Bursa

Ada 3 Emiten Pendatang Baru, Ini Daftar 54 Saham HSC BEI per 6 Agustus 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:19 WIB
Diperbarui Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Ada 3 Emiten Pendatang Baru, Ini Daftar 54 Saham HSC BEI per 6 Agustus 2026

ILUSTRASI. Berikut ini pembaruan daftar 53 Saham Terkonsentrasi Tinggi atau HSC oleh BEI per 6 Agustus 2026. Investor wajib memantau  ()


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak pembaruan saham berkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) di BEI per 6 Agustus 2026. Daftar Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC).

Per 6 Agustus 2026, jumlah saham yang masuk kategori HSC bertambah dari 51 menjadi 54 emiten setelah masuknya 3 perusahaan baru.

Penambahan dua emiten tersebut didasarkan pada evaluasi struktur kepemilikan saham per 31 Juli 2026.

BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menilai kedua saham memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi, sehingga layak dimasukkan ke dalam daftar HSC.

Baca Juga: Cek Struktur Kepemilikan BACH Pasca Diakusisi Grup Djarum dan Kinerja Sahamnya

AGAR dan ALKA Resmi Masuk Daftar HSC

Melansir laman BEI, 2 emiten yang baru masuk dalam daftar HSC adalah:

Kode Emiten Konsentrasi Kepemilikan
AGAR PT Asia Sejahtera Mina Tbk 99,32%
ALKA PT Alakasa Industrindo Tbk 98,21%
BKDP PT Bukit Darmo Property Tbk 95,45%

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar saham AGAR, ALKA, dan BKDP dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu, sehingga porsi saham yang beredar di publik relatif terbatas.

Apa Itu High Shareholding Concentration (HSC)?

Melansir laman BEI, High Shareholding Concentration (HSC) merupakan daftar yang diterbitkan BEI untuk memberikan informasi mengenai emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.

Penetapan status HSC dilakukan berdasarkan metodologi penghitungan struktur kepemilikan saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Daftar ini bertujuan meningkatkan transparansi kepada investor mengenai karakteristik kepemilikan suatu emiten.

Penting dipahami bahwa status HSC bukan merupakan sanksi, bukan pula menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal. Sebaliknya, daftar tersebut hanya menjadi informasi tambahan yang dapat digunakan investor saat melakukan analisis investasi.

Namun demikian, status HSC tidak dapat dijadikan indikator untuk membeli maupun menjual saham. Investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan, valuasi, prospek bisnis, kondisi industri, hingga likuiditas perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Saham DOOH Punya Pengendali Baru, Cek Profil hingga Kinerja Emiten Terbaru

Kini Ada 55 Saham Berstatus HSC

Dengan bergabungnya AGAR, ALKA, dan BKDP, maka jumlah emiten yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration meningkat menjadi 54 saham.

Pembaruan ini merupakan bagian dari upaya BEI dalam meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia sehingga investor memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan setiap emiten.

Berikut tabel 54 saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) berdasarkan pembaruan Bursa Efek Indonesia (BEI).

No Kode Saham Nama Emiten Status Agustus 2026
1 AGAR PT Asia Sejahtera Mina Tbk Baru Masuk
2 ALKA PT Alakasa Industrindo Tbk Baru Masuk
3 BKDP PT Bukit Darmo Property Tbk Baru Masuk
4 APEX PT Apexindo Pratama Duta Tbk Tetap HSC
5 BDKR PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk Tetap HSC
6 BELL PT Trisula Textile Industries Tbk Tetap HSC
7 BESS PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk Tetap HSC
8 BGTG PT Bank Ganesha Tbk Tetap HSC
9 BIPP PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk Tetap HSC
10 BNBA PT Bank Bumi Arta Tbk Tetap HSC
11 BOBA PT Formosa Ingredient Factory Tbk Tetap HSC
12 BSBK PT Wulandari Bangun Laksana Tbk Tetap HSC
13 BTEK PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk Tetap HSC
14 CBPE PT Citra Buana Prasida Tbk Tetap HSC
15 CNMA PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk Tetap HSC
16 DADA PT Diamond Citra Propertindo Tbk Tetap HSC
17 DEPO PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk Tetap HSC
18 DIVA PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk Tetap HSC
19 ENZO PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk Tetap HSC
20 FAST PT Fast Food Indonesia Tbk Tetap HSC
21 FILM PT MD Pictures Tbk Tetap HSC
22 FISH PT FKS Multi Agro Tbk Tetap HSC
23 GEMA PT Gema Grahasarana Tbk Tetap HSC
24 GTRA PT Graha Transmarindo Tbk Tetap HSC
25 HITS PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk Tetap HSC
26 HRTA PT Hartadinata Abadi Tbk Tetap HSC
27 IKPM PT Ikapharmindo Putramas Tbk Tetap HSC
28 IMPC PT Impack Pratama Industri Tbk Tetap HSC
29 INCF PT Indo Komoditi Korpora Tbk Tetap HSC
30 INET PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk Tetap HSC
31 INPS PT Indah Prakasa Sentosa Tbk Tetap HSC
32 ISAP PT Isra Presisi Indonesia Tbk Tetap HSC
33 JARR PT Jhonlin Agro Raya Tbk Tetap HSC
34 KICI PT Kedaung Indah Can Tbk Tetap HSC
35 LABA PT Green Power Group Tbk Tetap HSC
36 LION PT Lion Metal Works Tbk Tetap HSC
37 LMPI PT Langgeng Makmur Industri Tbk Tetap HSC
38 MBMA PT Merdeka Battery Materials Tbk Tetap HSC
39 MERI PT Merry Riana Edukasi Tbk Tetap HSC
40 MKNT PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk Tetap HSC
41 MTFN PT Capitalinc Investment Tbk Tetap HSC
42 NAIK PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tetap HSC
43 NICE PT Adhi Kartiko Pratama Tbk Tetap HSC
44 NOBU PT Bank Nationalnobu Tbk Tetap HSC
45 OMED PT Jayamas Medica Industri Tbk Tetap HSC
46 PAMG PT Bima Sakti Pertiwi Tbk Tetap HSC
47 PNLF PT Panin Financial Tbk Tetap HSC
48 PRAY PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk Tetap HSC
49 RMKE PT RMK Energy Tbk Tetap HSC
50 SKBM PT Sekar Bumi Tbk Tetap HSC
51 SSTM PT Sunson Textile Manufacturer Tbk Tetap HSC
52 TMAS PT Temas Tbk Tetap HSC
53 VINS PT Victoria Insurance Tbk Tetap HSC
54 WAPO PT Wahana Pronatural Tbk Tetap HSC

Demikian informasi mengenai pembaruan saham berkonsentrasi Tinggi (HSC) di BEI per 6 Agustus 2026.

Tonton: Tito Tegas! Pemda Diminta Hemat Dulu Sebelum Minta Tambahan Dana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru