KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten ITMG yang membagikan dividen interim. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) kembali membagikan dividen interim kepada pemegang saham untuk tahun buku 2026.
Emiten pertambangan batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ITMG tersebut menyiapkan total dividen sebesar US$74,2 juta atau sekitar Rp1,34 triliun.
Keputusan pembagian dividen interim ini disetujui melalui keputusan direksi yang memperoleh persetujuan dewan komisaris pada 30 Oktober 2026. Adapun dasar pembagian dividen menggunakan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026.
Baca Juga: Bagikan Dividen Interim Rp1,478 Triliun, Intip Profil UNTR hingga Kinerja Terbaru
Pembagian dividen tersebut menarik perhatian investor karena ITMG dikenal sebagai salah satu emiten batu bara yang memiliki kebijakan distribusi keuntungan kepada pemegang saham.
Namun, sebelum mempertimbangkan saham ITMG, investor perlu memahami profil perusahaan, lini bisnis, serta perkembangan kinerja keuangannya.
Mengutip data IPOT, saham ITMG alami kenaikan ke Rp25.150/saham atau menghijau 0,70% pada awal perdagangan Selasa (3/11).
Lantas, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik termasuk kinerja terbarunya.
Baca Juga: Bagikan Dividen Interim Rp 300 Miliar, Intip Profil SIDO hingga Kinerja Terbaru
1. Profil PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan bisnis energi terintegrasi. Perusahaan ini didirikan pada 1987 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2007.
ITMG menjalankan kegiatan usaha melalui sejumlah anak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pengolahan, pengangkutan, perdagangan, dan pemasaran batu bara.
Kegiatan operasional perusahaan terutama berada di wilayah Kalimantan. Hasil produksi batu bara dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan domestik maupun pasar ekspor.
Berikut profil singkat ITMG:
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama perusahaan | PT Indo Tambangraya Megah Tbk |
| Kode saham | ITMG |
| Sektor | Energi |
| Industri | Batu bara |
| Tahun berdiri | 1987 |
| Tanggal IPO | 18 Desember 2007 |
| Bursa pencatatan | Bursa Efek Indonesia |
| Pemegang saham pengendali | Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. |
| Mata uang pelaporan | Dolar AS |
Berdasarkan data kepemilikan saham per 30 September 2026, Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. menguasai sekitar 65,14% saham ITMG. Dengan demikian, perusahaan tersebut menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Baca Juga: Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Cek Profil Emiten JPFA dan Kinerja Terkini
2. Lini Bisnis ITMG
Kegiatan usaha ITMG tidak hanya mencakup penambangan batu bara. Perseroan mengembangkan bisnis terintegrasi dari kegiatan produksi hingga pemasaran, termasuk melalui sejumlah anak perusahaan.
Secara umum, lini bisnis ITMG meliputi beberapa kegiatan berikut:
a. Pertambangan batu bara
Kegiatan utama ITMG adalah eksplorasi dan produksi batu bara melalui anak-anak usahanya. Wilayah operasional pertambangan tersebar di sejumlah lokasi di Kalimantan.
Batu bara yang diproduksi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, industri, dan pelanggan lainnya.
b. Pengolahan dan jasa penunjang pertambangan
ITMG menjalankan kegiatan pendukung pertambangan, termasuk pengelolaan fasilitas produksi, pengolahan, serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjaga kelancaran operasional tambang.
c. Pengangkutan dan logistik batu bara
Pengangkutan menjadi bagian penting dalam rantai bisnis ITMG. Perseroan mengandalkan fasilitas pendukung seperti jalan angkut, terminal batu bara, tongkang, dan sarana logistik untuk mengirimkan produk kepada pelanggan.
d. Perdagangan dan pemasaran batu bara
ITMG juga menjalankan kegiatan perdagangan serta pemasaran batu bara. Penjualan dilakukan kepada pelanggan domestik dan internasional berdasarkan kebutuhan pasar dan kualitas produk.
e. Bisnis energi dan pembangkit listrik
Selain bisnis batu bara, grup ITMG memiliki kegiatan usaha terkait energi, termasuk pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik melalui entitas anak.
Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kegiatan usaha dan mengembangkan bisnis energi di luar penambangan batu bara.
Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Bagi Dividen Interim Rp 258,93 Miliar, Cek Jadwalnya
3. Kinerja Keuangan ITMG
Merangkum data BEI, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026. Emiten batu bara ini membukukan pendapatan sebesar Rp17,20 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,92 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut diikuti peningkatan laba kotor dan laba bersih. Berdasarkan ringkasan laporan keuangan semester I 2026, ITMG mencatatkan laba kotor Rp4,41 triliun dan laba bersih Rp1,82 triliun.
Berikut ringkasan kinerja keuangan ITMG pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Keterangan | Semester I 2026 | Semester I 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp17,20 triliun | Rp14,92 triliun | 15,3% |
| Laba kotor | Rp4,41 triliun | Rp3,65 triliun | 20,9% |
| EBITDA | Rp3,06 triliun | Rp2,60 triliun | 17,4% |
| Laba bersih | Rp1,82 triliun | Rp1,48 triliun | 23,4% |
Dari tabel tersebut, pendapatan ITMG meningkat 15,3% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Laba kotor tumbuh lebih tinggi, yakni 20,9%, sedangkan EBITDA meningkat 17,4%.
Adapun laba bersih perusahaan mencapai Rp1,82 triliun, naik 23,4% dibandingkan Rp1,48 triliun pada semester I 2025.
Dari sisi neraca, ITMG memiliki total aset sebesar Rp43,15 triliun per Juni 2026. Perusahaan juga mencatatkan kas sebesar Rp13,17 triliun dan total ekuitas Rp34,11 triliun.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Kas | Rp13,17 triliun |
| Total aset | Rp43,15 triliun |
| Utang jangka pendek | Rp770,2 miliar |
| Utang jangka panjang | Rp1,00 triliun |
| Total ekuitas | Rp34,11 triliun |
Posisi kas tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam struktur keuangan ITMG. Sementara itu, total utang jangka pendek dan jangka panjang yang tercantum dalam ringkasan laporan keuangan masing-masing sebesar Rp770,2 miliar dan Rp1,00 triliun.
Dari sisi operasional, ITMG memproduksi 9,9 juta ton batu bara sepanjang semester I 2026. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,4 juta ton.
Tonton: Transfer Bank Kena PPN 9 November? DJP Tegaskan Ini Faktanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News