KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten BUVA yang segera right issue. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana menghimpun dana segar hingga Rp1,54 triliun melalui aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue.
Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis di sektor properti dan perhotelan.
Melansir laman BEI, pada skema rights issue tersebut, BUVA menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,8 miliar saham baru.
Baca Juga: FORU Right Issue Rp27,1 Triliun: Intip Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp320 per saham, perseroan berpotensi memperoleh dana maksimal sekitar Rp1,54 triliun apabila seluruh saham baru terserap investor.
Manajemen BUVA menjelaskan bahwa aksi rights issue dipilih sebagai alternatif pendanaan yang lebih efisien dibandingkan pembiayaan melalui pinjaman perbankan.
Harga saham BUVA pada Sesi 1 Selasa (4/8) berada di level Rp750 per saham, turun 9,09% atau terkoreksi 75 poin sepekan sebelumnya.
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik dari emiten BUVA.
Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Profil Perusahaan
BUVA merupakan emiten yang bergerak di sektor properti dan real estat, dengan fokus utama pada bisnis perhotelan, resor, akomodasi mewah, serta pengembangan properti pariwisata, terutama di Bali.
Perseroan dikenal sebagai pengelola sejumlah aset hotel dan vila premium, sekaligus terus melakukan ekspansi melalui akuisisi aset strategis.
- Nama perusahaan: PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
- Kode saham: BUVA
- Sektor: Properties & Real Estate
- Subsektor: Hotel, Resort, dan Pariwisata
- Bidang usaha: Pengembangan, kepemilikan, dan pengelolaan hotel, vila, resort, serta investasi di sektor properti dan pariwisata.
Sejak beberapa tahun terakhir, BUVA melakukan transformasi bisnis melalui akuisisi berbagai aset properti dan hotel di Bali. Langkah tersebut diharapkan memperbesar portofolio aset sekaligus meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) dari bisnis akomodasi dan hospitality.
Baca Juga: Laba GOTO Rp607,5 Miliar Semester I-2026, Intip Profil Emiten hingga Data Keuangan
Susunan Manajemen PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
1. Susunan Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Satrio | Direktur Utama | Ya |
| Cindy Budijono | Direktur | Ya |
| Timothy Eugene Alamsyah | Direktur | Ya |
2. Susunan Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Komisaris Independen |
|---|---|---|
| Astini Bernawati Oudang | Komisaris Utama | Tidak |
| Seong Hoon Park | Komisaris Independen | Ya |
| Diah Pikatan Orissa Putri Haprani | Komisaris | Tidak |
Baca Juga: Siap Cair Dividen CMRY Rp1,59 Triliun, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terakhirnya
Kinerja Keuangan Q1 2026
Merangkum data BEI, BUVA mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang melemah. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp64,1 miliar pada kuartal I 2026, turun 13,7% dibandingkan Rp74,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bruto juga terkoreksi 8,4% secara tahunan menjadi Rp41,5 miliar dari Rp45,3 miliar. Penurunan kinerja operasional turut tercermin pada EBITDA yang menyusut 26,5% menjadi Rp10,8 miliar dari Rp14,7 miliar pada kuartal I 2025.
Alhasil, BUVA membukukan rugi bersih sebesar Rp8,3 miliar pada kuartal I 2026, berbalik dari laba bersih Rp71,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, rugi bersih per saham tercatat sebesar Rp0,34 per lembar.
Itulah informasi mengenai profil emiten BUVA yang segera right issue.
Tonton: Daya Beli Tertekan, Mobil Baru Tetap Diburu di GIIAS 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News