Profil BRNA yang Right Issue, Intip Kinerja Terbaru Q2 Emiten Manufaktur Ini

Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Profil BRNA yang Right Issue, Intip Kinerja Terbaru Q2 Emiten Manufaktur Ini

ILUSTRASI. Ilustrasi PT Berlina Tbk (BRNA) (DOK/Berlina)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten BRNA yang right issue Agustus 2026. PT Berlina Tbk (BEI: BRNA) merupakan emiten manufaktur kemasan plastik yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan melayani berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, hingga produk rumah tangga.

Perseroan memiliki fasilitas produksi di beberapa wilayah Indonesia serta pasar ekspor ke berbagai negara.

Melansir laporan BEI, BRNA menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue yang dikombinasikan dengan konversi utang menjadi modal.

Baca Juga: Saham DOOH Punya Pengendali Baru, Cek Profil hingga Kinerja Emiten Terbaru

Langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan sekaligus menurunkan beban liabilitas.

Harga saham BRNA ditutup di level Rp645 per saham, menguat 7,50% atau naik 45 poin dibandingkan sepekan terakhir data Kamis (4/8) pukul 09.30 WIB.

Lalu, seperti apa profil emiten BRNA? Cek informasi mengenai kinerja terbaru yang baru terbit.

Baca Juga: Raup Laba Rp1,2 T Semester I-2026, Intip Profil Emiten dan Data Keuangan Terbaru MAPI

Profil Singkat Perusahaan

Berikut ini profil singkat perusahaan PT Berlina Tbk.

  • Nama perusahaan: PT Berlina Tbk
  • Kode saham: BRNA
  • Sektor: Basic Materials
  • Subsektor: Plastic Packaging
  • Bidang usaha: Produksi kemasan plastik rigid untuk industri FMCG, farmasi, kosmetik, makanan, minuman, pelumas, hingga kebutuhan rumah tangga.

Produk BRNA meliputi botol plastik, tutup botol, jar, tube, kemasan kosmetik, serta berbagai kemasan berbasis injection molding, extrusion blow molding, injection blow molding, dan PET packaging.

Baca Juga: Saham Terbang Pasca Suspensi, Cek Profil Emiten ZATA, Lini Usaha, dan Kinerjanya

Rights Issue BRNA 2026

BRNA berencana menerbitkan maksimal 543,95 juta saham baru melalui PMHMETD III.  Jumlah tersebut setara sekitar 55,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum aksi korporasi.

Perseroan juga akan menerbitkan maksimal 181,32 juta Waran Seri I sebagai insentif bagi pemegang HMETD.

Adapun poin penting rights issue meliputi:

  • Maksimal penerbitan 543.950.000 saham baru.
  • Rasio HMETD 9 : 5.
  • Harga pelaksanaan yang diumumkan sebesar Rp685 per saham dalam prospektus ringkas.
  • Pengendali, PT Dwi Satrya Utama (DSU), akan melaksanakan haknya melalui mekanisme kompensasi utang (debt to equity swap).
  • Nilai utang yang dapat dikonversi mencapai sekitar Rp264,38 miliar.

Selain menggunakan haknya, DSU juga menyatakan kesediaannya menjadi pembeli siaga (standby buyer) atas saham yang tidak diambil pemegang HMETD lainnya sehingga pelaksanaan rights issue tetap berjalan optimal.

Perseroan juga menegaskan bahwa free float setelah rights issue diperkirakan tetap berada di atas ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Saham NTBK Naik 103% Sepekan Pasca Umumkan Right Issue, Intip Profil Emiten Ini

Tujuan Penggunaan Dana

Manajemen menjelaskan bahwa rights issue bukan semata-mata untuk memperoleh dana segar, tetapi juga sebagai bagian dari restrukturisasi neraca perusahaan.

Manfaat yang diharapkan antara lain:

  • menurunkan total liabilitas;
  • meningkatkan ekuitas;
  • memperbaiki rasio utang (debt ratio);
  • memperkuat modal kerja untuk kegiatan operasional.

Melalui mekanisme konversi utang menjadi saham, sebagian kewajiban kepada pemegang saham pengendali berubah menjadi modal sehingga beban keuangan perusahaan dapat berkurang.

Baca Juga: WMUU Right Issue: Risiko Dilusi Mengintai Jika Anda Tak Bertindak

Susunan Manajemen

Berdasarkan keterbukaan informasi dan laporan tahunan terbaru, BRNA dipimpin oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang bertanggung jawab atas operasional serta pengawasan perusahaan.

1. Susunan Direksi

Nama Jabatan Terafiliasi
Pujihasana Wijaya Presiden Direktur Ya
Benedikta Maritza, S.E. Direktur Ya

2. Susunan Dewan Komisaris

Nama Jabatan Komisaris Independen
David I Tjiptobiantoro Presiden Komisaris Tidak
Adrian Koesnendar Komisaris Tidak
Achmad Widjaja Komisaris Independen Ya
Charles Christian Gandha Komisaris Independen Ya

Baca Juga: Pelayaran Nasional (ELPI) Siap Right Issue 2,11 Miliar Saham, Ini Tujuannya

Kinerja Keuangan Q2 2026

Mengutip data BEI, BRNA membukukan pendapatan sebesar Rp600,3 miliar pada semester I 2026, meningkat 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp518,7 miliar.

Laba bruto juga tumbuh 23,0% menjadi Rp119,4 miliar dari Rp97,1 miliar pada semester I 2025. Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu menopang profitabilitas perseroan. EBITDA tercatat turun 4,4% secara tahunan menjadi Rp107,6 miliar dari Rp112,5 miliar.

Alhasil, BRNA membukukan rugi bersih sebesar Rp2,4 miliar pada semester I 2026, berbalik dari laba bersih Rp15,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Secara kuartalan, kinerja juga melemah dengan laba bersih yang berbalik menjadi rugi dari Rp2,2 miliar pada kuartal I 2026 menjadi rugi Rp2,4 miliar pada semester I 2026. Dengan demikian, rugi bersih per saham BRNA tercatat sebesar Rp2,48 per lembar.

Tonton: Daya Beli Tertekan, Mobil Baru Tetap Diburu di GIIAS 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru