Update 56 Saham HSC BEI per 18 Agustus 2026: MDIA Masuk ke Dalam Daftar

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:48 WIB
Update 56 Saham HSC BEI per 18 Agustus 2026: MDIA Masuk ke Dalam Daftar

ILUSTRASI. IHSG (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar emiten dengan status High Shareholding Concentration (HSC) atau memiliki konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Per 18 Agustus 2026, jumlah emiten yang masuk dalam daftar tersebut bertambah menjadi 56 saham.

Penambahan terbaru berasal dari PT Intermedia Capital Tbk (MDIA). Berdasarkan data struktur kepemilikan saham per 12 Agustus 2026, sekitar 94,31% saham MDIA secara agregat dikuasai oleh sejumlah kelompok pemegang saham.

Kondisi tersebut membuat MDIA ditetapkan BEI sebagai emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Baca Juga: Ada 3 Emiten Pendatang Baru, Ini Daftar 54 Saham HSC BEI per 6 Agustus 2026

Sebelumnya, pada awal Agustus 2026, BEI telah menambahkan tiga emiten ke dalam daftar HSC, yakni PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).

Ketiganya memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan agregat masing-masing sebesar 99,32%, 98,21%, dan 95,45%. Penambahan tersebut membuat jumlah emiten HSC menjadi 54 saham per 11 Agustus 2026.

Dengan masuknya MDIA, jumlah emiten HSC kini mencapai 56 saham. Status HSC ditentukan berdasarkan metodologi BEI yang memperhitungkan struktur kepemilikan saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.

Baca Juga: Daftar Saham HSC BEI Memanjang: Cek Rekomendasi Saham yang Masih Menarik Dilirik

BAJA dan MDIA Masuk Daftar HSC

Sebelumnya, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) juga telah ditetapkan sebagai emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Kelompok pemegang saham BAJA menguasai sekitar 93,89% saham beredar.

Sementara itu, konsentrasi kepemilikan pada MDIA mencapai 94,31%. Artinya, sebagian besar saham kedua emiten tersebut berada dalam penguasaan kelompok pemegang saham tertentu, sehingga porsi saham yang tersedia secara relatif lebih terbatas.

Baca Juga: Ada 3 Emiten Masuk Daftar Suspensi BEI Pekan Kedua Agustus 2026

Daftar 56 Saham HSC Terbaru

Berikut daftar 56 saham HSC terbaru, dirangkum dari laman BEI.

No Kode Emiten Konsentrasi Kepemilikan
1 MPRO PT Maha Properti Indonesia Tbk 99,99%
2 DCII PT DCI Indonesia Tbk 99,96%
3 BBSI PT Krom Bank Indonesia Tbk 99,95%
4 PGUN PT Pradiksi Gunatama Tbk 99,95%
5 POLU PT Golden Flower Tbk 99,94%
6 SOHO PT Soho Global Health Tbk 99,93%
7 BNLI PT Bank Permata Tbk 99,92%
8 YUPI PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk 99,91%
9 ROCK PT Rockfields Properti Indonesia Tbk 99,85%
10 PRAY PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk 99,84%
11 BTPN PT Bank SMBC Indonesia Tbk 99,78%
12 FAPA PT FAP Agri Tbk 99,77%
13 IFSH PT Ifishdeco Tbk 99,77%
14 SMAR PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk 99,58%
15 MLPT PT Multipolar Technology Tbk 99,42%
16 CMNT PT Cemindo Gemilang Tbk 99,41%
17 AGAR PT Asia Sejahtera Mina Tbk 99,32%
18 GEMS PT Golden Energy Mines Tbk 99,24%
19 LIFE PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk 99,21%
20 BNII PT Bank Maybank Indonesia Tbk 99,14%
21 ELPI PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 98,90%
22 MCOL PT Prima Andalan Mandiri Tbk 98,62%
23 BYAN PT Bayan Resources Tbk 98,50%
24 KING PT Hoffmen Cleanindo Tbk 98,40%
25 SOTS PT Satria Mega Kencana Tbk 98,35%
26 ALKA PT Alakasa Industrindo Tbk 98,21%
27 DNET PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 98,06%
28 RISE PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk 98,03%
29 AGII PT Samator Indo Gas Tbk 97,75%
30 ALII PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 97,62%
31 DGWG PT Delta Giri Wacana Tbk 97,35%
32 BREN PT Barito Renewables Energy Tbk 97,31%
33 SRAJ PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk 97,21%
34 MKPI PT Metropolitan Kentjana Tbk 97,02%
35 SILO PT Siloam International Hospitals Tbk 96,70%
36 CMNP PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk 96,64%
37 HATM PT Habco Trans Maritima Tbk 96,09%
38 MGLV PT Panca Anugrah Wisesa Tbk 95,94%
39 WBSA PT BSA Logistics Indonesia Tbk 95,82%
40 DSSA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 95,76%
41 MEGA PT Bank Mega Tbk 95,68%
42 MORA PT Ekamas Mora Republik Tbk 95,65%
43 BKDP PT Bukit Darmo Property Tbk 95,45%
44 RLCO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk 95,34%
45 KONI PT Perdana Bangun Pusaka Tbk 95,08%
46 FITT PT Hotel Fitra International Tbk 95,00%
47 STTP PT Siantar Top Tbk 94,95%
48 BINA PT Bank Ina Perdana Tbk 94,79%
49 MDIA PT Intermedia Capital Tbk 94,31%
50 SATU PT Kota Satu Properti Tbk 94,27%
51 TCPI PT Transcoal Pacific Tbk 94,10%
52 BAJA PT Saranacentral Bajatama Tbk 93,89%
53 BELI PT Global Digital Niaga Tbk 93,83%
54 MGRO PT Mahkota Group Tbk 93,76%
55 FILM PT MD Entertainment Tbk 92,98%
56 BBHI PT Allo Bank Indonesia Tbk 92,71%

Baca Juga: Mengenal Aturan HSC BEI dan Daftar 51 Emiten Terbaru per 15 Juli 2026

Status HSC Bukan Berarti Pelanggaran

BEI menegaskan bahwa masuknya sebuah saham ke dalam daftar HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan pasar modal. Status tersebut merupakan informasi bagi investor mengenai kondisi struktur kepemilikan suatu emiten.

Informasi HSC menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan investor karena tingkat konsentrasi kepemilikan dapat berkaitan dengan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar atau free float. Konsentrasi kepemilikan yang tinggi juga dapat menjadi pertimbangan dalam menilai likuiditas dan karakteristik perdagangan suatu saham.

BEI sendiri telah memasukkan kriteria HSC dalam evaluasi sejumlah indeks saham.

Baca Juga: BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC

Sejak perubahan kriteria yang berlaku pada Mei 2026, aspek free float dan kepemilikan terkonsentrasi tinggi menjadi bagian dari pertimbangan dalam evaluasi indeks seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

Dengan demikian, investor perlu membedakan antara status HSC sebagai informasi mengenai struktur kepemilikan dan indikasi pelanggaran pasar modal. Masuknya suatu saham dalam daftar HSC tidak secara otomatis berarti emiten tersebut melakukan pelanggaran.

Bertambahnya daftar HSC menjadi 56 saham juga menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan menjadi salah satu perhatian penting dalam reformasi dan transparansi pasar modal Indonesia.

Tonton: Di Tengah Pidato Prabowo Kemarin, di BEI Asing Net Sell Rp 1,03 T

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru