Dividen PANR Rp 41,6 Miliar Disetujui, Investor Dapat Rp 30/Saham!

Selasa, 12 Mei 2026 | 05:55 WIB
Dividen PANR Rp 41,6 Miliar Disetujui, Investor Dapat Rp 30/Saham!

ILUSTRASI. PANR Tebar Dividen Rp 30 per Saham, Panorama Sentrawisata Optimistis Hadapi Tantangan 2026


Reporter: Vina Elvira  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 41,6 miliar atau setara Rp 30 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (8/5/2026).

Sepanjang tahun 2025, PANR membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 89,33 miliar.

Dari sisi pendapatan, PANR mencatat pertumbuhan 23,06% menjadi Rp 3,8 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 3,09 triliun.

Presiden Direktur Panorama Sentrawisata, Budi Tirtawisata, mengatakan pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 46,6% dari laba bersih tahun buku 2025.

“Setiap lembar saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 30 per saham,” ujar Budi, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6,68% Saat Harga Naik

Memasuki tahun 2026, PANR tetap mencatatkan kinerja positif meski dihadapkan pada dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada kuartal I-2026, PANR membukukan pendapatan sebesar Rp 1 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan (YoY). Laba bersih juga meningkat 6,6% YoY, sedangkan EBITDA naik 7% YoY.

“Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, namun PANR tidak berada dalam posisi defensif. Kami mengambil langkah proaktif untuk mengakselerasi kinerja dengan fokus pada segmen yang lebih resilient dan bernilai tinggi,” jelasnya.

Kinerja positif perusahaan terutama ditopang oleh pilar Inbound yang mencatat pertumbuhan jumlah wisatawan (pax) sebesar 22,9% YoY.

Pertumbuhan tersebut didukung program chartered flight untuk pasar Eropa dengan destinasi Thailand, serta ekspansi regional ke sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia.

Tonton: Menkeu Purbaya: Pemerintah Kasih Deadline 6 Bulan untuk Dana di Luar Negeri

Selain itu, PANR memperkuat pipeline bisnis melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang B2B internasional, seperti ITB Berlin dan ASEAN Tourism Forum (ATF), yang turut meningkatkan visibilitas permintaan ke depan.

Di sisi lain, segmen Travel & Leisure pada kuartal I-2026 menunjukkan ketahanan yang kuat, khususnya dari layanan meeting, incentive, dan corporate travel untuk segmen korporasi.

Sementara itu, segmen retail melalui penjualan paket wisata menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.

Tekanan terutama dirasakan pada paket wisata yang menggunakan maskapai asal Timur Tengah, seperti dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Qatar. Selain itu, kenaikan fuel surcharge juga memberi tekanan tambahan.

Meski demikian, manajemen menilai tekanan eksternal tersebut bersifat sementara dan diperkirakan akan mereda seiring normalisasi harga energi dan stabilisasi kondisi global.

Didukung katalis positif berupa insentif pembebasan PPN tiket pesawat domestik serta relaksasi kebijakan visa Korea Selatan, PANR tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan industri pariwisata.

Maung Prabowo Terbang Ke Filipina Mobil RI Jadi Sorotan di KTT ASEAN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru