KONTAN.CO.ID - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berencana membagikan dividen interim sebesar Rp300 miliar atau Rp10 per saham untuk tahun buku 2026. Pembagian dividen tersebut telah disetujui melalui keputusan direksi pada 21 Oktober 2026 dan mendapat persetujuan dewan komisaris.
Rencana pembagian dividen ini menjadi perhatian investor di tengah tekanan kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026. Sido Muncul membukukan penurunan penjualan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat melemahnya penjualan pada segmen jamu herbal dan suplemen.
Di sisi lain, Sido Muncul masih memiliki portofolio produk yang luas di bidang herbal, makanan dan minuman, serta farmasi. Perusahaan juga ditopang oleh merek yang dikenal luas di pasar domestik, seperti Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G!.
Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim Rp595 Miliar, Cek Profil AMRT dan Kinerja Terkini
SIDO Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar
Sido Muncul mengumumkan rencana pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2026 sebesar Rp300 miliar. Dengan jumlah saham sekitar 30 miliar lembar, nilai dividen tersebut setara dengan Rp10 per saham.
Keputusan pembagian dividen didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 30 Juni 2026. Pada periode tersebut, SIDO mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp333,65 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,14 triliun, dan total ekuitas sekitar Rp2,99 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen interim SIDO tahun buku 2026.
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividen pasar reguler dan negosiasi | 2 November 2026 |
| Ex dividen pasar reguler dan negosiasi | 3 November 2026 |
| Cum dividen pasar tunai | 4 November 2026 |
| Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) | 4 November 2026 |
| Ex dividen pasar tunai | 5 November 2026 |
| Pembayaran dividen | 20 November 2026 |
Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan ex dividen karena keduanya menentukan hak atas pembagian dividen sesuai mekanisme perdagangan saham. Pemegang saham yang tercatat sesuai ketentuan pada tanggal pencatatan berhak menerima dividen.
Dividen interim Rp10 per saham tersebut merupakan pembayaran di tengah tahun buku dan tidak otomatis menggambarkan besarnya dividen final yang akan dibagikan untuk keseluruhan tahun 2026. Besaran dividen final akan bergantung pada keputusan perseroan dan hasil kinerja keuangan selanjutnya.
Mengutip data IPOT, saham SIDO dibuka menghijau pada sesi pertama Senin (26/10). Emiten ini naik 1,17% ke level Rp346/saham (+4,00) dibanding Jumat pekan lalu.
Lalu, seperti apa profil dari emiten SIDO? Cek informasi menarik selengkapnya.
Baca Juga: AUTO Tebar Dividen Interim Rp349 Miliar, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkini
Profil Singkat Sido Muncul (SIDO)
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di industri jamu, obat herbal, suplemen, makanan dan minuman, serta produk farmasi. Perusahaan yang berdiri sejak 1951 ini dikenal sebagai salah satu produsen jamu modern di Indonesia.
Sido Muncul mengembangkan produk berbahan herbal melalui proses produksi modern dan pengendalian mutu. Perusahaan juga memasarkan produk melalui jaringan distribusi domestik serta mengembangkan pasar ekspor.
Lini Bisnis Sido Muncul
Sido Muncul memiliki tiga kelompok bisnis utama, yaitu herbal dan suplemen, makanan dan minuman, serta farmasi. Ketiga segmen tersebut memberikan kontribusi yang berbeda terhadap penjualan perseroan.
1. Herbal dan suplemen
Segmen herbal dan suplemen mencakup produk jamu tradisional, obat herbal, serta berbagai produk suplemen dan vitamin. Salah satu merek andalan perusahaan adalah Tolak Angin, yang dipasarkan dalam berbagai bentuk produk.
Portofolio lainnya mencakup produk herbal untuk kebutuhan kesehatan dan kebugaran. Segmen ini merupakan bagian penting dari identitas bisnis Sido Muncul, meskipun penjualannya mengalami tekanan pada semester I 2026.
2. Makanan dan minuman
Sido Muncul juga mengembangkan bisnis makanan dan minuman, termasuk produk minuman energi Kuku Bima Ener-G! dan berbagai produk minuman lainnya.
Segmen ini menjadi salah satu penopang penjualan pada semester I 2026. Ketika penjualan herbal dan suplemen turun, penjualan makanan dan minuman justru mencatatkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
3. Farmasi
Segmen farmasi mencakup produk obat yang dipasarkan melalui kategori obat bebas atau over-the-counter (OTC) dan obat resep atau ethical. Perusahaan juga memproduksi produk dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk tablet atau kaplet, kapsul, cairan obat, dan krim.
Keberadaan segmen farmasi memperluas portofolio usaha Sido Muncul di luar produk jamu dan minuman. Meski kontribusinya lebih kecil dibandingkan segmen lainnya, penjualan farmasi tetap menjadi bagian dari diversifikasi bisnis perseroan.
Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Bagi Dividen Interim Rp 258,93 Miliar, Cek Jadwalnya
Susunan Manajemen SIDO
Manajemen memiliki peran penting dalam menentukan strategi produk, pemasaran, distribusi, dan efisiensi operasional perusahaan. Berdasarkan informasi susunan pengurus pada situs resmi Sido Muncul, jajaran direksi terdiri dari lima orang.
1. Direksi Sido Muncul
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Irwan Hidayat | Direktur Utama |
| David Hidayat | Direktur |
| Maria Reviani | Direktur |
| Darmadji Sidik | Direktur |
| Budiyanto | Direktur |
2. Dewan Komisaris Sido Muncul
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Jonatha Sofjan Hidajat | Komisaris Utama |
| Johan Hidayat | Komisaris |
| Sigit Hartojo Hadi Santoso | Komisaris |
| Venancia Sri Indrijati W | Komisaris |
| Lindawati Gani | Komisaris Independen |
| dr. Mohammad Adib Khumaidi | Komisaris Independen |
Baca Juga: 80 Saham HSC Jadi Sorotan usai Pertemuan MSCI dan BEI, Cek Daftarnya
Kinerja Keuangan SIDO Semester I 2026
Melansir laman BEI, kinerja keuangan Sido Muncul mengalami tekanan pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,47 triliun, turun 19,80% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp1,83 triliun pada semester I 2025.
Penurunan penjualan tersebut diikuti dengan koreksi laba bersih. SIDO mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp333,65 miliar, turun 44,43% dibandingkan Rp600,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berikut perbandingan kinerja keuangan SIDO pada semester I 2025 dan semester I 2026.
| Indikator | Semester I 2025 | Semester I 2026 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Penjualan | Rp1,83 triliun | Rp1,47 triliun | Turun 19,80% |
| Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp600,46 miliar | Rp333,65 miliar | Turun 44,43% |
| Laba kotor | Rp1,04 triliun | Rp740,70 miliar | Turun 28,80% |
| EBITDA | Rp801,90 miliar | Rp479,60 miliar | Turun 40,20% |
Demikian informasi mengenai saham SIDO yang segera membagikan dividen.
Tonton: Indonesia Pangkas Gas ke Singapura, Siapa yang Bakal Rugi?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News