

Baca Juga: Dua Anak Usaha Mau Go Private, Intip Prospek TOWR

Profil singkat saham IPAC

PT Era Graharealty Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa agen real estate dan waralaba properti.

Perseroan menggunakan merek ERA Indonesia dan menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan jasa perantara properti, termasuk transaksi jual beli dan sewa properti serta bisnis waralaba.

IPAC didirikan pada 1991 dan resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 30 Juni 2021.

Keterangan IPAC
Nama emiten PT Era Graharealty Tbk
Kode saham IPAC
Sektor Properti dan Real Estat
Bidang usaha Jasa agen real estate dan waralaba
Tahun berdiri 1991
Tanggal IPO 30 Juni 2021
Jumlah saham 949,87 juta saham
Pemegang saham utama APAC Investments 2 Pte. Ltd.
Kepemilikan utama 90,60%
Saham publik 9,40%

Berdasarkan data kepemilikan Juni 2026, APAC Investments 2 Pte. Ltd. menguasai 860,56 juta saham atau 90,598% IPAC. Sementara itu, masyarakat memiliki sekitar 89,31 juta saham atau 9,402%.

Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

IPAC siapkan go private dan delisting

Go private merupakan proses perubahan status perusahaan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. Jika proses tersebut selesai, saham IPAC tidak lagi tercatat dan diperdagangkan di BEI.

Dalam proses tersebut, pemegang saham publik menjadi pihak yang perlu diperhatikan karena mereka akan mendapatkan kesempatan untuk menjual sahamnya sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam aksi korporasi.

Untuk IPAC, harga penawaran pembelian saham ditetapkan sebesar Rp250 per saham.

Harga tersebut menjadi salah satu informasi paling penting bagi investor publik karena memberikan alternatif bagi pemegang saham untuk menjual kepemilikannya dalam rangkaian proses menuju perusahaan tertutup.

Penawaran Rp250 per saham

Dengan harga penawaran Rp250 per saham, terdapat selisih cukup besar dibandingkan harga perdagangan IPAC sebelum proses tersebut berlangsung.

Sebagai gambaran, saham IPAC ditutup pada Rp189 per saham pada 10 September 2026. Dengan demikian, harga penawaran Rp250 memberikan premi sekitar 32,28% dibandingkan harga penutupan tersebut. 

Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini

Kinerja IPAC 2026

Mengutip data BEI, IPAC mencatatkan pendapatan Rp27,5 miliar pada semester I 2026, meningkat 6,6% dibandingkan Rp25,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, perusahaan masih membukukan rugi bersih Rp1,4 miliar, lebih besar dibandingkan rugi Rp1,2 miliar pada semester I 2025.

Kinerja 6M 2026 6M 2025
Pendapatan Rp27,5 miliar Rp25,8 miliar
Laba kotor Rp14,0 miliar Rp12,5 miliar
EBITDA -Rp0,4 miliar -Rp0,4 miliar
Laba bersih -Rp1,4 miliar -Rp1,2 miliar

Dengan demikian, meskipun pendapatan meningkat, kinerja bottom line IPAC pada semester I 2026 masih berada dalam kondisi rugi.

Tonton: IHSG Tergerus ini, Berikut 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (10 September 2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru