Saham CHEM Tercatat Naik 45% Sepekan: Intip Profil Emiten Kimia Ini

Rabu, 01 April 2026 | 14:04 WIB
Saham CHEM Tercatat Naik 45% Sepekan: Intip Profil Emiten Kimia Ini

ILUSTRASI. PT ChemStar Indonesia Tbk (CHEM) (Dok/CHEM)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten CHEM yang menjadi sorotan investor retail. Kenaikan harga saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) belakangan ini menarik perhatian pelaku pasar, terutama di tengah dinamika sektor kimia dan manufaktur.

Harga saham CHEM pada Rabu (1/4) tercatat berada pada harga 119,00 per lembar. Pergerakan ini tercatat naik +37,00 (45,12%) dalam sepekan terakhir.

Pergerakan positif saham tersebut mendorong investor untuk mencermati lebih dalam fundamental perusahaan, mulai dari lini usaha, struktur manajemen, hingga kinerja keuangannya.

Berikut ini profil emiten CHEM yang menjadi sorotan investor retail.

Baca Juga: Saham MYOR Terbang 13% Sebulan, Intip Profil Emiten FMCG ini

Profil Emiten CHEM

PT Chemstar Indonesia Tbk merupakan perusahaan manufaktur dan perdagangan bahan kimia yang berbasis di Purwakarta, Jawa Barat. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2004 dan melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham CHEM.

Sebagai emiten yang bergerak di bidang bahan kimia khusus dengan ekspansi ke sektor energi, CHEM dinilai memiliki potensi pertumbuhan, meskipun tetap dihadapkan pada tantangan efisiensi dan tekanan margin.

CHEM dikenal sebagai produsen bahan kimia khusus (specialty chemicals) yang banyak digunakan di industri tekstil, serta beberapa sektor industri lainnya.

Lini Usaha

Kegiatan bisnis utama CHEM meliputi:

  • Bahan kimia tekstil: produksi dan distribusi zat pewarna (dyes) dan bahan pembantu proses tekstil
  • Chemical processing: bahan untuk proses preparation, dyeing, printing, dan finishing kain
  • Bahan kimia industri lain: untuk kulit, kertas, kayu, plastik, dan manufaktur umum
  • Produk penunjang: pelumas, modifier, dan anti-busa untuk industri pemintalan
  • Ekspansi sektor energi & agrokimia sebagai diversifikasi bisnis baru

Produk CHEM bahkan digunakan oleh berbagai brand global di industri tekstil, menunjukkan kualitas dan jangkauan pasarnya yang luas.

Baca Juga: Saham COCO Segera Rights Issue, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Direksi dan Manajemen

Berdasarkan informasi publik perusahaan (IDX), struktur manajemen CHEM terdiri dari jajaran direksi dan komisaris (nama dapat berubah sesuai RUPS terbaru). Secara umum terdiri dari:

Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Kwee Sutrimo Direktur Utama Ya
Tony Widjaja Direktur Tidak
Lusi Direktur Tidak

Dewan Komisaris

Nama Posisi Independen
Ir. Wim Zulkarnaen Komisaris Utama Tidak
Eko Muljono Suprapto Komisaris Tidak
Eko Pratikto Komisaris Ya

(Detail nama direksi biasanya diperbarui secara berkala melalui laporan tahunan atau keterbukaan informasi BEI).

Baca Juga: Intip Profil Emiten DEWA: Fokus Usaha, Direksi, dan Keuangan Terkini

Kinerja Keuangan 

Secara rinci, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 miliar pada 9 bulan pertama 2025 (9M25), turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (9M24) yang mencapai Rp6,6 miliar. Penurunan ini mencerminkan kontraksi laba bersih lebih dari 50% secara tahunan (year on year/YoY).

Dengan capaian tersebut, laba bersih per saham (EPS) tercatat sekitar Rp1,59 per lembar.

Di sisi lain, pendapatan (revenue) justru mengalami pertumbuhan yang cukup kuat. CHEM mencatat pendapatan sebesar Rp161,7 miliar, naik 25,3% YoY dari Rp129,1 miliar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penjualan atau ekspansi bisnis yang berjalan.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tidak diikuti oleh peningkatan laba. Laba kotor (gross profit) justru turun menjadi Rp29,2 miliar, atau melemah 12% YoY dari Rp33,2 miliar. Ini mengindikasikan adanya tekanan pada margin, kemungkinan akibat kenaikan biaya bahan baku, biaya produksi, atau perubahan komposisi penjualan.

Tekanan juga terlihat pada EBITDA yang turun cukup dalam, dari Rp11,5 miliar menjadi Rp7,7 miliar atau menyusut sekitar 33% YoY. Penurunan EBITDA ini menandakan bahwa efisiensi operasional perusahaan masih menghadapi tantangan.

Tonton: Kuwait Jadi Target Drone Iran, AS Bersiap Akhiri Operasi Militer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru