POWR Tebar Dividen Rp49,52 per Saham: Cek Profil hingga Kinerja Emiten Listrik Ini

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:29 WIB
POWR Tebar Dividen Rp49,52 per Saham: Cek Profil hingga Kinerja Emiten Listrik Ini

ILUSTRASI. PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) (Dok/POWR)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Mengenal emiten TOWR yang segera membagikan dividen Juni 2026. PT Cikarang Listrindo Tbk atau PT Cikarang Listrindo Tbk menjadi salah satu emiten utilitas yang dikenal rutin membagikan dividen dengan yield relatif tinggi.

Emiten berkode saham POWR ini bergerak di sektor ketenagalistrikan dan memasok listrik bagi kawasan industri di Cikarang serta sejumlah pelanggan industri lainnya di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, POWR kerap masuk radar investor dividen karena konsistensi pembagian dividen tunai yang terbaru pada Juni 2026.

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Untuk pembagian dividen 2026, POWR tercatat memiliki dividend Rp49,52 per saham atau sekitar Rp 785 miliar.

Jadwal pembagian dividen POWR antara lain, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026, serta ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 21 Mei 2026.

Cum dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 25 Mei 2026. Tanggal daftar pemegang saham (recording date) ditetapkan pada 22 Mei 2026.

Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini

Terakhir, untuk tanggal pembayaran dividen tunai POWR dijadwalkan pada 5 Juni 2026.

Kini saham TOWR telah naik Rp775/saham atau naik Rp30,00 (4,03%) dalam sepekan terakhir.

Lalu, seperti apa profil emiten listrik ini? Cek informasi mengenai lini usaha POWR hingga kinerja terbarunya.

Baca Juga: BNGA Segera Tebar Dividen Rp4,06 Triliun, Cek Profil Emiten Perbankan Ini

Lini Usaha POWR

Kegiatan utama POWR adalah pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik untuk pelanggan industri. Perseroan memiliki pembangkit listrik berbahan bakar gas dan batu bara dengan total kapasitas terpasang lebih dari 1.100 MW.

Selain itu, POWR juga mulai mengembangkan bisnis energi baru terbarukan seperti PLTS atap dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Pelanggan utama POWR berasal dari kawasan industri di Cikarang, Bekasi, yang mencakup sektor otomotif, elektronik, makanan dan minuman, kimia, plastik, hingga pusat data atau data center.

Model bisnis tersebut membuat permintaan listrik POWR relatif stabil karena ditopang aktivitas industri manufaktur.

Baca Juga: Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan

Susunan Manajemen

POWR dipimpin oleh jajaran direksi dan komisaris yang berpengalaman di sektor energi dan utilitas. Dalam operasionalnya, perusahaan fokus menjaga efisiensi pembangkit listrik sekaligus memperluas layanan energi kepada kawasan industri.

Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Andrew Kukkutahlie Labbaika Direktur Utama Ya
Png Ewe Chai Wakil Direktur Utama Ya
Richard Noel Flynn Direktur Ya
Christanto Pranata Direktur Ya
Yudho Pratikto Direktur Ya

Dewan Komisaris

Nama Posisi Independen
Sutanto Joso Komisaris Utama Tidak
Iwan Putra Brasali Komisaris Tidak
Fenza Sofyan Komisaris Tidak
Djeradjat Janto Joso Komisaris Tidak
Ir. Kiskenda Suriahardja Komisaris Ya
Drs. Josep Karnady Komisaris Ya

Baca Juga: Saham ASHA Melonjak Awal Pekan, Cek Profil Emiten Perikanan dan Kinerjanya

Kinerja Keuangan Terbaru

Pada kuartal I 2026, POWR membukukan pendapatan sebesar Rp 2,15 triliun, turun sekitar 3,9% secara year on year (YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,24 triliun. Meski demikian, laba bersih justru naik menjadi Rp 295,5 miliar dari sebelumnya Rp 280,9 miliar.

Sepanjang tahun buku 2025, pendapatan POWR mencapai sekitar US$ 553,5 juta atau tumbuh 1,18% dibanding tahun 2024. Namun laba bersih tercatat turun 4,36% menjadi US$ 72,06 juta. EBITDA perusahaan juga turun menjadi US$ 165,8 juta dengan margin EBITDA sekitar 29,9%.

Dari sisi valuasi, POWR diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 9 kali dengan market cap sekitar Rp 11,7 triliun. Emiten ini juga memiliki rasio utang terhadap ekuitas (DER) sekitar 0,64 kali pada kuartal I 2026.

Konsistensi pembagian dividen dan bisnis utilitas yang stabil membuat POWR masih menjadi salah satu saham pilihan investor yang mencari pendapatan dividen rutin. Namun demikian, investor tetap perlu mencermati pertumbuhan laba, kebutuhan belanja modal, serta perkembangan industri manufaktur yang menjadi pasar utama perusahaan.

Tonton: MK Tolak Gugatan UU IKN, Jakarta Dipastikan Masih Jadi Ibu Kota Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru