Cek Struktur Kepemilikan BACH Pasca Diakusisi Grup Djarum dan Kinerja Sahamnya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:04 WIB
Cek Struktur Kepemilikan BACH Pasca Diakusisi Grup Djarum dan Kinerja Sahamnya

ILUSTRASI. IHSG (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil saham BACH yang menjadi sorotan pasca akusisi oleh Grup Djarum. PT Bach Multi Global Tbk (kode saham: BACH) merupakan emiten yang bergerak di bidang penjualan, penyewaan genset (generator set), serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Yang membuat IPO BACH menjadi sorotan adalah bergabungnya perusahaan ini ke dalam ekosistem Grup Djarum setelah proses pengalihan saham pengendali selesai dilakukan.

Lalu, seperti apa struktur kepemilikan saham dari BACH? Cek informasi mengenai emiten ini.

Baca Juga: Aksi Pindah Kantong Kepemilikan oleh Grup Djarum, Prospek Saham DATA Jadi Kian Harum?

Profil Perusahaan

Melansir laman BEI, Bach Multi Global memulai bisnis sebagai distributor genset untuk mendukung kebutuhan pasokan listrik, khususnya di sektor telekomunikasi.

Seiring berkembangnya industri digital, Perseroan memperluas usahanya ke jasa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

BACH merupakan agen tunggal (sole distributor) genset Himoinsa di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga memasarkan berbagai merek genset lainnya dengan kapasitas mulai dari sekitar 7 kVA hingga 3.000 kVA untuk kebutuhan industri, telekomunikasi, perbankan, pusat data, hingga sektor komersial.

Di sisi jasa telekomunikasi, Perseroan menyediakan layanan konstruksi, instalasi, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi yang melayani operator seluler maupun perusahaan infrastruktur digital.

Baca Juga: Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam

Akuisisi oleh Grup Djarum

Keterkaitan BACH dengan Grup Djarum bermula ketika PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), anak usaha PT iForte Solusi Infotek, masuk sebagai pemegang saham. iForte sendiri merupakan bagian dari ekosistem Grup Djarum melalui bisnis infrastruktur digital.

Sebelum IPO, pemegang saham utama BACH terdiri atas:

  • PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI): 61,55%
  • PT Global Telekomunikasi Prima (GTP): 30,00%
  • Pemegang saham lainnya: 8,45%.

Berdasarkan perjanjian opsi (option agreement) yang ditandatangani pada Januari 2026, BMSI wajib mengalihkan sebagian besar kepemilikannya kepada GTP setelah perusahaan resmi tercatat di BEI.

Setelah transaksi tersebut efektif, GTP menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 51%, sehingga PT Bach Multi Global Tbk resmi bergabung ke dalam Grup Djarum.

Baca Juga: Saham ASII Melawan Arus; Saat Investor Asing Getol Jualan, Harganya Malah Mendaki

Struktur Kepemilikan Baru

Pemegang Saham Kepemilikan
PT Global Telekomunikasi Prima (Grup Djarum) 51,00%
PT Bach Multi Sukses Investama 26,76%
Masyarakat dan pemegang saham lainnya 22,24%

Komposisi tersebut mencerminkan posisi setelah pelaksanaan pengalihan saham pengendali kepada PT Global Telekomunikasi Prima.

Baca Juga: Menjala Cuan dari Saham Indeks Utama

Kinerja Saham

Saham BACH resmi tercatat di BEI pada 8 Juli 2026 dengan harga IPO Rp442 per saham. Saham BACH sempat ditutup di level Auto Rejection Atas (ARA) Rp1.030/saham pada Senin, 3 Agustus 2026.

Mengutip data BEI, pada sesi 1 perdagangan hari Rabu (5/8) harga saham BCA turun menuju ke Rp740/saham atau 14,45% (-125,00).

Tingginya minat investor didorong oleh prospek bisnis Perseroan serta statusnya sebagai bagian dari ekosistem Grup Djarum.

Demikian informasi mengenai profil saham BACH yang menjadi sorotan pasca akusisi oleh Grup Djarum.

Tonton: Laba Aramco Melonjak 44%! Perang Iran Dongkrak Harga Minyak, Jalur Ekspor Saudi Terancam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru