Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya

Senin, 24 Agustus 2026 | 12:07 WIB
Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya

ILUSTRASI. PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) (Dok/PICO)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten PICO yang alami kenaikan signifikan. Pergerakan saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menjadi perhatian investor setelah menghijau pada perdagangan 

Emiten yang bergerak di bidang produksi kemasan logam ini tercatat mengalami fluktuasi harga di tengah perdagangan saham sektor barang baku.

Kondisi tersebut membuat saham PICO menarik untuk dicermati, terutama dengan melihat perkembangan harga, volume transaksi, serta kinerja fundamental perseroan sebagai pertimbangan investor.

Pada perdagangan sesi 1, hari ini Senin (24/8), saham PICO melesat 34,31% ke Rp184 atau naik +47,00 poin.

Lalu, seperti apa profil emiten PICO? Cek informasi mengenai lini bisnis hingga kinerja terbaru.

Baca Juga: Intip 5 Saham Suspensi BEI per 19 Agustus 2026: Terbaru Ada WIKA

Profil Singkat Saham PICO

Data KSEI mencatat PICO memiliki 568,375 juta saham yang telah diterbitkan, dengan sekitar 98,94% saham telah tercatat dalam bentuk scripless.

PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri kemasan logam.

Perseroan memproduksi berbagai jenis wadah berbahan logam yang digunakan untuk kebutuhan industri maupun konsumen. PICO telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 23 September 1996 dan hingga saat ini status sahamnya masih aktif.

Baca Juga: Update 56 Saham HSC BEI per 18 Agustus 2026: MDIA Masuk ke Dalam Daftar

Apa Bisnis PICO?

Bisnis utama PICO adalah memproduksi dan menjual berbagai produk kemasan berbahan logam. Produk yang dihasilkan antara lain:

  • Steel drum atau drum baja.
  • Tabung LPG.
  • Pail can atau kaleng ember.
  • Kaleng makanan.
  • General can.
  • Battery jacket.
  • Kemasan untuk produk aerosol.
  • Kemasan minyak pelumas.
  • Kemasan cat.
  • Jasa metal printing atau percetakan logam.

Produk tersebut digunakan oleh berbagai sektor industri, termasuk makanan dan minuman, minyak dan pelumas, bahan kimia, energi, hingga kebutuhan rumah tangga.

Dengan demikian, PICO memiliki model bisnis B2B yang cukup kuat karena sebagian produk kemasannya digunakan sebagai bagian dari kebutuhan produksi perusahaan lain.

Pabrik dan Jangkauan Produksi

PICO memiliki fasilitas produksi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Tangerang, Jawa Tengah, Cilegon, dan Surabaya. Perseroan juga memasarkan produknya ke pasar domestik dan mancanegara.

Produk kemasan logam PICO antara lain digunakan untuk mengemas berbagai jenis barang, sehingga permintaan produknya sangat berkaitan dengan aktivitas industri dan konsumsi.

Baca Juga: Akuisisi oleh Korporasi China Jadi Sorotan, Intip Profil EKAD hingga Kinerja Terbaru

Manajemen PICO

Berdasarkan data profil perusahaan yang tersedia, susunan manajemen PICO antara lain:

1. Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
RADIUS WIRAWAN KO Direktur Utama Ya
RUBIANTO Direktur Ya

2. Dewan Komisaris

Nama Posisi Independen
DARMINTO DARMADJI Komisaris Utama Tidak
RODRIQUES KURNIAWAN Komisaris Ya

Baca Juga: Segera Lepas Saham Treasuri 9,63 Miliar, Cek Profil Emiten DSSA hingga Kinerjanya

Pemegang Saham PICO

Struktur kepemilikan PICO juga cukup terkonsentrasi. Data yang tersedia menunjukkan PT Citrajaya Perkasamulia dan PT Saranamulia Mahardhika menjadi dua pemegang saham besar perseroan.

Berdasarkan data tersebut, kepemilikannya antara lain:

Pemegang saham Kepemilikan
PT Citrajaya Perkasamulia 36,65%
PT Saranamulia Mahardhika 32,04%
Masyarakat sekitar 31,31%

Namun, investor tetap perlu menggunakan laporan kepemilikan terbaru untuk melihat apakah telah terjadi perubahan komposisi pemegang saham.

Kinerja Keuangan PICO

Mengutip data BEI, PICO mencatat pendapatan sebesar Rp289,27 miliar pada kuartal II 2026. Perolehan tersebut menunjukkan aktivitas bisnis perseroan tetap berjalan di tengah kondisi industri kemasan yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan harga bahan baku dan biaya produksi.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto PICO pada Q2 2026 mencapai Rp42,8 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 8,93% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan laba bruto menjadi salah satu indikator bahwa perseroan masih mampu menjaga tingkat keuntungan dari kegiatan operasional utamanya.

Sementara itu, manajemen PICO menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% sepanjang 2026. Target tersebut mencerminkan optimisme perseroan terhadap permintaan produk kemasan logam dari berbagai sektor industri.

Tonton: Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, 11 Wilayah Mulai Tak Sehat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru