Naik 50% Lebih Sepekan, Cek Profil Saham NATO dan Kinerja Terbarunya

Kamis, 03 September 2026 | 10:12 WIB
Naik 50% Lebih Sepekan, Cek Profil Saham NATO dan Kinerja Terbarunya

ILUSTRASI. IHSG Bertahan Di Zona Hijau (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil saham NATO yang naik signifikan sepekan terakhir. Saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) kembali menjadi perhatian investor setelah mencatat kenaikan signifikan dalam perdagangan saham.

Dalam sepekan terakhir, harga saham NATO naik Rp405 atau 59,56%, dari sekitar Rp680 ke Rp1.085/saham (perdagangan sesi 1 Kamis (3/9) pukul 10.00 WIB).

Kenaikan tersebut membuat NATO menjadi salah satu saham yang mencatat penguatan cukup agresif di pasar. Sehingga, NATO juga masuk ke dalam radar Unusual Market Activity (UMA) yang dikeluarkan BEI 2 September 2026.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: Segera Right Issue Jumbo, Cek Profil Saham KOTA dan Kinerja Terbarunya

Profil PT Olympus Strategic Indonesia Tbk

Melansir laman BEI, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk sebelumnya menggunakan nama PT Surya Permata Andalan Tbk. Perseroan kemudian mengubah nama menjadi PT Olympus Strategic Indonesia Tbk seiring perubahan arah dan pengendali perusahaan.

NATO didirikan pada 2015 dan berkedudukan di Bali. Berdasarkan profil perusahaan, kegiatan usahanya mencakup pengembangan, kepemilikan, perdagangan, investasi dan pengoperasian hotel, vila, resor serta properti lainnya di Indonesia.

Perubahan pengendali terjadi setelah PT Mercury Strategic Indonesia mengambil alih 2,15 miliar saham NATO pada Desember 2025. Transaksi tersebut menjadi bagian penting dari perubahan strategi perseroan setelah masuknya pengendali baru.

Selain bisnis properti dan perhotelan, NATO mulai memperluas portofolio melalui investasi dan akuisisi perusahaan di bidang digital marketing. Pada Januari 2026, anak usaha Quantum Strategic Investments Pte. Ltd. mengakuisisi 100% saham Orbit Marketing Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura.

Baca Juga: Segera Listing di BEI, Cek Profil Saham WBSA dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Lini Bisnis NATO

Secara umum, lini bisnis NATO saat ini mencakup beberapa area utama.

1. Perhotelan dan properti

Bisnis utama yang melekat pada perseroan adalah pengembangan dan pengoperasian aset perhotelan, vila, resor serta properti lainnya. Bisnis ini menjadi bagian dari kegiatan usaha NATO bersama sejumlah entitas anak.

2. Investasi

Pasca perubahan pengendali, NATO mulai diarahkan menjadi perusahaan dengan portofolio investasi yang lebih terdiversifikasi. Perseroan memiliki entitas anak Quantum Strategic Investments Pte. Ltd. yang menjadi kendaraan untuk melakukan investasi dan ekspansi bisnis.

3. Digital marketing

Ekspansi terbaru NATO adalah akuisisi 100% Orbit Marketing Pte. Ltd. pada Januari 2026. Nilai transaksi tersebut mencapai SGD10.000 atau sekitar Rp133,46 juta berdasarkan pencatatan dalam laporan keuangan kuartal I 2026.

Akuisisi ini disebut sebagai bagian dari strategi diversifikasi risiko perseroan.

Baca Juga: Saham Menguat 70% Lebih Sebulan, Cek Profil GRPH, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru

Manajemen NATO Terbaru

Struktur manajemen NATO mengalami perubahan setelah RUPSLB pada Februari 2026.

Susunan pengurus yang disetujui dalam RUPSLB adalah:

Jabatan Nama
Direktur Utama Mauritz Nainggolan
Direktur Gede Putu Adnawa
Komisaris Utama Hasan
Komisaris Independen Benedictus Calvin Ardisa

RUPSLB sebelumnya memberhentikan dengan hormat Gede Putu Adnawa dari posisi Direktur Utama serta menerima pengunduran diri Dessy Christian, Sayid Anwar dan Hotrin Tua Situmorang dari posisi masing-masing.

Selanjutnya, Mauritz Nainggolan ditunjuk sebagai Direktur Utama dan Gede Putu Adnawa menjadi Direktur.

Baca Juga: IHSG Masih Bisa Menguat, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (18/8)

Kinerja Keuangan NATO Terbaru

Mengutip data BEI, laporan terbaru yang tersedia secara lengkap adalah kuartal I 2026. Pada periode tiga bulan pertama 2026, NATO membukukan pendapatan sebesar Rp341,1 miliar, melonjak dibandingkan Rp3,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum diikuti dengan perbaikan profitabilitas.

Laba bruto NATO justru tercatat negatif Rp195,4 miliar, sementara EBITDA negatif Rp175,5 miliar. Perseroan juga membukukan rugi bersih Rp85,1 miliar, membesar dibandingkan rugi Rp2,4 miliar pada kuartal I 2025.

Kinerja Q1 2026 Q1 2025
Pendapatan Rp341,1 miliar Rp3,5 miliar
Laba bruto -Rp195,4 miliar Rp1,4 miliar
EBITDA -Rp175,5 miliar -Rp0,9 miliar
Laba bersih -Rp85,1 miliar -Rp2,4 miliar

Pada akhir Maret 2026, NATO memiliki total aset sekitar Rp4,32 triliun dan ekuitas Rp1,99 triliun. Total utang jangka pendek tercatat Rp1,22 triliun, sedangkan utang jangka panjang sekitar Rp1,11 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa lonjakan pendapatan pada awal 2026 belum otomatis menghasilkan keuntungan. Salah satu faktor pentingnya adalah perubahan struktur bisnis dan konsolidasi entitas yang masuk ke dalam grup.

Tonton: Taliban Rayu Trump, Afghanistan Punya Harta Rp17.725 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru