Saham COCO Segera Rights Issue, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:57 WIB
Saham COCO Segera Rights Issue, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

ILUSTRASI. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) (Dok/COCO)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten COCO yang segera rights issue 3. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) produsen kakao dan cokelat asal Sumedang, mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) atau rights issue.

Melansir laman BEI, rencana Rights Issue ini segera menerbitkan hingga 10,67 miliar saham baru bernilai nominal Rp100 per saham, lengkap dengan waran hingga 35 persen dari jumlah saham beredar.

Manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi publik BEI, Rabu (11/3) menegaskan, dana segar hasil aksi korporasi ini akan difokuskan untuk akuisisi dan belanja modal, memperkuat ekspansi bisnis, serta meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

RUPSLB untuk persetujuan rencana ini dijadwalkan pada 17 April 2026. Kini, pasar merespon dengan kenaikan harga saham 9% hari Kamis (12/3) atau 31% dalam sebulan terakhir ke Rp382 per saham.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini usaha hingga kinerja emiten COCO.

Baca Juga: DSSA Resmi Stock Split 1:25, Harga Saham Berpotensi Turun ke Kisaran Rp 3.100

Profil COCO

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk merupakan perusahaan industri makanan yang berfokus pada pengolahan kakao dan produk cokelat di Indonesia. Perusahaan berdiri pada 2006 di Bandung dan mulai beroperasi komersial pada tahun yang sama.

COCO melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2019 dan berada di sektor consumer goods (makanan dan minuman).

Perusahaan merupakan bagian dari Win&Co Group, dengan pemegang saham pengendali Mahogany Global Investment Pte. Ltd.

Baca Juga: Pembayaran Dividen Jumbo BBNI Segera Cum Date, Ini Jadwal Lengkapnya

Lini Usaha

Kegiatan usaha utama COCO adalah produksi dan distribusi produk berbasis kakao dan cokelat, baik untuk pasar industri maupun ritel.

Produk yang dihasilkan antara lain:

  • Cocoa powder (cokelat bubuk)
  • Couverture dan compound chocolate
  • Chocolate spread dan filling
  • Chocolate bar dan pearls
  • Minuman cokelat instan
  • Produk bakery dan confectionery berbasis cokelat
  • Produk tersebut dipasarkan melalui beberapa merek utama:
  • Schoko
  • D’Lanier
  • Winfil

Pasarnya tidak hanya domestik, tetapi juga ekspor ke Asia, Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Selain produksi, COCO memiliki beberapa anak usaha yang bergerak di distribusi, perdagangan, hingga ritel.

Baca Juga: Logam Mulia Meroket, Saham Emiten Emas Di BEI Malah Melorot, Pilih Beli / Jual?

Manajemen Perusahaan

Dewan Komisaris

  • Widjanarko Brotosaputro – Komisaris Utama
  • Heru Winanto – Komisaris Independen

Direksi

  • Sugianto Soenario – Direktur Utama
  • Irma Suntita – Direktur
  • Triyanto Sulistyono – Direktur

Manajemen ini memiliki tanggung jawab dalam perencanaan strategi, operasional, dan pengembangan bisnis perseroan.

Baca Juga: Bangkit Usai Harga Turun Tajam, Saham Tambang Emas Ini Diprediksi Bisa Beri Cuan

Kinerja COCO

Berikut ringkasan kinerja keuangan terbaru berdasarkan data dari BEI. Ringkasan Utama (Q3 per September 2025)

  • Pendapatan (Revenue TTM): Rp152,4 miliar (turun dibanding tahun sebelumnya).
  • Pendapatan Kuartal Terakhir (Q3 2025): Rp38,3 miliar (naik sedikit dari kuartal sebelumnya Rp36,8 miliar, tapi turun ~3,8% YoY).
  • Laba Bersih / Net Income (TTM): Rugi Rp115,75 miliar.
  • Laba Bersih Kuartal Terakhir: Rugi Rp21,08 miliar (membaik dari rugi Rp36,74 miliar di kuartal sebelumnya).
  • Gross Profit (TTM): Rp7,18 miliar (sangat rendah dibanding revenue).
  • EBITDA (TTM): Rugi Rp74,06 miliar.
  • EPS (Diluted TTM): Rp7,28 (tapi ini anomali karena rugi besar; valuasi negatif).

Saham COCO memiliki market Cap (terbaru) sekitar Rp1,239 triliun (dengan harga saham fluktuatif, terakhir sekitar Rp300–Rp330).

Tonton: Garuda Indonesia Buka Suara! Kenapa Tiket Pesawat Mudik Lebaran Bisa Mahal?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru