Rugi Bersih Rp885,89 Miliar Q3 2026, Cek Profil BUKA hingga Kinerja Bisnisnya

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:04 WIB
Rugi Bersih Rp885,89 Miliar Q3 2026, Cek Profil BUKA hingga Kinerja Bisnisnya

ILUSTRASI. BUKALAPAK (BUKA) (Dok/Bukalapak)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) merilis laporan keuangan kuartal III 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan, tetapi kembali mengalami kerugian bersih. Hingga akhir September 2026, emiten teknologi yang dikenal melalui platform Bukalapak tersebut membukukan pendapatan Rp5,64 triliun, meningkat 19,34% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Di sisi lain, BUKA mencatatkan rugi bersih Rp885,89 miliar, berbalik dari laba bersih Rp2,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian tersebut terutama berkaitan dengan perubahan hasil investasi, meskipun indikator operasional perusahaan menunjukkan perbaikan.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan laba bersih. Karena itu, investor perlu mencermati perubahan model bisnis Bukalapak, kontribusi setiap segmen usaha, serta faktor yang memengaruhi profitabilitas perseroan.

Mengutip data IPOT, saham BUKA naik tipis ke Rp103/saham atau menghijau 0,98% pada sesi 1 hari Selasa (27/10).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini bisnis hingga kinerja dari BUKA.

Baca Juga: Dividen Jumbo INDF Segera Cum Date, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Profil Emiten BUKA

PT Bukalapak.com Tbk merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan bisnis perdagangan digital dan berbagai layanan berbasis platform. Perusahaan ini dikenal luas melalui marketplace Bukalapak, yang dahulu menjadi salah satu platform e-commerce utama di Indonesia.

Dalam perkembangannya, Bukalapak melakukan perubahan strategi bisnis dengan memperkuat segmen yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan potensi profitabilitas, termasuk penjualan produk virtual atau gaming, layanan Mitra Bukalapak, dan investasi melalui BMoney.

Perubahan tersebut membuat sumber pendapatan perusahaan semakin bergantung pada kinerja segmen-segmen di luar perdagangan barang fisik melalui marketplace. Dengan demikian, analisis saham BUKA perlu mempertimbangkan perkembangan bisnis digitalnya secara keseluruhan, bukan hanya aktivitas marketplace.

Baca Juga: Lanjutkan Pergerakan ARA, Cek Profil Saham POLA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru

Lini Bisnis Bukalapak

Bukalapak mengembangkan sejumlah segmen usaha yang berkontribusi terhadap pendapatan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan sembilan bulan pertama 2026, segmen gaming menjadi penyumbang pendapatan terbesar, sedangkan beberapa segmen lain mengalami penurunan.

Segmen gaming mencatatkan pendapatan Rp4,88 triliun, meningkat 26,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,85 triliun. Pertumbuhan ini menjadikannya motor utama pendapatan Bukalapak.

Sebaliknya, segmen Mitra Bukalapak atau online-to-offline (O2O) membukukan pendapatan Rp483,56 miliar, turun 20,20% dari Rp605,96 miliar. Segmen ritel juga turun 8,01% menjadi Rp208,59 miliar dari Rp226,75 miliar.

Sementara itu, pendapatan segmen investasi meningkat 57,34% menjadi Rp67,24 miliar, dibandingkan Rp42,73 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen Bisnis

Kegiatan Usaha

Pendapatan Januari–September 2026

Gaming

Penjualan produk dan layanan digital untuk kebutuhan permainan, termasuk voucher gim

Rp4,88 triliun

Mitra Bukalapak (O2O)

Layanan digital bagi warung dan mitra usaha

Rp483,56 miliar

Ritel

Penjualan produk melalui kegiatan usaha ritel

Rp208,59 miliar

Investasi

Layanan investasi digital, termasuk melalui BMoney

Rp67,24 miliar

Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Cek Profil Emiten KIJA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru Q2 2026

Kinerja Keuangan BUKA Kuartal III 2026

Melansir laman BUKA, berikut ringkasan kinerja keuangan Bukalapak selama Januari–September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indikator

Jan–Sep 2026

Jan–Sep 2025

Pendapatan bersih

Rp5,64 triliun

Rp4,73 triliun

Beban pokok pendapatan

Rp5,18 triliun

Rp4,35 triliun

Laba kotor

Rp459 miliar

Rp376 miliar

Laba (rugi) usaha

Rugi Rp1,13 triliun

Laba Rp2,32 triliun

Laba (rugi) bersih

Rugi Rp885,89 miliar

Laba Rp2,91 triliun

Adjusted EBITDA

Positif Rp11 miliar

Negatif Rp53 miliar

Baca Juga: Dividen Mini IRSX Cair Juni 2026: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Pendapatan naik 19,34%

BUKA membukukan pendapatan Rp5,64 triliun, naik 19,34% dari Rp4,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen gaming yang menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan.

Namun, kenaikan pendapatan juga diikuti peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 19,12% menjadi Rp5,18 triliun dari Rp4,35 triliun. Akibatnya, ruang pertumbuhan laba kotor relatif terbatas dibandingkan kenaikan pendapatan.

Laba kotor perseroan tercatat Rp459 miliar, meningkat dari Rp376 miliar pada Januari–September 2025.

Berbalik rugi akibat penurunan nilai investasi

Di tengah pertumbuhan pendapatan, BUKA mengalami perubahan signifikan pada laba usaha dan laba bersih. Perseroan mencatat rugi usaha Rp1,13 triliun, berbalik dari laba usaha Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BUKA mencatatkan rugi investasi Rp2,03 triliun, sedangkan pada Januari–September 2025 perusahaan membukukan laba investasi Rp2,32 triliun.

Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kerugian bersih Rp885,89 miliar, dibandingkan laba bersih Rp2,91 triliun pada periode sebelumnya.

Dengan demikian, perubahan laba bersih tidak semata-mata mencerminkan perkembangan pendapatan operasional, tetapi juga dipengaruhi hasil investasi.

Tonton: Dana MBG Tak Cair, BGN Ungkap 3 Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru