Emiten

Petinggi BCA Turun Gunung, Harga Saham BBCA Mendaki Kala IHSG Terperosok

Senin, 02 Februari 2026 | 22:19 WIB
Petinggi BCA Turun Gunung, Harga Saham BBCA Mendaki Kala IHSG Terperosok

ILUSTRASI. Petinggi BCA Turun Gunung, Harga Saham BBCA Mendaki Kala IHSG Terperosok


Reporter: Lydia Tesaloni  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mampu menanjak naik meskipun pasar saham dalam tekanan. Rupanya, petinggi Bank BCA turun gunung melakukan aksi beli saham BBCA.

Salah satu dewan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setia Atmadja, terpantau menambah jumlah kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Melansir keterbukaan informasi Senin (2/2/2026), Jahja membeli 67.000 unit saham BBCA di harga transaksi Rp 7.450 per saham. Maka, diketahui total dana yang dikeluarkan Jahja sebesar Rp 499,15 juta.

Baca Juga: Danantara Siap Gelontorkan US$ 7 Miliar ke Pasar Modal Lewat Manajer Investasi

Pembelian ini bertujuan investasi. Berdasarkan pengumuman tersebut, diketahui kepemilikan saham Jahja tadinya sebesar 34,93 juta unit. Maka setelah transaksi, jumlah saham yang dimilikinya bertambah menjadi 35 juta unit. Dengan jumlah itu, Jahja memiliki hak suara sebesar 0,03%

Pada akhir perdagangan Senin (2/2/2026) ini, harga saham BBCA berada di level Rp 7.600 per saham. Posisi ini mencerminkan penguatan sebesar 2,70% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Meski begitu, secara tahun berjalan, harga saham BBCA masih mencatatkan koreksi sebesar 5,88%.

Hari ini, BBCA menjadi saham perbankan dengan ketahanan paling solid. Di tengah pelemahan harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,88% menjadi 7.922,73, mayoritas saham perbankan kompak berakhir di zona merah.

Tonton: Fenomena “Brain Rot” di Media Sosial dan Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Selain BBCA, saham big banks lainnya juga berhasil menguat. Yang mana, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 0,22% menjadi Rp 4.500 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,52% jadi Rp 3.830. 

Sementara itu, kondisi pasar saham Indonesia secara umum masih dalam tekanan. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 406,88 poin atau 4,88% pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 ke level 7.922,73. 

Selama perdagangan lima hari terakhir, IHSG terakumulasi melemah 1.050,13 poin atau 11,70%.

 

 

 

 

Fenomena “Brain Rot” di Media Sosial dan Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Selanjutnya: DPR AS Bahas Legislasi untuk Akhiri Shutdown Pemerintah Parsial

Menarik Dibaca: Fiesta Ajak Pasangan Eksplor Agar Hubungan Seks Tak Membosankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru