Update 82 Saham HSC BEI per 27 Oktober 2026: Ada TFCO dan FILM Masuk ke Daftar

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:14 WIB
Update 82 Saham HSC BEI per 27 Oktober 2026: Ada TFCO dan FILM Masuk ke Daftar

ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi. Hingga 22 Oktober 2026, terdapat 82 emiten yang masuk dalam daftar tersebut, mencerminkan hasil evaluasi lanjutan terhadap struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat.

Pembaruan ini menjadi perhatian investor karena mencakup sejumlah emiten yang dikenal di pasar modal Indonesia. Dua perkembangan penting dalam daftar terbaru adalah masuknya kembali PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan penambahan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO).

Berdasarkan data BEI, FILM kembali dikategorikan sebagai saham HSC setelah BEI menelaah transaksi yang menyebabkan penurunan konsentrasi kepemilikannya. Sementara itu, TFCO masuk dalam daftar karena 99,70% sahamnya dikuasai oleh segelintir pihak secara agregat.

Baca Juga: Update 56 Saham HSC BEI per 18 Agustus 2026: MDIA Masuk ke Dalam Daftar

Apa Itu Saham HSC?

High Shareholding Concentration merupakan kategori yang digunakan BEI untuk mengidentifikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi pada pihak-pihak tertentu. Informasi ini memberikan gambaran mengenai struktur kepemilikan saham suatu emiten dan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi investor dalam menilai risiko investasi.

Konsentrasi kepemilikan yang tinggi dapat berkaitan dengan terbatasnya saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara luas di pasar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi likuiditas transaksi dan membuat harga saham lebih sensitif terhadap aktivitas jual beli.

Meski demikian, status HSC tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu emiten melakukan pelanggaran peraturan pasar modal. BEI juga menegaskan bahwa pengumuman kategori tersebut merupakan informasi mengenai struktur kepemilikan saham, bukan pernyataan bahwa perusahaan bersangkutan telah melanggar ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Ada 3 Emiten Pendatang Baru, Ini Daftar 54 Saham HSC BEI per 6 Agustus 2026

Mengapa Jumlah Saham HSC Mencapai 82 Emiten?

Bertambahnya jumlah saham HSC berkaitan dengan evaluasi BEI terhadap struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat. 

Dalam pembaruan periode Oktober 2026, BEI memperluas cakupan evaluasi menggunakan indikator price impact ratio dan menurunkan batas kapitalisasi pasar saham yang dievaluasi menjadi di atas Rp5 triliun, dari sebelumnya Rp10 triliun.

Selain perubahan cakupan evaluasi, penelaahan terhadap transaksi kepemilikan saham juga memengaruhi daftar tersebut.

Kasus FILM menjadi salah satu contohnya karena penurunan konsentrasi kepemilikan yang semula menjadi dasar pengeluaran saham tersebut dari daftar ternyata berkaitan dengan transaksi repurchase agreement (repo).

Dengan demikian, perubahan daftar HSC tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya emiten baru, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh hasil evaluasi lanjutan atas struktur kepemilikan saham yang sudah ada.

Baca Juga: Daftar Saham HSC BEI Memanjang: Cek Rekomendasi Saham yang Masih Menarik Dilirik

No. Kode Saham Nama Emiten
1 MPRO PT Maha Properti Indonesia Tbk
2 DCII PT DCI Indonesia Tbk
3 BBSI PT Krom Bank Indonesia Tbk
4 PGUN PT Pradiksi Gunatama Tbk
5 POLU PT Golden Flower Tbk
6 SOHO PT Soho Global Health Tbk
7 BNLI PT Bank Permata Tbk
8 YUPI PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk
9 ROCK PT Rockfields Properti Indonesia Tbk
10 PRAY PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
11 BTPN PT Bank SMBC Indonesia Tbk
12 FAPA PT FAP Agri Tbk
13 IFSH PT Ifishdeco Tbk
14 SMAR PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
15 MLPT PT Multipolar Technology Tbk
16 CMNT PT Cemindo Gemilang Tbk
17 GEMS PT Golden Energy Mines Tbk
18 LIFE PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
19 BNII PT Bank Maybank Indonesia Tbk
20 ELPI PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
21 MCOL PT Prima Andalan Mandiri Tbk
22 BYAN PT Bayan Resources Tbk
23 KING PT Hoffmen Cleanindo Tbk
24 SOTS PT Satria Mega Kencana Tbk
25 DNET PT Indoritel Makmur Internasional Tbk
26 RISE PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
27 AGII PT Samator Indo Gas Tbk
28 ALII PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
29 DGWG PT Delta Giri Wacana Tbk
30 BREN PT Barito Renewables Energy Tbk
31 SRAJ PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
32 MKPI PT Metropolitan Kentjana Tbk
33 SILO PT Siloam International Hospitals Tbk
34 HATM PT Habco Trans Maritima Tbk
35 TBIG PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
36 WBSA PT BSA Logistics Indonesia Tbk
37 DSSA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
38 MEGA PT Bank Mega Tbk
39 MORA PT Ekamas Mora Republik Tbk
40 RLCO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk
41 KONI PT Perdana Bangun Pusaka Tbk
42 FITT PT Hotel Fitra International Tbk
43 STTP PT Siantar Top Tbk
44 BINA PT Bank Ina Perdana Tbk
45 SATU PT Kota Satu Properti Tbk
46 TCPI PT Transcoal Pacific Tbk
47 BELI PT Global Digital Niaga Tbk
48 MGRO PT Mahkota Group Tbk
49 SSMS PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
50 BBHI PT Allo Bank Indonesia Tbk
51 CMNP PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
52 AGAR PT Asia Sejahtera Mina Tbk
53 ALKA PT Alakasa Industrindo Tbk
54 BKDP PT Bukit Darmo Property Tbk
55 BAJA PT Saranacentral Bajatama Tbk
56 MDIA PT Intermedia Capital Tbk
57 BDKR PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk
58 SAFE PT Steady Safe Tbk
59 NICK PT Charnic Capital Tbk
60 MSJA PT Multi Spunindo Jaya Tbk
61 BIKE PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk
62 INDO PT Royalindo Investa Wijaya Tbk
63 BSWD PT Bank of India Indonesia Tbk
64 PSAB PT J Resources Asia Pasifik Tbk
65 SMMT PT Golden Eagle Energy Tbk
66 CITA PT Cita Mineral Investindo Tbk
67 BMAS PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk
68 MTEL PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
69 ADES PT Akasha Wira International Tbk
70 SAME PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk
71 BBMD PT Bank Mestika Dharma Tbk
72 SHIP PT Sillo Maritime Perdana Tbk
73 BALI PT Bali Towerindo Sentra Tbk
74 INPP PT Indonesian Paradise Property Tbk
75 EPMT PT Enseval Putera Megatrading Tbk
76 DUTI PT Duta Pertiwi Tbk
77 MAYA PT Bank Mayapada Internasional Tbk
78 CLAY PT Citra Putra Realty Tbk
79 TMAS PT Temas Tbk
80 DMND PT Diamond Food Indonesia Tbk
81 FILM PT MD Entertainment Tbk
82 TFCO PT Tifico Fiber Indonesia Tbk

Daftar tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk energi, perbankan, teknologi, properti, kesehatan, dan barang konsumsi. Investor dapat menggunakan informasi HSC sebagai salah satu bahan analisis untuk memahami struktur kepemilikan serta potensi risiko likuiditas saham.

Tonton: Hercules Murka! Rusun 1.000 Unit di Tanah Abang Terancam Sengketa Tanah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru