Ada MPXL hingga HAJJ, Cek 5 Saham yang Masuk Radar UMA BEI 29-30 September 2026

Rabu, 30 September 2026 | 09:01 WIB
Ada MPXL hingga HAJJ, Cek 5 Saham yang Masuk Radar UMA BEI 29-30 September 2026

ILUSTRASI. IHSG (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencermati sejumlah saham yang mengalami pergerakan tidak biasa melalui pengumuman Unusual Market Activity (UMA). Pada 29 hingga 30 September 2026, terdapat lima saham yang masuk radar UMA, yakni BSWD, SOSS, MPXL, HAJJ, dan KEEN.

Pengumuman UMA dilakukan BEI sebagai bagian dari mekanisme pemantauan perdagangan saham. Status UMA menunjukkan bahwa terdapat pola atau aktivitas perdagangan yang dinilai perlu dicermati lebih lanjut oleh Bursa.

Namun, BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta berarti telah terjadi pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Baca Juga: BEI Soroti 5 Saham Lewat UMA 28 September 2026, Ada MSIN hingga FUJI

Daftar 5 Saham yang Masuk UMA

Melansir laman BEI, berikut ini daftar saham yang diumumkan BEI dalam radar UMA pada 29–30 September 2026:

Tanggal Kode Saham Nama Emiten
30 September 2026 BSWD PT Bank of India Indonesia Tbk
29 September 2026 SOSS PT ALSOK Indonesia Services Tbk
29 September 2026 MPXL PT MPX Logistics International Tbk
29 September 2026 HAJJ PT Arsy Buana Travelindo Tbk
29 September 2026 KEEN PT Kencana Energi Lestari Tbk

Lima saham tersebut berasal dari sektor dan bidang usaha yang berbeda, mulai dari perbankan, jasa keamanan, logistik, perjalanan umrah dan haji, hingga energi terbarukan.

1. Saham BSWD Masuk UMA

Saham pertama yang masuk radar UMA adalah PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) pada 30 September 2026.

BSWD merupakan emiten yang bergerak di bidang perbankan. Sebagai bank, kegiatan usaha perseroan mencakup penghimpunan dana dari masyarakat serta penyaluran kredit dan berbagai layanan perbankan.

Masuknya BSWD ke dalam pengumuman UMA membuat investor perlu mencermati kembali informasi perusahaan dan keterbukaan informasi yang telah disampaikan kepada Bursa.

Baca Juga: Saham SMLE, ASLI, dan WAPO Terkena Suspensi BEI per 25 September 2026

2. Saham SOSS Masuk UMA

Pada 29 September 2026, BEI juga mengumumkan UMA atas saham PT ALSOK Indonesia Services Tbk (SOSS).

SOSS merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa keamanan dan layanan terkait. Bisnis perseroan mencakup jasa pengamanan serta layanan pendukung yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan.

Investor dapat mencermati perkembangan perdagangan saham SOSS serta informasi material yang disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi.

3. Saham MPXL Masuk UMA

Saham berikutnya adalah PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) yang diumumkan masuk radar UMA pada 29 September 2026.

MPXL menjalankan kegiatan usaha di bidang logistik dan transportasi. Bisnis logistik menjadi bagian penting dari rantai distribusi barang, termasuk jasa pengangkutan dan layanan pendukung kegiatan logistik.

Dengan masuknya saham MPXL dalam pengumuman UMA, BEI meminta investor memperhatikan informasi yang telah disampaikan perseroan dan mempertimbangkan berbagai risiko dalam mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Saham SMRA Bangkit Usai Tertekan, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terbarunya

4. Saham HAJJ Masuk UMA

BEI juga menetapkan PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) sebagai saham yang masuk dalam pengumuman UMA pada 29 September 2026.

HAJJ merupakan emiten yang bergerak di bidang perjalanan wisata religi, khususnya layanan perjalanan haji dan umrah. Perseroan menyediakan layanan perjalanan dan berbagai kebutuhan pendukung bagi jamaah.

Pergerakan saham HAJJ yang masuk dalam pemantauan UMA membuat investor perlu kembali mencermati keterbukaan informasi, kondisi bisnis, serta informasi material yang tersedia di pasar.

5. Saham KEEN Masuk UMA

Saham kelima adalah PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) yang masuk radar UMA pada 29 September 2026.

KEEN merupakan perusahaan yang bergerak di sektor energi, khususnya pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Portofolio bisnis perseroan berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga air dan sumber energi terbarukan lainnya.

Investor perlu memperhatikan perkembangan operasional dan informasi material perseroan, terutama karena sektor energi dapat dipengaruhi oleh perkembangan proyek, kondisi pembiayaan, serta kebijakan terkait energi.

Tonton: Restitusi Pajak Makin Diperiksa, Pemerintah Perketat Audit Wajib Pajak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru