KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab di zona merah dua hari berturut-turut pasca keputusan MSCI membekukan Indonesia dari perubahan indeks hingga Mei 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai gejolak pasar keuangan hanya sementara. IHSG yang sempat turun ke level 7.000-an diyakini bisa tembus 10.000 di akhir 2026.
Pada akhir perdagangan Kamis (29/1/2026), IHSG ditutup melemah 88,35 poin atau 1,06% ke level 8.232,20. Sehari sebelumnya, pasar saham bahkan sempat mengalami guncangan hebat, dengan IHSG anjlok hingga 8% dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026), IHSG tercatat turun 7,35% ke posisi 8.301, menandai salah satu penurunan terdalam dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: MSCI Bikin IHSG Loyo, Begini Strategi OJK untuk Jaga Pasar Saham
Menkeu Purbaya meyakini gejolak yang terjadi di pasar keuangan domestik saat ini bersifat sementara dan hanya berdampak jangka pendek. Dengan fondasi ekonomi nasional yang dinilai solid, ia optimistis kinerja pasar saham Indonesia akan kembali menguat.
Bahkan, Purbaya optimistis IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026. “Jangan takut. Kan saya Menteri Keuangannya. Saya optimistis ke 10.000 di akhir tahun. Nggak usah takut,” ujar Purbaya kepada awak media di Gedung Kementerian Perekonomian, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, tekanan yang terjadi di pasar keuangan lebih dipicu oleh faktor sentimen, bukan karena melemahnya fundamental ekonomi Indonesia. Ia menegaskan, kondisi perekonomian nasional masih berada dalam jalur yang kuat dan ke depan justru berpotensi bergerak lebih cepat.
“Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita tidak bermasalah. Ke depan akan semakin cepat membaik. Ini mungkin orang sempat shock,” katanya.
Purbaya juga menanggapi kekhawatiran pasar terkait kemungkinan Indonesia dipersepsikan sebagai pasar frontier oleh MSCI. Ia menilai skenario tersebut kecil kemungkinan terjadi dan tidak akan berujung pada penurunan status pasar modal Indonesia.
“Ada possibility pasar kita dianggap frontier, tapi saya tidak melihat kita akan turun ke sana, karena fondasi kita bagus,” tegasnya.
Tonton: Trump Kirim Armada Raksasa ke Timur Tengah, Iran Siapkan Senjata
Ia menjelaskan, sejumlah catatan yang disampaikan MSCI lebih berkaitan dengan aspek teknis di pasar modal, terutama menyangkut transparansi dan kualitas saham-saham tertentu. Menurut Purbaya, perbaikan atas catatan tersebut akan menjadi fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Nanti kekurangan-kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra di OJK,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menilai pelemahan di bursa saham saat ini terutama menimpa saham-saham spekulatif atau saham gorengan. Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip dinilai masih memiliki fundamental yang kuat dan prospek jangka panjang yang baik.
“Kalau yang jatuh itu saham-saham gorengan, saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan. Tapi saham-saham besar masih ada, saham-saham blue chip. Itu kenaikannya juga belum terlalu tinggi,” jelasnya.
Ia pun mengimbau investor agar tidak panik dan lebih selektif dalam menempatkan dana, dengan fokus pada saham-saham berfundamental kuat.
“Kalau Anda takut, lari saja ke saham-saham itu (blue chip),” kata Purbaya.
Purbaya memperkirakan tekanan pasar akibat sentimen MSCI tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, gejolak serupa biasanya mereda dalam beberapa hari.
“Ini jelas shock sementara, karena fundamental kita tidak ada masalah. Biasanya dua hari, dua setengah hari, atau tiga hari sudah habis,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa likuiditas dan dana yang beredar di pasar keuangan akan tetap dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
“Sekarang kita tidak bermasalah lagi. Uang yang diperoleh akan dipakai untuk membangun dan menciptakan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Purbaya.
Selanjutnya: Cermati Saham-Saham yang Banyak Dikoleksi Asing Saat IHSG Tertekan, Kamis (29/1)
Menarik Dibaca: Jadwal Thailand Masters 2026, 12 Wakil Indonesia Tanding untuk Tiket Semifinal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News