KONTAN.CO.ID - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) merilis laporan keuangan kuartal III 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan, tetapi kembali mengalami kerugian bersih. Hingga akhir September 2026, emiten teknologi yang dikenal melalui platform Bukalapak tersebut membukukan pendapatan Rp5,64 triliun, meningkat 19,34% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Di sisi lain, BUKA mencatatkan rugi bersih Rp885,89 miliar, berbalik dari laba bersih Rp2,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian tersebut terutama berkaitan dengan perubahan hasil investasi, meskipun indikator operasional perusahaan menunjukkan perbaikan.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan laba bersih. Karena itu, investor perlu mencermati perubahan model bisnis Bukalapak, kontribusi setiap segmen usaha, serta faktor yang memengaruhi profitabilitas perseroan.
Mengutip data IPOT, saham BUKA naik tipis ke Rp103/saham atau menghijau 0,98% pada sesi 1 hari Selasa (27/10).
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini bisnis hingga kinerja dari BUKA.
Baca Juga: Dividen Jumbo INDF Segera Cum Date, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Profil Emiten BUKA
PT Bukalapak.com Tbk merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan bisnis perdagangan digital dan berbagai layanan berbasis platform. Perusahaan ini dikenal luas melalui marketplace Bukalapak, yang dahulu menjadi salah satu platform e-commerce utama di Indonesia.
Dalam perkembangannya, Bukalapak melakukan perubahan strategi bisnis dengan memperkuat segmen yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan potensi profitabilitas, termasuk penjualan produk virtual atau gaming, layanan Mitra Bukalapak, dan investasi melalui BMoney.
Perubahan tersebut membuat sumber pendapatan perusahaan semakin bergantung pada kinerja segmen-segmen di luar perdagangan barang fisik melalui marketplace. Dengan demikian, analisis saham BUKA perlu mempertimbangkan perkembangan bisnis digitalnya secara keseluruhan, bukan hanya aktivitas marketplace.
Baca Juga: Lanjutkan Pergerakan ARA, Cek Profil Saham POLA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru
Lini Bisnis Bukalapak
Bukalapak mengembangkan sejumlah segmen usaha yang berkontribusi terhadap pendapatan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan sembilan bulan pertama 2026, segmen gaming menjadi penyumbang pendapatan terbesar, sedangkan beberapa segmen lain mengalami penurunan.
Segmen gaming mencatatkan pendapatan Rp4,88 triliun, meningkat 26,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,85 triliun. Pertumbuhan ini menjadikannya motor utama pendapatan Bukalapak.
Sebaliknya, segmen Mitra Bukalapak atau online-to-offline (O2O) membukukan pendapatan Rp483,56 miliar, turun 20,20% dari Rp605,96 miliar. Segmen ritel juga turun 8,01% menjadi Rp208,59 miliar dari Rp226,75 miliar.
Sementara itu, pendapatan segmen investasi meningkat 57,34% menjadi Rp67,24 miliar, dibandingkan Rp42,73 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
|
Segmen Bisnis |
Kegiatan Usaha |
Pendapatan Januari–September 2026 |
|---|---|---|
|
Gaming |
Penjualan produk dan layanan digital untuk kebutuhan permainan, termasuk voucher gim |
Rp4,88 triliun |
|
Mitra Bukalapak (O2O) |
Layanan digital bagi warung dan mitra usaha |
Rp483,56 miliar |
|
Ritel |
Penjualan produk melalui kegiatan usaha ritel |
Rp208,59 miliar |
|
Investasi |
Layanan investasi digital, termasuk melalui BMoney |
Rp67,24 miliar |
Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Cek Profil Emiten KIJA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru Q2 2026
Kinerja Keuangan BUKA Kuartal III 2026
Melansir laman BUKA, berikut ringkasan kinerja keuangan Bukalapak selama Januari–September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
|
Indikator |
Jan–Sep 2026 |
Jan–Sep 2025 |
|---|---|---|
|
Pendapatan bersih |
Rp5,64 triliun |
Rp4,73 triliun |
|
Beban pokok pendapatan |
Rp5,18 triliun |
Rp4,35 triliun |
|
Laba kotor |
Rp459 miliar |
Rp376 miliar |
|
Laba (rugi) usaha |
Rugi Rp1,13 triliun |
Laba Rp2,32 triliun |
|
Laba (rugi) bersih |
Rugi Rp885,89 miliar |
Laba Rp2,91 triliun |
|
Adjusted EBITDA |
Positif Rp11 miliar |
Negatif Rp53 miliar |
Baca Juga: Dividen Mini IRSX Cair Juni 2026: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Pendapatan naik 19,34%
BUKA membukukan pendapatan Rp5,64 triliun, naik 19,34% dari Rp4,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen gaming yang menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan.
Namun, kenaikan pendapatan juga diikuti peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 19,12% menjadi Rp5,18 triliun dari Rp4,35 triliun. Akibatnya, ruang pertumbuhan laba kotor relatif terbatas dibandingkan kenaikan pendapatan.
Laba kotor perseroan tercatat Rp459 miliar, meningkat dari Rp376 miliar pada Januari–September 2025.
Berbalik rugi akibat penurunan nilai investasi
Di tengah pertumbuhan pendapatan, BUKA mengalami perubahan signifikan pada laba usaha dan laba bersih. Perseroan mencatat rugi usaha Rp1,13 triliun, berbalik dari laba usaha Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
BUKA mencatatkan rugi investasi Rp2,03 triliun, sedangkan pada Januari–September 2025 perusahaan membukukan laba investasi Rp2,32 triliun.
Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kerugian bersih Rp885,89 miliar, dibandingkan laba bersih Rp2,91 triliun pada periode sebelumnya.
Dengan demikian, perubahan laba bersih tidak semata-mata mencerminkan perkembangan pendapatan operasional, tetapi juga dipengaruhi hasil investasi.
Tonton: Dana MBG Tak Cair, BGN Ungkap 3 Penyebabnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News