Rekomendasi

Marak Buyback Saham Blue Chip, Cek yang Layak Beli & Berpotensi Datangkan Cuan!

Rabu, 04 Februari 2026 | 05:40 WIB
Marak Buyback Saham Blue Chip, Cek yang Layak Beli & Berpotensi Datangkan Cuan!

ILUSTRASI. Marak Buyback Saham Blue Chip, Cek yang Layak Beli & Berpotensi Datangkan Cuan!


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi pembelian kembali atau buyback saham marak terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, buyback terjadi pada saham blue chip. Lalu, saham blue chip apa yang berpotensi memberikan cuan kepada investor? 

Berdasarkan catatan Kontan, lebih dari sepuluh emiten yang telah mengumumkan rencana buyback saham sejak akhir Januari 2026. Ada yang menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan ada yang tidak. 

Salah satu saham blue chip yang akan dilakukan buyback adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). BBCA menjadi salah satu emiten dengan anggaran buyback terbesar. Emiten perbankan ini mengalokasikan dana hingga Rp 5 triliun untuk periode 12 bulan setelah RUPST 12 Maret 2026.

Baca Juga: Keputusan Investor Krusial: IHSG Rebound, Tapi Waspada Sinyal Ini

Kemudian ada PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menyiapkan dana buyback hingga Rp 2 triliun. Aksi tersebut sudah berlangsung sejak 22 Januari hingga 15 April 2026.

Induk UNTR, yaitu PT Astra International Tbk (ASII) menganggarkan buyback saham senilai Rp 2 triliun. Periode pelaksanaan buyback ASII tercatat pada 19 Januari hingga 25 Februari 2026.

Head of Research KISI Muhammad Wafi menilai aksi buyback berpotensi menjadi shock absorber bagi pasar. Menurutnya, efektivitas buyback tidak selalu bergantung pada realisasi penuh anggaran.

“Meskipun dananya tidak harus dihabiskan, tetapi dominasi emiten big caps dengan anggaran besar dapat membentuk floor price yang efektif menahan koreksi indeks,” katanya kepada Kontan, Selasa (13/1/2026). 

Dari perspektif investor, Wafi menilai buyback juga menjadi sinyal fundamental yang kuat. Aksi tersebut menunjukkan kekuatan kas emiten sekaligus keyakinan manajemen terhadap valuasi saham.

“Buyback memberi sinyal bahwa emiten memiliki kas yang memadai. Ini juga mencerminkan kepercayaan diri manajemen bahwa valuasi sahamnya masih murah,” ucapnya. 

Tonton: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,07%

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta turut menambahkan aksi buyback layak diapresiasi investor. Menurutnya, langkah ini memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap saham berfundamental solid.

“Ini penting sekali untuk meningkatkan kepercayaan atau conviction bagi para investor yang sudah akumulasi beli saham-saham tersebut,” jelasnya.

Nafan menjelaskan buyback berpotensi mengembalikan harga saham ke level fundamentalnya. Terlebih, sejumlah saham dinilai telah berada di bawah nilai wajar atau dalam kondisi undervalued.

Selain menopang harga, kata Nafan, buyback juga diyakini mampu meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar. Dalam jangka panjang, partisipasi publik dan free float berpotensi meningkat.

Dari beberapa emiten yang menggelar buyback, Nafan merekomendasikan accumulative buy BBNI dan BBCA dengan masing-masing target harga Rp 4.610 dan Rp 8.450. Dia menyarankan dan beli IMPC di target harga Rp 2.240

Sementara itu, saham pilihan Wafi dari emiten yang akan buyback ada pada BBCA dengan target harga di Rp 10.200 per saham, ASII di Rp 7.600, UNTR di Rp 28.500 dan ERAA di Rp 520. 

 

 

 

Bertemu Prabowo, Abraham Samad Minta Novel Baswedan dkk Dikembalikan ke KPK

Selanjutnya: Promo A&W WednesDeal Februari: Beli 1 Gratis 1 Burger, Hemat Rp 35.000 Tiap Rabu

Menarik Dibaca: Promo A&W WednesDeal Februari: Beli 1 Gratis 1 Burger, Hemat Rp 35.000 Tiap Rabu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru