KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten DSSA yang segera melepas saham treasuri. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (BEI: DSSA) menjadi salah satu emiten yang tengah menjadi perhatian investor setelah mengumumkan rencana pelepasan saham treasuri (treasury shares) hasil buyback.
Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperoleh persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi tersebut.
DSSA merupakan perusahaan investasi milik Grup Sinar Mas yang memiliki portofolio bisnis terdiversifikasi mulai dari pertambangan batu bara, energi baru terbarukan, pembangkit listrik, infrastruktur digital, pusat data (data center), teknologi, hingga sektor kimia.
Baca Juga: Keluarkan BREN DSSA NCKL HEAL CTRA, Ini Daftar Saham Blue Chip Baru Mei-Juli 2026
Melansir laman BEI, perseroan berencana melepas sekitar 9,63 miliar saham treasuri kepada publik. Pelepasan saham tersebut dijadwalkan mulai berlaku 10 Agustus 2026, setelah memperoleh persetujuan dalam RUPSLB dan memenuhi ketentuan regulator pasar modal.
Treasury shares merupakan saham yang sebelumnya dibeli kembali (buyback) oleh perusahaan dan disimpan sebagai saham treasuri.
Pelepasan kembali saham tersebut dapat meningkatkan jumlah saham beredar (free float) sekaligus memperbaiki likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Kinerja saham DSSA per sesi 1 perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 kini sentuh Rp985/saham atau naik 15,88% dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Ada 3 Emiten Pendatang Baru, Ini Daftar 54 Saham HSC BEI per 6 Agustus 2026
Lini Bisnis DSSA
Sebagai perusahaan investasi, pendapatan DSSA berasal dari berbagai sektor usaha strategis.
1. Pertambangan Batu Bara
Kontributor terbesar berasal dari kepemilikan di PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia dengan aktivitas penambangan dan perdagangan batu bara untuk pasar domestik maupun ekspor.
2. Energi dan Ketenagalistrikan
DSSA mengoperasikan sejumlah pembangkit listrik captive yang memasok listrik dan uap untuk kawasan industri, termasuk fasilitas di Serang, Tangerang, dan Karawang dengan kapasitas sekitar 300 MW.
3. Infrastruktur Digital dan Teknologi
Dalam beberapa tahun terakhir, DSSA agresif memperluas bisnis digital melalui investasi pada:
- Data center
- Cloud computing
- Fiber optic
- Infrastruktur internet
- Artificial intelligence (AI)
- Teknologi digital
Segmen ini menjadi salah satu motor pertumbuhan baru seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
4. Energi Baru Terbarukan
Perseroan juga mulai mengembangkan investasi pada energi hijau sebagai bagian dari diversifikasi bisnis jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.
5. Kimia dan Pupuk
Melalui anak usaha, DSSA menjalankan perdagangan bahan kimia dan pupuk yang melengkapi portofolio bisnis grup.
Baca Juga: Cek Struktur Kepemilikan BACH Pasca Diakusisi Grup Djarum dan Kinerja Sahamnya
Susunan Manajemen
Berdasarkan laporan tahunan 2025, struktur manajemen DSSA terdiri atas:
1. Susunan Direksi
| Nama | Jabatan | Status Afiliasi |
|---|---|---|
| Lay Krisnan Cahya | Presiden Direktur | Terafiliasi |
| Lokita Prasetya | Wakil Presiden Direktur | Terafiliasi |
| Marlo Budiman | Wakil Presiden Direktur | Terafiliasi |
| Hermawan Tarjono | Direktur | Terafiliasi |
| Daniel Cahya | Direktur | Terafiliasi |
| Alex Sutanto | Direktur | Terafiliasi |
| David Fernando Audy | Direktur | Terafiliasi |
| Mona Angelique Susanto | Direktur | Terafiliasi |
2. Susunan Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Status |
|---|---|---|
| Franky Oesman Widjaja | Presiden Komisaris | Komisaris Non-Independen |
| Dr.-Ing. Evita Herawati Legowo | Komisaris | Komisaris Independen |
| Dr. Robert Arthur Simanjuntak | Komisaris | Komisaris Independen |
| Ir. F.X. Sutijastoto, M.A. | Komisaris | Komisaris Independen |
| Dr. Hendrikus Passagi, S.Sos, S.H., M.H., M.Sc. | Komisaris | Komisaris Independen |
| Handhianto Suryo Kentjono, Ph.D. | Komisaris | Komisaris Non-Independen |
Baca Juga: Profil BRNA yang Right Issue, Intip Kinerja Terbaru Q2 Emiten Manufaktur Ini
Kinerja Keuangan Q1 2026
Mengutip data BEI, DSSA mengawali tahun 2026 dengan membukukan peningkatan laba bersih. Hingga kuartal I 2026, emiten investasi milik Grup Sinar Mas ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,39 triliun, meningkat 3,8% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,34 triliun.
Dengan capaian tersebut, laba bersih per saham (earnings per share/EPS) DSSA tercatat sebesar Rp7,19 per lembar saham.
Meski laba bersih meningkat, pendapatan perseroan mengalami penurunan dibandingkan kuartal I 2025. Sepanjang Januari–Maret 2026, DSSA membukukan pendapatan Rp11,68 triliun, turun 4,5% YoY dari Rp12,23 triliun.
Penurunan pendapatan turut memengaruhi profitabilitas operasional perusahaan. Laba kotor tercatat sebesar Rp4,16 triliun, turun 12,8% dibandingkan Rp4,77 triliun pada kuartal I 2025.
Sementara itu, EBITDA mencapai Rp2,27 triliun, atau turun 15,8% YoY dari Rp2,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ), laba bersih DSSA meningkat signifikan sebesar 44% dari Rp906,6 miliar pada kuartal IV 2025 menjadi Rp1,39 triliun pada kuartal I 2026. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja setelah penurunan pada akhir tahun sebelumnya.
Tonton: Dana Cukai Tak Hanya untuk Daerah, Kini Diperkuat untuk Berantas Rokok Ilegal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News