Rama Indonesia Ambil Alih DPUM: Intip Profil Emiten dan Kinerjanya

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:28 WIB
Rama Indonesia Ambil Alih DPUM: Intip Profil Emiten dan Kinerjanya

ILUSTRASI. Dpum (Dpum/Dpum)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten DPUM yang memiliki pengendali baru. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk merupakan emiten yang bergerak di sektor perikanan dan pengolahan hasil laut.

Perseroan dikenal sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis terpadu mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga perdagangan produk perikanan untuk pasar domestik maupun ekspor.

Belakangan, DPUM menjadi perhatian pasar setelah muncul rencana akuisisi mayoritas saham oleh PT Rama Indonesia yang akan menjadi calon pengendali baru perseroan. Akuisisi tersebut mencakup 59,24% saham milik PT Pandawa Putra Investama.

Baca Juga: Rama Indonesia Akan Akuisisi Dua Putra Utama (DPUM), Begini Rinciannya

Pengendali Baru DPUM

Melansir laman Kontan.co.id, PT Rama Indonesia disebut akan mengambil alih sebanyak 59,24% saham DPUM dari pemegang saham pengendali lama, PT Pandawa Putra Investama.

Setelah transaksi efektif, Rama Indonesia akan menjadi pengendali baru perseroan dan diwajibkan melakukan tender offer sesuai aturan pasar modal Indonesia.

Manajemen menyebut proses due diligence atau uji tuntas telah selesai dilakukan dan saat ini tinggal tahap finalisasi negosiasi syarat transaksi.

Baca Juga: Intip Profil Emiten DEWA: Fokus Usaha, Direksi, dan Keuangan Terkini

PT Rama Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kini, saham DPUM telah naik lebih dari 66% dalam sepekan terakhir per Selasa (12/5) di harga Rp193/saham, meski pada sesi 1 hari ini mengalami penurunan.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek penjelasan dari lini usaha hingga kinerja keuangan DPUM.

Baca Juga: Saham MSIN Naik 169% Berujung Suspensi, Intip Profil Emiten Industri Media Ini

Lini Usaha DPUM

Sebagai perusahaan perikanan terintegrasi, lini bisnis DPUM meliputi:

  • Penangkapan ikan laut
  • Pengolahan seafood dan hasil laut
  • Pembekuan ikan (cold storage)
  • Perdagangan dan ekspor hasil perikanan
  • Industri makanan berbasis hasil laut
  • Distribusi produk perikanan

Produk utama perseroan meliputi:

  • Tuna
  • Cumi-cumi
  • Gurita
  • Ikan beku
  • Produk olahan seafood lainnya

DPUM juga memiliki fasilitas pengolahan seafood dan rantai pendingin untuk mendukung distribusi hasil laut dalam skala besar.

Baca Juga: Rama Indonesia Resmi Menjadi Pengendali Baru Dua Putra Utama (DPUM)

Manajemen DPUM

Susunan manajemen yang tercantum dalam berbagai keterbukaan informasi terakhir antara lain:

1. Direksi

Nama Jabatan Terafiliasi
Ir. Bambang Panca Putra Yudiono Direktur Utama Ya
R. Sri Dwi Mamik Wijaya Direktur Ya
Adi Winardi Direktur Ya

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan Independen
Sherley Chandra Hadipurnomo Komisaris Utama Tidak
Machhendra Setyo Atmaja Komisaris Ya

Sementara struktur lengkap komisaris dan direksi dapat berubah mengikuti aksi korporasi pasca perubahan pengendali.

Baca Juga: Siap Cair Dividen CMRY Rp1,59 Triliun, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terakhirnya

Struktur Pemegang Saham Sebelum Akuisisi

Sebelum aksi pengambilalihan, komposisi pemegang saham DPUM terdiri dari:

  • PT Pandawa Putra Investama: 59,24%
  • TTP Investment Ltd: 13,06%
  • Anjani Investments Ltd: 9,26%
  • Masyarakat: 28,15%.

Kinerja Keuangan DPUM

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) mencatatkan perbaikan kinerja secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun 2025.

Perseroan berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp 27,0 miliar dibandingkan rugi bersih Rp 37,1 miliar pada tahun 2024. Sejalan dengan itu, rugi bersih per saham membaik menjadi Rp 6,47 per lembar.

Dari sisi operasional, pendapatan DPUM tumbuh 14,6% secara tahunan menjadi Rp 1,25 triliun dari sebelumnya Rp 1,09 triliun.

Laba kotor juga meningkat 9,4% yoy menjadi Rp 49,1 miliar dibandingkan Rp 44,9 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, EBITDA perseroan naik 15,0% secara tahunan menjadi Rp 41,4 miliar dari Rp 36,0 miliar.

Tonton: JP Morgan Sebut Ekonomi RI Lebih Kuat dari AS dan China Hadapi Krisis Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru