COCO Akuisisi Momogi: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbaru

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:54 WIB
COCO Akuisisi Momogi: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbaru

ILUSTRASI. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) (Dok/COCO)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Intip profil saham COCO yang menjadi perhatian pelaku pasar. Kabar terbaru dari PT Wahana Interfood Nusantara Tbk ini adalah rencana akuisisi produsen makanan ringan Momogi.

Emiten yang dikenal bergerak di industri cokelat dan produk berbasis kakao ini tengah memperluas ekspansi bisnis ke sektor fast moving consumer goods (FMCG) dan snack makanan ringan.

COCO menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) untuk mengambil alih hingga 99,99% saham PT Sari Murni Abadi, perusahaan yang dikenal sebagai produsen makanan ringan Momogi.

Akuisisi dilakukan dari perusahaan asal Singapura, Metaside Global Holding Pte Ltd.

Baca Juga: Saham BCIP Terbang 33% per Senin (4/5): Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Langkah ekspansi tersebut dinilai menjadi upaya perseroan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri makanan dan minuman.

Tercatat, harga saham COCO alami kenaikan rentang 15-19% pada sepekan terakhir (per 8 Mei 2026).

Berikut profil saham COCO, lini usaha, susunan manajemen, hingga perkembangan rencana akuisisi produsen Momogi.

Baca Juga: Masa Depan HOPE: Segera Akuisisi Tambang, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Profil Saham COCO

COCO merupakan emiten sektor makanan dan minuman yang bergerak di industri pengolahan cokelat dan produk berbasis kakao.

Perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 dan dikenal melalui berbagai produk cokelat dengan merek Schoko.

COCO berada dalam kelompok sektor consumer non-cyclicals atau barang konsumsi primer karena produknya berkaitan dengan kebutuhan makanan dan minuman sehari-hari.

Lini Usaha COCO

Kegiatan usaha utama COCO berfokus pada produksi, distribusi, dan penjualan produk berbasis kakao dan cokelat. Perseroan memiliki pasar retail, food service, hingga industri manufaktur makanan.

Beberapa lini bisnis utama COCO meliputi:

1. Produk Cokelat Konsumen

COCO memproduksi berbagai produk cokelat siap konsumsi, seperti:

  • Chocolate bar
  • Minuman cokelat
  • Chocolate spread
  • Filling cokelat
  • Snack berbasis cokelat

Produk tersebut dipasarkan dengan merek seperti Schoko dan D’Lanier.

2. Bahan Baku Industri

Selain produk retail, COCO juga memasok bahan baku untuk industri makanan dan minuman, seperti:

  • Cocoa powder
  • Compound chocolate
  • Couverture chocolate
  • Pasta kakao
  • Filling bakery

Segmen ini menyasar pabrik makanan, bakery, hotel, restoran, dan UMKM kuliner.

3. Ekspor Produk

COCO juga memiliki pasar ekspor ke sejumlah negara Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika. Fokus ekspor menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas pendapatan di luar pasar domestik.

Baca Juga: BEI Awasi UMA Saham ABDA: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Manajemen dan Pengurus Perseroan

COCO dipimpin oleh jajaran manajemen yang berasal dari grup usaha Win&Co Group.

Direksi

Nama Jabatan Terafiliasi
Sugianto Soenario Direktur Utama Ya
Irma Suntita Direktur Ya
Triyanto Sulistyono Direktur Ya

Komisaris

Nama Jabatan Independen
Widjanarko Brotosaputro Komisaris Utama Tidak
Heru Winato Komisaris Ya

Manajemen COCO cukup aktif melakukan strategi ekspansi, termasuk pengembangan produk baru, perluasan pasar, dan aksi korporasi.

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan COCO

Dari sisi keuangan, COCO masih menghadapi tantangan di tengah persaingan industri makanan dan fluktuasi harga bahan baku kakao.

Beberapa poin penting kinerja terbaru:

  • Pendapatan 2025 sekitar Rp 165 miliar dengan naik tipis dibanding tahun sebelumnya
  • Pmembukukan rugi bersih pada tahun 2025 sebesar Rp 250,9 miliar.
  • Kerugian meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang mencetak kerugian sebesar Rp 52,6 miliar
  • Dengan demikian, rugi bersih per saham setara dengan Rp 70,48 per lembar.

Investor pasar modal juga memperhatikan pergerakan saham COCO karena cukup aktif dalam aksi korporasi dan pengembangan bisnis baru.

Tonton: Harga Pertalite Asli Lebih Mahal dari Pertamax? Ini Fakta di Balik “Anomali” BBM RI!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru