TOWR Buyback Saham Rp300 Miliar, Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:55 WIB
TOWR Buyback Saham Rp300 Miliar, Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

ILUSTRASI. BEI terapkan trading halt imbas IHSG anjlok (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten TOWR yang melakukan buyback saham. TOWR baru saja mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp300 miliar pada 2 Februari 2026.

Melansir laman Kontan.co.id, program ini berlangsung selama tiga bulan, dari 2 Februari hingga 1 Mei 2026 (atau lebih awal jika dihentikan), tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai regulasi OJK di kondisi pasar fluktuatif.

Target buyback mencakup sekitar 576 juta lembar saham (0,97% dari modal ditempatkan dan disetor penuh per Desember 2025, total saham sekitar 59,09 miliar lembar), dengan estimasi harga maksimum sekitar Rp520 per saham (berdasarkan harga pasar saat pengumuman).

Dana berasal dari kas internal, bertujuan menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar. Aksi ini diharapkan meningkatkan EPS secara proforma dari Rp49,10 menjadi Rp49,65.

Lalu, seperti apa profil dari emiten grup Djarum tersebut? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: Berlaku 2026, Ini Rancangan Aturan IPO Saham Di BEI yang Semakin Ketat

Profil Emiten Saham TOWR (PT Sarana Menara Nusantara Tbk)

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (kode saham: TOWR) adalah salah satu perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi terbesar dan independen di Indonesia, bagian dari Grup Djarum. Didirikan pada 2 Juni 2008 di Kudus, Jawa Tengah, perusahaan ini berfokus pada investasi dan pengelolaan aset menara telekomunikasi serta jaringan fiber optik.

TOWR melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2010 dan termasuk dalam indeks utama seperti LQ45, IDX80, Kompas100, serta memiliki rating ESG yang baik (MSCI A, Sustainalytics 24.2). Kantor pusat berada di Jl. Jend. A. Yani No. 19A, Kudus, dengan operasi utama melalui anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT iForte Solusi Infotek.

Hingga September 2025, TOWR mengoperasikan sekitar 36.049 situs menara telekomunikasi dan sekitar 170.500 km jaringan fiber optik, tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan lebih dari 1.884 karyawan.

Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu Kompak Buyback Saham, Sinyal Valuasi Murah?

Lini Usaha

Bisnis utama TOWR adalah penyewaan menara telekomunikasi (tower rental) dan layanan terkait infrastruktur digital untuk operator seluler (seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison).

Segmen utama meliputi:

  • Tower Rental: Penyewaan situs menara untuk antena dan peralatan telekomunikasi nirkabel.
  • Fiber Optic & Layanan Lain: Pengelolaan jaringan fiber optik untuk broadband, FTTH (Fiber to the Home), VPN, VSAT (satelit untuk daerah terpencil), serta layanan pendukung seperti trading peralatan telekomunikasi, konstruksi, instalasi, interconnection, dan hosting.
  • Other Services: Termasuk real estate rental, perdagangan barang, dan layanan komunikasi data/internet.

Pendapatan mayoritas berasal dari kontrak jangka panjang dengan operator membuat bisnis ini stabil dengan recurring revenue tinggi.

Baca Juga: Inilah Saham Kapitalisasi Terbesar di Bursa Efek dengan Free Float Di Bawah 15%

Susunan Direksi dan Komisaris

Berdasarkan data BEI, terkini hingga Januari-Februari 2026, susunan manajemen TOWR mencakup:

Nama Posisi Terafiliasi
Ferdinandus Aming Santoso Direktur Utama Ya
Wakil Direktur Utama Ya
Eko Santoso Hadiprodjo Direktur Ya
Indra Gunawan Direktur Ya
Anita Anwar Direktur Ya
Wakil Presiden Direktur Ya

Baca Juga: Peminat Anggota LQ45 Meningkat, Cek Saham Blue Chip yang Layak Beli & Jual

Nama Posisi Independen
Komisaris Utama Tidak
Kusmayanto Kadiman Komisaris Ya
Ario Wibisono Komisaris Tidak
John Aristianto Prasetio Komisaris Ya
Kenny Harjo Komisaris Utama Tidak

Ada transaksi jual saham oleh komisaris seperti Kenny Harjo (melepas jutaan saham pada 28 Januari 2026) dan Ario Wibisono, kemungkinan terkait MESOP atau penyesuaian portofolio pribadi.

Baca Juga: Emiten Terseret Kasus Saham Gorengan, Cek Profil PIPA, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan Q3 2025

Melansir data BEI, emiten TOWR membukukan kinerja solid di 9 bulan pertama 2025:

  • Pendapatan: Rp9,687 triliun (naik 2,5% YoY dari Rp9,449 triliun di 9M24).
  • EBITDA: Rp8,032 triliun (naik dari periode sebelumnya).
  • Laba Bersih: Rp2,553 triliun (naik sekitar 4,4% YoY dari Rp2,478 triliun di 9M24, dengan kontribusi Q3 saja sekitar Rp905 miliar atau laba bersih kuartalan Rp2,56 triliun kumulatif).
  • EPS: Rp49 (kumulatif 9M25).
  • Aset: Sekitar Rp78 triliun (dari laporan terkait).
  • Pertumbuhan QoQ positif di revenue dan gross profit sekitar 3%, didukung ekspansi tower dan fiber, meski ada tekanan dari biaya depresiasi.

Kinerja ini menunjukkan ketahanan bisnis di tengah kompetisi sektor menara, dengan prospek positif dari pertumbuhan data dan digitalisasi di Indonesia.

Tonton: PGN (PGAS) Resmi Jadi Persero, Saham Naik 1,85%

Selanjutnya: Tiket Westlife Ludes, Folago (IRSX) Raup Pendapatan Puluhan Miliar

Menarik Dibaca: Ginjal Rusak Akibat Asam Urat? Begini Cara Mencegahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru