Bagikan Dividen Saham Besar, INDY Juga Catat Kinerja Bagus Kuartal I 2026

Kamis, 21 Mei 2026 | 04:00 WIB
Bagikan Dividen Saham Besar, INDY Juga Catat Kinerja Bagus Kuartal I 2026

ILUSTRASI. Bagikan Dividen Saham Besar, INDY Juga Catat Kinerja Bagus Kuartal I 2026


Reporter: Adi Wikanto, Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Saham perusahaan energi PT Indika Energy Tbk (INDY) perlu dicermati pada perdagangan hari ini. Perusahaan ini akan membagikan dividen saham dalam waktu dekat. Selain itu, INDY juga memiliki catatan kinerja yang bagus pada kuartal I 2026.

INDY resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar USD 3,01 juta dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dengan kurs rupiah saat ini, jumlah tersebut mencapai lebih dari Rp 510 miliar.

Nilai tersebut setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dividen dijadwalkan dibayarkan kepada pemegang saham pada 19 Juni 2026.

 

Dalam RUPST, manajemen juga menegaskan fokus transformasi bisnis perseroan menuju sektor non-batubara dan penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga: SRTG Tebar Dividen Rp 103,3 per Saham: Cek Profil hingga Kinerja Emiten Ini

Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, mengatakan seluruh belanja modal perusahaan saat ini diarahkan untuk mendukung proyek tambang emas Awak Mas serta pengembangan bisnis hijau.

“Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis dalam siaran pers perseroan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan transisi energi global menuju net zero emission.

Kinerja Kuartal I 2026 Moncer 

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan INDY tumbuh 0,74% year on year (yoy) menjadi US$ 493,22 juta pada kuartal I-2026. Sedangkan pada kuartal I-2025, INDY meraih pendapatan US$ 489,60 juta.

Mayoritas pendapatan INDY pada kuartal I-2026 berasal dari segmen sumber daya energi senilai US$ 388,47 juta. Setelah itu diikuti oleh pendapatan dari segmen jasa energi senilai US$ 68,71 juta, segmen logistik dan infrastruktur senilai US$ 43,15 juta, segmen bisnis hijau senilai US$ 13,12 juta, segmen ventura digital senilai US$ 2,47 juta, segmen lainnya senilai US$ 1,76 juta, dan segmen mineral senilai US$ 371.010.

Seluruh pendapatan masing-masing segmen tadi kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar US$ 2,36 juta.

Tonton: TNI Kini Patroli Siskamling & Tanam Kedelai! Strategi Baru Pemerintah?

Bersamaan dengan itu, beban pokok kontrak dan penjualan INDY berkurang 1,57% yoy menjadi US$ 419,19 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 425,88 juta.

Alhasil, INDY mengantongi laba kotor sebesar US$ 74,03 juta pada kuartal I-2026 atau meningkat 16,18% yoy dibandingkan laba kotor perusahaan pada kuartal I-2025 yaitu US$ 63,72 juta.

INDY juga mengalami kenaikan laba sebelum pajak sebesar 38,20% yoy menjadi US$ 27,06 juta pada kuartal I-2026, dari periode sebelumnya senilai US$ 19,58 juta.

Hasil ini dipengaruhi oleh penurunan beban keuangan sebesar 8,60% yoy dari US$ 17,55 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 16,04 juta pada kuartal I-2026. Selain itu, pendapatan investasi INDY juga naik 73,42% yoy dari US$ 3,16 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 5,48 juta pada kuartal I-2026.

Hingga akhir kuartal I-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INDY melesat 142,07% yoy menjadi US$ 7,02 juta, dibandingkan periode sebelumnya yakni US$ 2,90 juta.

INDY memiliki total aset sebesar US$ 2,99 miliar pada akhir kuartal I-2026 yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 1,63 miliar dan ekuitas sebesar US$ 1,36 miliar.


 

Anies Kritik Pemerintah Rakyat Diminta Hemat, Elit Malah Boros

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru