KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memasukkan sejumlah saham dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) menjelang akhir pekan perdagangan.
Melansir pengumuman BEI 10 September 2026, terdapat empat saham yang mendapatkan pengumuman UMA, yakni PT Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA), PT Multisarana Intan Eduka Tbk. (MSIE), PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), dan PT Acset Indonusa Tbk. (ACST).
Pengumuman UMA sendiri merupakan bagian dari mekanisme pengawasan perdagangan BEI dan tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran oleh emiten.
Baca Juga: Ini 5 Saham yang Masuk Radar UMA pada Pengumuman BEI 9 September 2026
Daftar Saham UMA 10 September 2026
| Kode | Nama Emiten | Tanggal UMA |
|---|---|---|
| MSJA | PT Multi Spunindo Jaya Tbk. | 10 September 2026 |
| MSIE | PT Multisarana Intan Eduka Tbk. | 10 September 2026 |
| SAPX | PT Satria Antaran Prima Tbk. | 10 September 2026 |
| ACST | PT Acset Indonusa Tbk. | 10 September 2026 |
Keempat saham tersebut menarik perhatian karena mencatat pergerakan harga yang cukup signifikan dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
Baca Juga: 6 Saham Masuk dalam Radar UMA BEI Awal September 2026: Ada SQMI hingga PIPA
1. Saham MSJA
Saham MSJA menjadi salah satu yang mencatat lonjakan paling besar. Pada perdagangan 4 September 2026, MSJA ditutup di Rp450 per saham. Harga kemudian meningkat menjadi Rp525 pada 7 September, Rp620 pada 8 September, Rp730 pada 9 September, dan sekitar Rp865 pada 10 September.
Dengan demikian, dalam periode 4-10 September, saham MSJA telah menguat sekitar 92,22%.
Kenaikan tersebut juga disertai aktivitas perdagangan yang tinggi. Pada 9 September, volume perdagangan MSJA mencapai sekitar 29,84 juta saham, sebelum berada di kisaran 16,41 juta saham pada 10 September berdasarkan data historis.
Dalam tanggapannya kepada Bursa, MSJA menyatakan tidak terdapat fakta atau informasi material tambahan yang perlu disampaikan kepada publik. Perseroan juga menyebut hingga 10 September 2026 tidak memiliki rencana aksi korporasi dan pemegang saham utama belum memiliki rencana perubahan kepemilikan.
Baca Juga: Naik 50% Lebih Sepekan, Cek Profil Saham NATO dan Kinerja Terbarunya
2. Saham MSIE
Selanjutnya terdapat MSIE milik PT Multisarana Intan Eduka Tbk. Saham ini ditutup di Rp123 pada 4 September 2026, kemudian bergerak naik menjadi Rp135 pada 7 September, Rp137 pada 8 dan 9 September, sebelum mencapai Rp150 pada 10 September.
Dengan demikian, MSIE menguat sekitar 21,95% dalam periode 4-10 September. Pada perdagangan 10 September, volume transaksi tercatat sekitar 11,73 juta saham.
Pergerakan tersebut melanjutkan tren penguatan MSIE yang sebelumnya juga terjadi pada sejumlah sesi perdagangan awal September.
Baca Juga: Ada 3 Saham Terkena Suspensi BEI Awal September 2026, Cek Daftarnya
3. Saham SAPX
Saham SAPX juga masuk radar UMA BEI pada 10 September 2026. PT Satria Antaran Prima Tbk. tersebut mencatat kenaikan harga yang cukup agresif dalam dua hari terakhir.
Pada 4 September, SAPX ditutup di Rp272, kemudian turun ke Rp268 pada 7 September dan Rp262 pada 8 September. Setelah itu, saham berbalik menguat 24,43% menjadi Rp326 pada 9 September.
Pada perdagangan 10 September, data historis menunjukkan harga berada di sekitar Rp388, dengan volume perdagangan mencapai sekitar 54,02 juta saham.
Jika menggunakan harga penutupan Rp272 pada 4 September dan Rp388 pada 10 September, SAPX menguat sekitar 42,65% dalam sepekan perdagangan.
Baca Juga: Segera Right Issue dan Akuisisi TCP, Cek Profil Emiten MEJA dan Kinerja Terbarunya
4. Saham ACST
Sementara itu, ACST atau PT Acset Indonusa Tbk. juga masuk dalam daftar UMA pada 10 September 2026.
Harga saham ACST tercatat Rp93 pada 4 September, kemudian bergerak naik menjadi Rp98 pada 7 September, Rp107 pada 8 September, Rp117 pada 9 September, dan sekitar Rp127 pada 10 September. Artinya, ACST telah menguat sekitar 36,56% sejak 4 September.
Kenaikan ACST juga berlangsung berturut-turut selama beberapa sesi perdagangan. Volume transaksi pada 10 September tercatat sekitar 8,38 juta saham berdasarkan data historis.
Baca Juga: Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya
Perbandingan Kinerja 4-10 September 2026
| Saham | 4 September 2026 | 10 September 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| MSJA | Rp450 | Rp865 | +92,22% |
| MSIE | Rp123 | Rp150 | +21,95% |
| SAPX | Rp272 | Rp388 | +42,65% |
| ACST | Rp93 | Rp127 | +36,56% |
Melansir data IPOT, tabel berdasarkan harga penutupan yang tersedia pada 4 dan 10 September 2026.
Apa Arti UMA bagi Investor?
Masuknya saham ke dalam daftar UMA tidak otomatis berarti emiten melakukan pelanggaran. Status tersebut merupakan bentuk pengawasan BEI terhadap aktivitas perdagangan yang dianggap tidak biasa.
Investor tetap perlu memperhatikan keterbukaan informasi dan respons emiten terhadap permintaan penjelasan Bursa.
Dalam kasus MSJA, misalnya, perusahaan telah memberikan tanggapan kepada Bursa dan menyatakan tidak memiliki informasi material tambahan maupun rencana aksi korporasi hingga 10 September 2026.
Tonton: Laba SMV Tembus Rp7 Triliun, Mampu Bayar Utang Whoosh Rp1 Triliun?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News