KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten BRAM yang cum date dividen hari ini Jumat (12/6). PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor pada Juni 2026.
Meski mencatatkan kerugian sepanjang tahun buku 2025, perseroan tetap membagikan dividen tunai dan pada saat yang sama berhasil menunjukkan pemulihan kinerja yang signifikan pada kuartal I 2026.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026, BRAM menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp200 per saham dengan total nilai sekitar Rp90 miliar. Dividen tersebut berasal dari saldo laba ditahan perseroan.
Baca Juga: Dividen BFIN Rp 35 per Saham Segera Cum Date, Cek Profil Emiten Pembiayaan Ini
Jadwal Dividen BRAM
Berikut jadwal pembagian dividen BRAM:
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 12 Juni 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 15 Juni 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 17 Juni 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 18 Juni 2026 |
| Recording Date | 17 Juni 2026 |
| Pembayaran Dividen | 22 Juni 2026 |
Lalu, seperti apa profil BRAM? Cek profil emiten BRAM yang cum date dividen hari ini Jumat (12/6).
Baca Juga: Dividen MERK Cum Date Jumat (5/6), Cek Profil hingga Kinerja Emiten Farmasi
Profil BRAM
Emiten BRAM merupakan kode saham dari PT Indo Kordsa Tbk. Perseroan adalah bagian dari grup global Kordsa yang berfokus pada produksi material penguat untuk industri ban dan otomotif.
Produk utama perusahaan digunakan oleh berbagai produsen ban dalam dan luar negeri.
Lini Usaha BRAM
Kegiatan usaha utama Indo Kordsa meliputi:
- Produksi kain ban (tire cord fabric).
- Benang nilon industri (nylon yarn).
- Material penguat ban kendaraan.
- Material penguat untuk aplikasi otomotif dan industri lainnya.
Produk-produk tersebut menjadi komponen penting dalam industri ban, baik untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial, maupun sektor industri.
Baca Juga: SRTG Tebar Dividen Rp 103,3 per Saham: Cek Profil hingga Kinerja Emiten Ini
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Melansir laman BEI, emiten BRAM menunjukkan pemulihan yang cukup signifikan pada awal 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp625,8 miliar pada kuartal I 2026, turun 10,5% dibandingkan Rp699,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih melonjak menjadi Rp96,2 miliar dari Rp41,9 miliar pada kuartal I 2025 atau meningkat 129,6% secara tahunan.
Rinciannya sebagai berikut:
| Kinerja | 3M26 | 3M25 | YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp625,8 miliar | Rp699,1 miliar | -10,5% |
| Laba Kotor | Rp88,9 miliar | Rp112,8 miliar | -21,2% |
| EBITDA | Rp117,8 miliar | Rp58,6 miliar | +101,0% |
| Laba Bersih | Rp96,2 miliar | Rp41,9 miliar | +129,6% |
Peningkatan laba tersebut cukup kontras dibandingkan kinerja tahun buku 2025, ketika BRAM masih membukukan rugi bersih sekitar Rp38,9 miliar.
Baca Juga: POWR Tebar Dividen Rp49,52 per Saham: Cek Profil hingga Kinerja Emiten Listrik Ini
Kondisi Keuangan
Per akhir Maret 2026, BRAM memiliki:
- Kas dan setara kas Rp612,8 miliar.
- Total aset Rp4,78 triliun.
- Total ekuitas Rp3,86 triliun.
- Debt to Equity Ratio (DER) sekitar 0,24 kali.
Posisi neraca yang relatif sehat membuat perseroan tetap mampu membagikan dividen meskipun tahun buku 2025 ditutup dengan kerugian.
Jika kinerja kuartalan dapat dipertahankan hingga akhir tahun, laba bersih perseroan berpotensi mencapai lebih dari Rp380 miliar secara tahunan, jauh lebih baik dibandingkan rugi bersih tahun sebelumnya.
Selain itu, tradisi pembagian dividen yang relatif konsisten dan posisi keuangan yang kuat membuat BRAM tetap menjadi salah satu emiten sektor manufaktur yang menarik untuk dicermati oleh investor, terutama menjelang cum date dividen pada 12 Juni 2026.
Tonton: Menguliti Tata Kelola Badan Gizi Nasional di Tengah Dugaan Korupsi dan Konflik Kepentingan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News