Tebar Dividen Interim Rp333,11 Miliar, Periksa Profil Emiten CNMA dan Kinerja Terbaru

Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:12 WIB
Tebar Dividen Interim Rp333,11 Miliar, Periksa Profil Emiten CNMA dan Kinerja Terbaru

ILUSTRASI. Cinema XXI Buka Bioskop Baru di Agora Mall, Thamrin Nine Hadirkan Studio IMAX with Laser Pertama di (Dok/PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (Cinema XXI))


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, kembali membagikan dividen interim kepada pemegang saham untuk tahun buku 2026. Perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp333,11 miliar atau Rp4 per saham, berdasarkan keputusan Direksi yang telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 27 Oktober 2026.

Pembagian dividen ini dilakukan di tengah kinerja operasional Cinema XXI yang masih ditopang oleh penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman, serta pengembangan sumber pendapatan lain melalui periklanan dan platform digital.

Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III 2026, CNMA mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp416,3 miliar. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp1,2 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Profil Emiten IMPC dan Kinerja Terkini

Jadwal Dividen Interim Saham CNMA 2026

CNMA membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp4 per saham. Total dividen yang disiapkan mencapai sekitar Rp333,11 miliar, dengan sumber dana yang didukung oleh kinerja keuangan perseroan.

Berikut jadwal pembagian dividen interim CNMA:

Keterangan Tanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 6 November 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 9 November 2026
Cum dividen pasar tunai 10 November 2026
Ex dividen pasar tunai 11 November 2026
Recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham 10 November 2026
Pembayaran dividen 19 November 2026
Nilai dividen per saham Rp4
Total dividen interim Sekitar Rp333,11 miliar

Jadwal tersebut mengacu pada informasi pembagian dividen interim CNMA yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2026. Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan recording date untuk mengetahui apakah saham yang dimiliki memenuhi syarat menerima pembagian dividen.

Mengutip data IPOT, saham CNMA alami kenaikan ke Rp76/saham atau naik 5,56% (+4,00) pada sesi 1 hari ini Jumat (30/10).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai saham industri hiburan selengkapnya.

Baca Juga: AUTO Tebar Dividen Interim Rp349 Miliar, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkini

Profil Perusahaan CNMA

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri hiburan, khususnya pengoperasian jaringan bioskop melalui merek Cinema XXI. Perseroan berdiri pada 1988 dan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham CNMA pada 2 Agustus 2023.

Cinema XXI mengembangkan jaringan bioskop dengan berbagai pilihan pengalaman menonton, mulai dari studio reguler hingga layanan premium seperti The Premiere dan IMAX. Selain penjualan tiket, perseroan mengembangkan bisnis makanan dan minuman serta layanan digital untuk mendukung pengalaman pelanggan.

Pada akhir 2025, Cinema XXI mengoperasikan 267 bioskop dengan total 1.388 layar. Jaringan tersebut terus berkembang melalui pembukaan lokasi baru sepanjang 2026.

Baca Juga: DMAS Tebar Dividen Interim Rp1,4 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Kinerjanya

Lini Bisnis CNMA

Kegiatan usaha Cinema XXI tidak hanya bergantung pada penjualan tiket film. Perseroan memiliki beberapa sumber pendapatan yang saling melengkapi.

1. Penjualan Tiket Bioskop

Penjualan tiket merupakan bisnis utama CNMA. Pendapatan berasal dari penayangan film nasional dan internasional di jaringan Cinema XXI.

Perseroan juga menyediakan layanan pemesanan tiket secara daring melalui platform m.tix. Selain studio reguler, Cinema XXI menawarkan pengalaman menonton premium melalui The Premiere dan IMAX yang dapat mendukung peningkatan rata-rata harga tiket.

Hingga kuartal III 2026, penjualan tiket bioskop menyumbang sekitar Rp2,5 triliun atau 59,1% dari total pendapatan perseroan.

2. Makanan dan Minuman

Bisnis makanan dan minuman atau food and beverages (F&B) menjadi sumber pendapatan penting berikutnya. Produk dijual melalui berbagai gerai, termasuk XXI Café, The Premiere Café, dan XXI Lounge.

Perseroan juga menyediakan layanan pemesanan makanan melalui m.food yang terintegrasi dengan platform digital Cinema XXI.

Hingga kuartal III 2026, pendapatan dari segmen F&B mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau 34,7% dari total pendapatan. Kinerja segmen ini turut dipengaruhi oleh jumlah penonton dan rata-rata pengeluaran makanan serta minuman per pelanggan.

3. Periklanan dan Platform Digital

Cinema XXI mengembangkan sumber pendapatan di luar penjualan tiket dan F&B melalui periklanan, platform digital, serta penyelenggaraan acara.

Jaringan bioskop yang tersebar di berbagai wilayah memberi peluang bagi perusahaan untuk menawarkan ruang promosi kepada pengiklan. Sementara itu, platform digital mendukung layanan pelanggan dan pengembangan transaksi yang berkaitan dengan kegiatan operasional bioskop.

Pada kuartal III 2026, pendapatan lainnya, termasuk periklanan dan platform digital, meningkat 59,1% secara tahunan. Kontribusinya mencapai 6,5% dari total pendapatan kuartalan, naik dari 4,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim Rp595 Miliar, Cek Profil AMRT dan Kinerja Terkini

Susunan Direksi dan Komisaris CNMA

Berdasarkan susunan pengurus yang diberitakan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 6 April 2026, berikut jajaran manajemen PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk.

1. Direksi

Nama Jabatan
Suryo Suherman Direktur Utama
Arif Suherman Direktur
Tri Rudy Anitio Direktur
Dody Suhartono Direktur

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan
Ongki Wanadjati Dana Komisaris Utama/Komisaris Independen
Melia Suherman Komisaris
Harris Lasmana Komisaris
Sacheen Harris Lasmana Komisaris
Ariani Vidya Sofjan Komisaris Independen
Edwin Surya Winarta Komisaris

Susunan tersebut mencerminkan jajaran pengurus yang dilaporkan setelah RUPST pada April 2026. Untuk kepentingan publikasi, investor tetap dapat memeriksa keterbukaan informasi terbaru apabila terdapat perubahan susunan pengurus setelah tanggal tersebut.

Baca Juga: Bagikan Dividen Interim Rp 300 Miliar, Intip Profil SIDO hingga Kinerja Terbaru

Kinerja Keuangan CNMA Terbaru

Mengutip data BEI, kinerja keuangan CNMA hingga kuartal III 2026 menunjukkan bahwa pendapatan perseroan masih ditopang oleh bisnis inti bioskop dan F&B. Berikut ringkasan kinerja keuangan yang dilaporkan untuk sembilan bulan pertama 2026.

Indikator Kinerja hingga Kuartal III 2026
Pendapatan Rp4,2 triliun
Laba bersih Rp416,3 miliar
EBITDA Rp1,2 triliun
Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp931,4 miliar
Pendapatan penjualan tiket Sekitar Rp2,5 triliun
Pendapatan F&B Sekitar Rp1,4 triliun

Baca Juga: GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja

Kinerja Kuartal III 2026

Pada periode Juli–September 2026, pendapatan Cinema XXI mencapai sekitar Rp1,5 triliun, tumbuh 7,5% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh segmen makanan dan minuman. Pendapatan F&B meningkat 13,9% secara tahunan, sementara rata-rata belanja F&B per penonton naik 15,8%.

Dari sisi tiket, pendapatan relatif stabil dengan kenaikan rata-rata harga tiket sebesar 2% dibandingkan kuartal III 2025. Peningkatan okupansi studio premium seperti The Premiere dan IMAX turut mendukung pergerakan harga tiket rata-rata.

EBITDA kuartal III 2026 juga meningkat 14% secara tahunan. Margin EBITDA naik menjadi 32,1%, dibandingkan 30,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan pengelolaan operasional berkontribusi terhadap peningkatan kinerja kuartalan.

Perkembangan Jaringan Bioskop

Cinema XXI juga melanjutkan ekspansi jaringan sepanjang 2026. Hingga 29 Oktober 2026, perseroan mengoperasikan 271 lokasi bioskop dengan total 1.402 layar yang tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.

Penambahan lokasi memperluas jangkauan layanan dan berpotensi meningkatkan jumlah penonton. Namun, hasil ekspansi tetap bergantung pada tingkat okupansi, pilihan film yang ditayangkan, daya beli masyarakat, serta kemampuan perusahaan mengendalikan biaya operasional.

Tonton: Bahlil Bongkar Dugaan Permainan LNG, Ekspor Gas RI Dipangkas 8%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru