Saham GIAA Melesat, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbarunya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54 WIB
Saham GIAA Melesat, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbarunya

ILUSTRASI. Persiapan Mudik Lebaran (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten GIAA yang alami kenaikan awal pekan kedua Agustus 2026. Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali menjadi perhatian investor setelah mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.

Saham maskapai pelat merah tersebut bahkan sempat menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) di tengah meningkatnya sentimen mengenai rencana konsolidasi atau merger dengan Pelita Air.

Kenaikan harga saham tersebut terjadi ketika investor juga mencermati perbaikan kinerja operasional dan keuangan Garuda Indonesia sepanjang kuartal I 2026.

Di sisi lain, perseroan masih berada dalam proses transformasi dan penyehatan fundamental setelah memperoleh dukungan pendanaan besar dari Danantara.

Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Saham GIAA Sentuh ARA

Salah satu katalis terbaru saham GIAA adalah lonjakan harga pada perdagangan 10 Agustus 2026. Saham GIAA melonjak ke Rp72/saham, atau naik 33,33% dari harga sebelumnya.

Melansir data IPOT, pada pembukaan sesi 1 hari Selasa (11/8), saham ini dibuka menghijau dengan naik 6 poin ke Rp78/saham.

Lonjakan tersebut terjadi bersamaan dengan munculnya kembali sentimen mengenai rencana merger atau konsolidasi Garuda Indonesia dengan Pelita Air.

Namun, investor perlu memperhatikan bahwa rencana tersebut belum menjadi keputusan final. Manajemen Garuda menegaskan bahwa prosesnya masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan bersama pemegang saham serta pihak terkait.

Dengan kata lain, kabar merger menjadi sentimen pasar, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai aksi korporasi yang sudah pasti terlaksana.

Baca Juga: Laba GOTO Rp607,5 Miliar Semester I-2026, Intip Profil Emiten hingga Data Keuangan

Profil Singkat Saham GIAA

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan penerbangan nasional Indonesia dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham GIAA.

Garuda Indonesia menjalankan bisnis penerbangan full-service carrier, sementara Grup Garuda juga memiliki Citilink Indonesia yang beroperasi sebagai maskapai berbiaya rendah.

Garuda menyebut dirinya sebagai national flag carrier Indonesia dengan jaringan penerbangan domestik dan internasional.

Garuda Indonesia pertama kali mencatatkan sahamnya di BEI pada 11 Februari 2011. Dalam sejarah aksi korporasinya, perseroan juga telah melakukan beberapa kali rights issue, termasuk PUT II pada 2022.

Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini

Susunan Manajemen

1. Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Glenny H. Kairupan Direktur Utama Ya
Thomas Sugiarto Oentoro Wakil Direktur Utama Ya
Balagopal Kunduvara Direktur Ya
Dani Haikal Iriawan Direktur Ya
Mukhtaris Direktur Ya
Reza Aulia Hakim Direktur Ya
Frans Dicky Tamara Direktur Ya
Neil Raymond Mills Direktur Ya

2. Komisaris

Nama Posisi Independen
Fajar Prasetyo Komisaris Utama Ya
Mawardi Yahya Komisaris Tidak
Chairal Tanjung Komisaris Tidak
Sugito Anjasmoro Komisaris Ya

Baca Juga: Dividen MPMX Rp170 per Saham Siap Cair: Intip Profil Emiten Konsumer Otomotif Ini

Kinerja Garuda Indonesia Kuartal I 2026

Mengutip data BEI, GIAA membukukan rugi bersih sebesar Rp789,8 miliar pada kuartal I 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat rugi bersih Rp1,27 triliun.

Dengan demikian, rugi bersih per saham GIAA tercatat sebesar Rp1,94 per lembar saham. Dari sisi pendapatan, GIAA mencatat revenue Rp12,95 triliun, meningkat 7,9% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp12,00 triliun pada kuartal I 2025.

Laba kotor juga meningkat 32,1% YoY menjadi Rp3,32 triliun dari sebelumnya Rp2,51 triliun.  Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp4,60 triliun, tumbuh 21,6% dibandingkan Rp3,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pendapatan turun 8,2%, sedangkan laba kotor, EBITDA, dan rugi bersih masing-masing mengalami perubahan sebesar -130,4%, -137,2%, dan -66,6%.

Secara tahunan, rugi bersih GIAA berhasil menyusut 37,8%, dari Rp1,27 triliun menjadi Rp789,8 miliar, yang menunjukkan adanya perbaikan kinerja meski perseroan masih membukukan kerugian.

Tonton: Prabowo Perintahkan Pangkas Anak-Cucu BUMN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru