KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang segera buyback saham. Salah satu emiten yang melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback) untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.
Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp10 miliar yang berasal dari kas internal perusahaan untuk melaksanakan buyback. ALDO merupakan emiten industri kemasan kertas yang memiliki lini usaha terintegrasi dari produk kertas hingga bahan kimia pendukung.
Di tengah kondisi industri yang menantang, perseroan tetap mencatat laba positif dan pertumbuhan kinerja yang kuat pada awal 2026..
Baca Juga: Merdeka Battery Materials (MBMA) Bakal Gelar Buyback Saham Rp 1,7 Triliun
Program buyback saham senilai Rp10 miliar masih menunggu persetujuan RUPSLB yang akan terselenggara bulan Juni 2026 ini. Manajemen menyebut tujuan utama aksi korporasi ini adalah menjaga kewajaran harga saham sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Melansir data BEI, saham ALDO naik 9,45% ke Rp695 dalam sebulan terakhir.
Lalu, seperti apa profil PT Alkindo Naratama Tbk? Cek lini usaha hingga kinerjanya.
Baca Juga: Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Memulai Buyback Saham Rp 250 Miliar
Profil Singkat ALDO
ALDO merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri kertas dan kemasan. Perseroan berdiri pada tahun 1989 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2011.
Bisnis utama ALDO meliputi produksi berbagai jenis kemasan berbahan dasar kertas dan produk pendukung industri, termasuk:
- Paper honeycomb
- Edge protector
- Paper pallet
- Industrial paper packaging
- Adhesive atau bahan kimia pendukung kemasan
- Produk kertas khusus untuk kebutuhan industri.
Baca Juga: Deretan Emiten Ini Umumkan Rencana Buyback Saham, Begini Prospek Sahamnya
Produk-produk tersebut banyak digunakan oleh sektor manufaktur, elektronik, furnitur, makanan dan minuman, serta logistik.
Perseroan mengumumkan program buyback saham dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Dana buyback seluruhnya berasal dari kas internal dan bukan dari hasil pinjaman maupun dana IPO.
Manajemen menegaskan bahwa buyback dilakukan untuk menjaga harga saham tetap mencerminkan nilai wajar perusahaan serta meningkatkan kepercayaan investor.
Perseroan juga menyatakan aksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan karena ALDO masih memiliki arus kas yang memadai.
Baca Juga: TOWR Buyback Saham Rp300 Miliar, Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
Kinerja Keuangan Terbaru
1. Kinerja Tahun Buku 2025
Berdasarkan laporan keuangan 2025 dari BEI, kinerja ALDO tercatat sebagai berikut:
| Keterangan | 2025 |
|---|---|
| Pendapatan | Rp2,12 triliun |
| Laba Kotor | Rp313,9 miliar |
| EBITDA | Rp163,2 miliar |
| Laba Bersih | Rp35,1 miliar |
Perseroan menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya produksi dan tekanan harga pada beberapa segmen usaha, namun tetap mampu membukukan laba positif dan menjaga kondisi neraca yang sehat.
Baca Juga: Impack Pratama Industri (IMPC) Akan Buyback Saham Rp 500 Miliar
2. Kinerja Kuartal I-2026
ALDO membukukan pertumbuhan yang cukup kuat pada tiga bulan pertama 2026.
| Keterangan | Kuartal I-2026 | Kuartal I-2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp534,4 miliar | Rp482,2 miliar | +10,8% |
| Laba Kotor | Rp93,3 miliar | Rp62,4 miliar | +49,5% |
| EBITDA | Rp46,6 miliar | Rp19,5 miliar | +139,0% |
| Laba Bersih | Rp13,5 miliar | Rp7,2 miliar | +87,5% |
Pertumbuhan laba bersih yang mendekati dua kali lipat menunjukkan perbaikan efisiensi dan profitabilitas perusahaan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain fokus menjaga profitabilitas, ALDO juga tengah memetakan peluang ekspansi pasar ekspor, termasuk ke Amerika Serikat.
Di tengah tren peningkatan penggunaan kemasan ramah lingkungan dan pengurangan plastik sekali pakai, permintaan produk kemasan berbasis kertas berpotensi terus meningkat dalam jangka panjang.
Tonton: FTSE Russell Coret 4 Saham Indonesia, IHSG & Investor Asing Ikut Tertekan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News