KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten FORU yang diperbincangkan investor retail. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan rencana Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai mencapai sekitar Rp27,1 triliun.
Mengutip keterbukaan BEI, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung transformasi bisnis Perseroan, termasuk ekspansi ke sektor pertambangan melalui sejumlah aksi korporasi.
Apabila seluruh rencana terealisasi, FORU akan mengalami perubahan signifikan dari perusahaan media dan komunikasi menjadi emiten dengan portofolio usaha yang lebih beragam, termasuk di sektor sumber daya alam.
Saat ini, harga saham FORU pada Rabu (22/7) sesi 1 alami kenaikan dengan berada pada harga Rp3.360/saham atau naik 6,67% (pukul 09.30 WIB).
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini usaha hingga kinerja terbaru dari FORU.
Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Profil Singkat FORU
PT Fortune Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1970 dan dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi pemasaran terintegrasi (integrated marketing communication).
Perseroan menyediakan layanan mulai dari periklanan, hubungan masyarakat (public relations), media planning, digital marketing, event organizer, hingga branding dan riset pasar.
Saham FORU tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode FORU.
Baca Juga: Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
Lini Usaha FORU
Melansir laman resmi Fortune Indonesia, sebelum rencana transformasi bisnis, kegiatan usaha utama FORU meliputi:
1. Advertising Agency
Perseroan menyediakan layanan:
- Perencanaan kampanye iklan.
- Kreatif dan desain komunikasi.
- Produksi materi promosi.
- Strategi pemasaran.
2. Public Relations (PR)
Melalui anak usahanya, FORU memberikan layanan:
- Corporate communication.
- Media relations.
- Crisis management.
- Government relations.
- Stakeholder engagement.
3. Digital Marketing
Layanan digital yang dijalankan meliputi:
- Social media management.
- Digital campaign.
- Influencer marketing.
- Content production.
- Performance marketing.
Baca Juga: DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
4. Media Planning dan Media Buying
FORU membantu klien dalam:
- Perencanaan media.
- Pembelian slot iklan.
- Analisis efektivitas kampanye.
- Optimalisasi anggaran promosi.
5. Event dan Aktivasi Merek
Perseroan juga menggarap:
- Event perusahaan.
- Brand activation.
- Pameran.
- Peluncuran produk.
- Aktivitas below the line (BTL).
6. Rencana Masuk ke Bisnis Pertambangan
Melalui rights issue dan aksi korporasi yang telah diumumkan, FORU berencana melakukan transformasi bisnis dengan masuk ke sektor pertambangan.
Langkah ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus memperluas basis pendapatan Perseroan di luar industri komunikasi pemasaran.
Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Susunan Manajemen FORU
Berikut ini daftar susunan manajemen dari FORU.
1. Susunan Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Anirudh Misra | Direktur Utama | Ya |
| Hadi Pranggono | Direktur | Ya |
| David Alfa Perdana | Direktur | Ya |
2. Susunan Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Carl Lennart Dillner | Komisaris Utama | Tidak |
| Toto Setyoadi Murdiono | Komisaris | Ya |
Baca Juga: Suspensi Saham SHIP Dibuka: Cek Profil Mulai dari Lini Usaha hingga Kinerja Emiten
Kinerja Keuangan FORU Q1 2026
Mengutip data BEI, FORU membukukan pendapatan sebesar Rp5,4 miliar pada Kuartal I 2026. Kondisi tersebut turun 70,8% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp18,5 miliar.
Laba bruto Perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp3,9 miliar dari sebelumnya Rp6,9 miliar, atau terkoreksi 43,5% YoY.
Dari sisi profitabilitas, FORU mencatatkan EBITDA negatif sebesar Rp3,6 miliar, berbalik dari EBITDA positif Rp1,1 miliar pada Kuartal I 2025.
Perseroan juga membukukan rugi bersih sebesar Rp4,2 miliar, berbalik dari laba bersih Rp738,6 juta pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, rugi bersih per saham tercatat sebesar Rp8,94 per lembar.
Tonton: Rekening hingga Mutasi Transaksi Bisa Diakses DJP, Begini Aturan Barunya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News