KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten GOTO yang merilis laporan keuangan terbaru semester I-2026. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) merupakan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang membangun ekosistem digital terintegrasi.
GOTO memiliki jaringan layanan transportasi daring, pengiriman makanan, logistik, e-commerce, serta layanan keuangan digital.
Perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada April 2022 dan kini menjadi salah satu emiten teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air.
Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Seiring fokus pada efisiensi operasional dan peningkatan monetisasi layanan, GOTO berhasil membalikkan kinerja keuangan dan kembali mencatat laba bersih secara berkelanjutan pada 2026.
Mengutip keterbukaan BEI, GOTO kembali meraup keuntungan mencatatkan laba bersih sebesar Rp607,5 miliar selama Semester I-2026.
Sayangnya, kinerja tersebut belum ditopang dengan pergerakan saham GOTO yang masih pada level Rp50/saham sejak Mei 2026.
Lalu, seperti apa profil emiten GOTO? Cek informasi menarik lini bisnis hingga data keuangan terbaru.
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya
Lini Bisnis
GOTO menjalankan bisnis melalui tiga segmen utama, yaitu:
- On-Demand Services, yang mencakup layanan transportasi online Gojek, GoRide, GoCar, GoFood, GoSend, GoMart, dan berbagai layanan berbasis aplikasi lainnya.
- Financial Technology (Fintech), melalui GoPay, GoPay Later, layanan pembayaran digital, pinjaman, serta berbagai solusi keuangan bagi konsumen maupun pelaku usaha.
- E-commerce, yang dijalankan melalui Tokopedia sebagai salah satu platform perdagangan elektronik terbesar di Indonesia yang melayani jutaan penjual dan pembeli.
Ketiga lini bisnis tersebut saling terintegrasi sehingga membentuk ekosistem digital yang melayani kebutuhan masyarakat mulai dari mobilitas, belanja, pembayaran, hingga layanan keuangan.
Baca Juga: Siap Cair Dividen CMRY Rp1,59 Triliun, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terakhirnya
Susunan Manajemen
GOTO dipimpin oleh jajaran manajemen yang berpengalaman di industri teknologi dan ekonomi digital.
Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Hans Patuwo | Direktur Utama | Ya |
| Catherine Hindra Sutjahyo | Wakil Direktur Utama | Ya |
| Simon Tak Leung Ho | Direktur | Ya |
| Sudhanshu Raheja | Direktur | Ya |
| R.A. Koesoemohadiani | Direktur | Ya |
| Wuzhen (William) Xiong | Direktur | Ya |
| Monica Lynn Mulyanto | Direktur | Ya |
Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Agus D.W. Martowardojo | Komisaris Utama | Tidak |
| Dirk Van den Berghe | Komisaris | Ya |
| Wishnutama Kusubandio | Komisaris | Tidak |
| Santoso Kartono | Komisaris | Tidak |
| Marjorie Tiu Lao | Komisaris | Ya |
| John A. Prasetio | Komisaris | Ya |
| Andre Soelistyo | Komisaris | Tidak |
Baca Juga: Dividen Jumbo Bagi Rp2,07 T Cum Date Rabu (8/7): Intip Profil Emiten Ini*
Kinerja Semester I 2026
Mengutip data keuangan GOTO, emiten membukukan kinerja yang semakin solid pada semester I 2026 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp607,5 miliar. Kondisi ini berbalik dari kerugian Rp580 miliar di semester yang sama tahun lalu.
Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai Rp 10,99 triliun atau tumbuh 28,45 persen year on year (yoy). Pendapatan itu naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 8,55 triliun.
Hingga 30 Juni 2026, GOTO mencatatkan kas dan setara kas Rp 23,5 triliun. Jumlah aset mencapai Rp 47,5 triliun. Jumlah liabilitas sebesar Rp 18,5 triliun dan jumlah ekuitas Rp 29 triliun.
Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti grup yang melonjak 75% secara tahunan menjadi Rp302,02 triliun.
Perseroan akan terus memperkuat sinergi antarunit bisnis, memperluas monetisasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi finansial.
Tonton: Bankir Kompak Buka Suara! Ini Harapan Industri Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News