Bagikan Dividen Interim Rp 300 Miliar, Intip Profil SIDO hingga Kinerja Terbaru

Senin, 26 Oktober 2026 | 09:48 WIB
Bagikan Dividen Interim Rp 300 Miliar, Intip Profil SIDO hingga Kinerja Terbaru

ILUSTRASI. Penjualan produk PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) (KONTAN/Daniel Prabowo)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berencana membagikan dividen interim sebesar Rp300 miliar atau Rp10 per saham untuk tahun buku 2026. Pembagian dividen tersebut telah disetujui melalui keputusan direksi pada 21 Oktober 2026 dan mendapat persetujuan dewan komisaris.

Rencana pembagian dividen ini menjadi perhatian investor di tengah tekanan kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026. Sido Muncul membukukan penurunan penjualan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat melemahnya penjualan pada segmen jamu herbal dan suplemen.

Di sisi lain, Sido Muncul masih memiliki portofolio produk yang luas di bidang herbal, makanan dan minuman, serta farmasi. Perusahaan juga ditopang oleh merek yang dikenal luas di pasar domestik, seperti Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G!.

Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim Rp595 Miliar, Cek Profil AMRT dan Kinerja Terkini

SIDO Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar

Sido Muncul mengumumkan rencana pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2026 sebesar Rp300 miliar. Dengan jumlah saham sekitar 30 miliar lembar, nilai dividen tersebut setara dengan Rp10 per saham.

Keputusan pembagian dividen didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 30 Juni 2026. Pada periode tersebut, SIDO mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp333,65 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,14 triliun, dan total ekuitas sekitar Rp2,99 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim SIDO tahun buku 2026.

Keterangan Tanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 2 November 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 3 November 2026
Cum dividen pasar tunai 4 November 2026
Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) 4 November 2026
Ex dividen pasar tunai 5 November 2026
Pembayaran dividen 20 November 2026

Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan ex dividen karena keduanya menentukan hak atas pembagian dividen sesuai mekanisme perdagangan saham. Pemegang saham yang tercatat sesuai ketentuan pada tanggal pencatatan berhak menerima dividen.

Dividen interim Rp10 per saham tersebut merupakan pembayaran di tengah tahun buku dan tidak otomatis menggambarkan besarnya dividen final yang akan dibagikan untuk keseluruhan tahun 2026. Besaran dividen final akan bergantung pada keputusan perseroan dan hasil kinerja keuangan selanjutnya.

Mengutip data IPOT, saham SIDO dibuka menghijau pada sesi pertama Senin (26/10). Emiten ini naik 1,17% ke level Rp346/saham (+4,00) dibanding Jumat pekan lalu.

Lalu, seperti apa profil dari emiten SIDO? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: AUTO Tebar Dividen Interim Rp349 Miliar, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkini

Profil Singkat Sido Muncul (SIDO)

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di industri jamu, obat herbal, suplemen, makanan dan minuman, serta produk farmasi. Perusahaan yang berdiri sejak 1951 ini dikenal sebagai salah satu produsen jamu modern di Indonesia.

Sido Muncul mengembangkan produk berbahan herbal melalui proses produksi modern dan pengendalian mutu. Perusahaan juga memasarkan produk melalui jaringan distribusi domestik serta mengembangkan pasar ekspor.

Lini Bisnis Sido Muncul

Sido Muncul memiliki tiga kelompok bisnis utama, yaitu herbal dan suplemen, makanan dan minuman, serta farmasi. Ketiga segmen tersebut memberikan kontribusi yang berbeda terhadap penjualan perseroan.

1. Herbal dan suplemen

Segmen herbal dan suplemen mencakup produk jamu tradisional, obat herbal, serta berbagai produk suplemen dan vitamin. Salah satu merek andalan perusahaan adalah Tolak Angin, yang dipasarkan dalam berbagai bentuk produk.

Portofolio lainnya mencakup produk herbal untuk kebutuhan kesehatan dan kebugaran. Segmen ini merupakan bagian penting dari identitas bisnis Sido Muncul, meskipun penjualannya mengalami tekanan pada semester I 2026.

2. Makanan dan minuman

Sido Muncul juga mengembangkan bisnis makanan dan minuman, termasuk produk minuman energi Kuku Bima Ener-G! dan berbagai produk minuman lainnya.

Segmen ini menjadi salah satu penopang penjualan pada semester I 2026. Ketika penjualan herbal dan suplemen turun, penjualan makanan dan minuman justru mencatatkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

3. Farmasi

Segmen farmasi mencakup produk obat yang dipasarkan melalui kategori obat bebas atau over-the-counter (OTC) dan obat resep atau ethical. Perusahaan juga memproduksi produk dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk tablet atau kaplet, kapsul, cairan obat, dan krim.

Keberadaan segmen farmasi memperluas portofolio usaha Sido Muncul di luar produk jamu dan minuman. Meski kontribusinya lebih kecil dibandingkan segmen lainnya, penjualan farmasi tetap menjadi bagian dari diversifikasi bisnis perseroan.

Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Bagi Dividen Interim Rp 258,93 Miliar, Cek Jadwalnya

Susunan Manajemen SIDO

Manajemen memiliki peran penting dalam menentukan strategi produk, pemasaran, distribusi, dan efisiensi operasional perusahaan. Berdasarkan informasi susunan pengurus pada situs resmi Sido Muncul, jajaran direksi terdiri dari lima orang.

1. Direksi Sido Muncul

Nama Jabatan
Irwan Hidayat Direktur Utama
David Hidayat Direktur
Maria Reviani Direktur
Darmadji Sidik Direktur
Budiyanto Direktur

2. Dewan Komisaris Sido Muncul

Nama Jabatan
Jonatha Sofjan Hidajat Komisaris Utama
Johan Hidayat Komisaris
Sigit Hartojo Hadi Santoso Komisaris
Venancia Sri Indrijati W Komisaris
Lindawati Gani Komisaris Independen
dr. Mohammad Adib Khumaidi Komisaris Independen

Baca Juga: 80 Saham HSC Jadi Sorotan usai Pertemuan MSCI dan BEI, Cek Daftarnya

Kinerja Keuangan SIDO Semester I 2026

Melansir laman BEI, kinerja keuangan Sido Muncul mengalami tekanan pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,47 triliun, turun 19,80% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp1,83 triliun pada semester I 2025.

Penurunan penjualan tersebut diikuti dengan koreksi laba bersih. SIDO mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp333,65 miliar, turun 44,43% dibandingkan Rp600,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berikut perbandingan kinerja keuangan SIDO pada semester I 2025 dan semester I 2026.

Indikator Semester I 2025 Semester I 2026 Perubahan YoY
Penjualan Rp1,83 triliun Rp1,47 triliun Turun 19,80%
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp600,46 miliar Rp333,65 miliar Turun 44,43%
Laba kotor Rp1,04 triliun Rp740,70 miliar Turun 28,80%
EBITDA Rp801,90 miliar Rp479,60 miliar Turun 40,20%

Demikian informasi mengenai saham SIDO yang segera membagikan dividen.

Tonton: Indonesia Pangkas Gas ke Singapura, Siapa yang Bakal Rugi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru