KONTAN.CO.ID - Intip profil saham DMAS yang segera membagikan dividen interim. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) kembali menjadi perhatian investor setelah mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026.
Emiten pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas tersebut menyiapkan dividen tunai sebesar Rp1,397 triliun atau Rp29 per saham, di tengah lonjakan pendapatan dan laba bersih hingga September 2026.
Kinerja DMAS ditopang penjualan lahan industri, khususnya kepada perusahaan di sektor pusat data (data center). Seiring tingginya permintaan, perseroan juga menaikkan target prapenjualan atau marketing sales 2026 dari Rp2,08 triliun menjadi Rp2,95 triliun.
Mengutip data IPOT, saham DMAS bergerak di level Rp216-218/saham atau memerah pada sesi 1 hari ini Jumat (23/10). Selama sepekan, saham ini telah alami kenaikan 42,48%.
Lalu, seperti apa profil saham DMAS? Cek informasi emiten properti selengkapnya.
Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini
Profil PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)
PT Puradelta Lestari Tbk merupakan perusahaan properti yang mengembangkan kawasan terpadu Kota Deltamas di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Saham perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham DMAS.
Kota Deltamas memiliki area pengembangan sekitar 3.200 hektare dan menggabungkan kawasan industri, hunian, serta komersial dalam satu kawasan terpadu. Lokasinya di timur Jakarta, dengan akses langsung ke jalan tol dan berbagai fasilitas penunjang, menjadi salah satu faktor yang mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Perseroan berada dalam ekosistem Sinar Mas Land dan memiliki mitra strategis dari Jepang, yakni Sojitz Corporation. Berdasarkan informasi perseroan pada April 2026, PT Sumber Arusmulia memiliki 57,28% saham DMAS, sedangkan Sojitz Corporation menguasai 25%.
Baca Juga: Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Profil Emiten IMPC dan Kinerja Terkini
Lini Bisnis DMAS
Kegiatan usaha DMAS bertumpu pada pengembangan kawasan terpadu. Bisnisnya tidak hanya mencakup penjualan lahan industri, tetapi juga pengembangan properti hunian dan komersial serta pengelolaan fasilitas pendukung kawasan.
1. Kawasan industri
Kawasan industri merupakan kontributor terbesar pendapatan DMAS. Perseroan mengembangkan Greenland International Industrial Center (GIIC), yang menjadi bagian dari Kota Deltamas dan menyediakan lahan bagi berbagai kegiatan industri.
Dalam beberapa periode terakhir, permintaan lahan dari perusahaan pusat data menjadi pendorong utama kinerja perseroan. Kebutuhan infrastruktur digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan pusat data mencari lokasi dengan lahan memadai dan infrastruktur pendukung.
Pada sembilan bulan pertama 2026, pendapatan segmen industri mencapai Rp2,54 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan DMAS.
Baca Juga: ASGR Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Intip Profil hingga Kinerja Terkininya
2. Properti hunian
DMAS juga mengembangkan kawasan residensial di Kota Deltamas, termasuk rumah tapak. Segmen ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang bekerja atau beraktivitas di kawasan industri dan sekitarnya.
Pengembangan hunian menjadi bagian dari konsep kota terpadu, sehingga aktivitas tempat tinggal dapat didukung oleh fasilitas pendidikan, komersial, dan infrastruktur kawasan.
3. Properti komersial
Segmen komersial mencakup pengembangan properti untuk menunjang aktivitas bisnis dan kebutuhan masyarakat di Kota Deltamas. Keberadaan area komersial diharapkan melengkapi kawasan industri dan hunian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di dalam kawasan.
Pada sembilan bulan pertama 2026, segmen komersial menyumbang pendapatan sekitar Rp44,47 miliar.
Baca Juga: BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini
4. Penyewaan dan hotel
Selain penjualan properti, DMAS memperoleh pendapatan dari kegiatan penyewaan dan hotel. Segmen ini melengkapi bisnis pengembangan kawasan dengan menyediakan fasilitas penunjang bagi penghuni, pekerja, pengunjung, dan pelaku usaha.
Pada Januari–September 2026, pendapatan dari segmen hunian mencapai Rp30,99 miliar, penyewaan Rp15,02 miliar, dan hotel Rp12,82 miliar. Kontribusinya masih jauh lebih kecil dibandingkan bisnis kawasan industri.
Baca Juga: GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja
Manajemen dan Pemegang Saham DMAS
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 serta hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 15 Juni 2026, susunan direksi dan komisaris DMAS adalah sebagai berikut.
1. Dewan Direksi
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Hongky Jeffry Nantung | Presiden Direktur |
| Atsushi Uehara | Wakil Presiden Direktur |
| Monik William | Direktur |
| Tondy Suwanto | Direktur |
2. Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Teky Mailoa | Presiden Komisaris |
| Hermawan Wijaya | Wakil Presiden Komisaris |
| Masayoshi Hirose | Wakil Presiden Komisaris |
| Seiji Itagaki | Komisaris |
| Teddy Pawitra | Komisaris Independen |
| Susiyati Bambang Hirawan | Komisaris Independen |
| Irhoan Tanudiredja | Komisaris Independen |
Dalam struktur kepemilikan saham, PT Sumber Arusmulia merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali DMAS dengan kepemilikan 57,28%. Sementara itu, Sojitz Corporation memiliki 25% saham perseroan. Sisa saham dimiliki pemegang saham lainnya.
Baca Juga: AUTO Tebar Dividen Interim Rp349 Miliar, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkini
Kinerja Keuangan DMAS Terbaru
Mengutip data BEI, kinerja keuangan DMAS meningkat tajam selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan usaha mencapai Rp2,65 triliun, meningkat menjadi sekitar 3,4 kali pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp780 miliar.
Berikut ringkasan kinerja yang dilaporkan untuk sembilan bulan pertama 2026.
| Indikator | Januari–September 2026 |
|---|---|
| Pendapatan usaha | Rp2,65 triliun |
| Pendapatan segmen industri | Rp2,54 triliun |
| Laba kotor | Rp1,62 triliun |
| Laba bersih | Rp1,49 triliun |
| Total aset per 30 September 2026 | Rp8,44 triliun |
| Kas dan setara kas | Rp1,8 triliun |
| Total liabilitas | Rp1,13 triliun |
| Total ekuitas | Rp7,31 triliun |
Laba kotor DMAS meningkat dari sekitar Rp545 miliar menjadi Rp1,62 triliun. Marjin laba kotor tercatat sekitar 61%, sedangkan marjin laba bersih mencapai sekitar 56%. Angka tersebut menunjukkan tingginya kontribusi penjualan lahan industri terhadap pendapatan dan laba perseroan pada periode tersebut.
Dari sisi neraca, aset perseroan per 30 September 2026 mencapai Rp8,44 triliun, naik sekitar 19% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun. Kas dan setara kas meningkat menjadi Rp1,8 triliun dari Rp377 miliar pada akhir 2025. Perseroan juga dilaporkan tidak memiliki utang, meskipun tetap mencatatkan liabilitas dalam laporan keuangannya.
Baca Juga: Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten TPIA, Lini Bisnis, dan Kinerjanya
Jadwal Dividen Interim DMAS 2026
Direksi DMAS menetapkan pembagian dividen interim pada 19 Oktober 2026 dan memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Total dividen yang disiapkan mencapai Rp1.397.745.221.900 atau sekitar Rp1,397 triliun, setara Rp29 per saham. Pembayaran dijadwalkan pada November 2026.
Berikut jadwal pembagian dividen interim DMAS:
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividen pasar reguler dan negosiasi | 28 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar reguler dan negosiasi | 29 Oktober 2026 |
| Cum dividen pasar tunai | 30 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar tunai | 2 November 2026 |
| Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) | 30 Oktober 2026 |
| Pembayaran dividen | 13 November 2026 |
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang tercatat sesuai ketentuan pada tanggal pencatatan. Investor perlu memperhatikan jadwal cum dividen dan ex dividen berdasarkan mekanisme penyelesaian transaksi di pasar modal.
Tonton: KPK Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut, Tersangka Baru Diperiksa!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News