KONTAN.CO.ID - Simak deretan lini usaha BNBR terbaru usai menang proyek PSEL. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terus memperluas portofolio bisnisnya melalui diversifikasi ke sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Terbaru, Perseroan menjadi salah satu mitra dalam pengembangan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Langkah ini memperkuat strategi BNBR untuk masuk lebih dalam ke bisnis energi terbarukan dan infrastruktur ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lini usaha tradisional.
Masuknya BNBR ke proyek PSEL dinilai sejalan dengan tren transisi energi dan ekonomi sirkular yang tengah didorong pemerintah.
Selain membuka peluang sumber pendapatan baru, proyek tersebut juga berpotensi memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan holding yang memiliki bisnis terdiversifikasi.
Baca Juga: Jadi Mitra Proyek PSEL, BNBR Siap Diversifikasi Usaha
Posisi Pergerakan Saham
Kinerja saham BNBR menunjukkan tren positif dalam sepekan terakhir. Hingga perdagangan 21 Juli 2026, saham BNBR berada di level Rp109 per saham, menguat sekitar 23,53% dibandingkan sepekan sebelumnya.
Pada perdagangan hari ini Selasa (21/7), saham bergerak di rentang Rp99 hingga Rp112 per saham, mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten Grup Bakrie tersebut.
Lalu, apa saja lini usaha emiten grup Bakrie ini? Cek informasi menarik selengkapnya.
Baca Juga: Bakrie Power Ekspansi Bisnis Waste to Energy, Garap PSEL Surabaya
Profil Singkat BNBR
PT Bakrie & Brothers Tbk merupakan perusahaan investasi (holding company) yang membawahi sejumlah anak usaha di berbagai sektor industri.
Perseroan telah beroperasi selama puluhan tahun dan kini berfokus pada pengembangan bisnis yang memiliki nilai tambah tinggi, mulai dari manufaktur, infrastruktur, energi, hingga solusi digital.
Lini Usaha BNBR
Saat ini, BNBR memiliki beberapa pilar bisnis utama sebagai berikut, dirangkum dari laman resmi BNBR.
1. Infrastruktur dan Rekayasa (Engineering)
Melalui anak usaha dan perusahaan afiliasi, BNBR bergerak di bidang:
- Rekayasa teknik (engineering).
- Pengadaan (procurement).
- Konstruksi (EPC).
- Pembangunan infrastruktur industri.
- Jasa pemeliharaan fasilitas industri.
Segmen ini melayani berbagai proyek di sektor energi, minyak dan gas, manufaktur, hingga infrastruktur publik.
Baca Juga: Bakrie Power Menang Proyek PSEL Surabaya Raya, Saham BNBR Melonjak 23,52%
2. Manufaktur
BNBR memiliki sejumlah bisnis manufaktur yang memproduksi:
- Pipa baja.
- Material konstruksi.
- Komponen industri.
- Produk logam dan rekayasa.
Produk-produk tersebut digunakan pada sektor energi, konstruksi, telekomunikasi, hingga proyek infrastruktur nasional.
3. Otomotif Listrik
Perseroan juga mulai mengembangkan bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui berbagai kerja sama strategis.
Fokus pengembangannya meliputi:
- Kendaraan listrik komersial.
- Bus listrik.
- Ekosistem kendaraan listrik.
- Komponen pendukung industri EV.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi BNBR menuju bisnis berbasis teknologi dan energi bersih.
Baca Juga: Anak Usaha Solusi Environment Asia (SOFA) Jadi Mitra Lokal Proyek PSEL Danantara
4. Energi Baru Terbarukan (EBT)
Melalui berbagai proyek, BNBR mengembangkan bisnis energi berkelanjutan, antara lain:
- Energi surya.
- Solusi efisiensi energi.
- Infrastruktur energi hijau.
- Pengembangan proyek rendah emisi karbon.
Segmen ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
5. Pengolahan Sampah Menjadi Energi (PSEL)
Lini usaha terbaru BNBR adalah keterlibatan dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Melalui proyek ini, sampah perkotaan akan diolah menjadi energi listrik menggunakan teknologi waste-to-energy. Selain membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), proyek tersebut juga menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Masuknya BNBR sebagai mitra PSEL menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur hijau sekaligus memperluas sumber pendapatan di luar bisnis konvensional.
Baca Juga: Lini Bisnis Jasa Keuangan Bakal Menopang Kinerja Astra (ASII) Pada 2026
6. Solusi Digital
BNBR juga mulai mengembangkan layanan berbasis teknologi, termasuk:
- Digitalisasi industri.
- Smart manufacturing.
- Internet of Things (IoT).
- Solusi transformasi digital bagi sektor industri.
Diversifikasi usaha menjadi salah satu strategi utama BNBR dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan tidak hanya memperkuat bisnis yang telah berjalan, tetapi juga aktif mencari peluang pada sektor-sektor yang diperkirakan tumbuh pesat, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pengelolaan lingkungan.
Dengan masuk ke proyek PSEL, BNBR berpotensi memperoleh pendapatan yang lebih berkelanjutan melalui bisnis berbasis utilitas dan energi hijau.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan serta mengurangi emisi karbon.
Tonton: Prabowo: Indonesia Jangan Takut Rating Agency, S&P Justru Beri Kabar Baik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News