KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten ZATA yang menjadi sorotan investor. Emiten PT Bersama Zatta Jaya Tbk (BEI: ZATA) mencatat kenaikan harga yang signifikan usai sempat dikenai penghentian sementara (suspensi) perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melanisr laman BEI, perdagangan saham ZATA diberhentikan sementara sebagai peringatan belum dipatuhinya laporan keuangan oleh perusahaan.
Mulai perdagangan 22 Juli 2026, saham ZATA dibuka kembali dengan kenaikan signifikan dan bangkit dari harga Rp50/saham.
Per akhir sesi 1 perdagangan Rabu (23/7). ZATA melanjutkan lonjakan harga dengan naik 20,90% ke level Rp81/saham dari penutupan Selasa lalu (Rp67/saham).
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.
Baca Juga: Suspensi Saham SHIP Dibuka: Cek Profil Mulai dari Lini Usaha hingga Kinerja Emiten
Profil Singkat ZATA
PT Bersama Zatta Jaya Tbk didirikan pada tahun 2012 di Bandung, Jawa Barat. Perseroan dikenal sebagai pemilik merek fesyen muslim Elzatta dan Dauky, yang telah memiliki jaringan distribusi di berbagai daerah di Indonesia.
Perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 November 2022 dengan kode saham ZATA.
Lini Usaha
Perseroan bergerak di sektor Consumer Cyclicals dengan fokus pada industri fesyen muslim. Kegiatan usaha ZATA meliputi:
- Perdagangan besar tekstil, pakaian, dan alas kaki.
- Produksi pakaian jadi muslim untuk pria, wanita, dan anak-anak.
- Penjualan hijab, gamis, mukena, busana muslim, hingga perlengkapan haji dan umrah melalui merek Elzatta.
- Pengembangan merek Dauky yang menyasar segmen busana muslim kasual.
- Penjualan melalui jaringan toko fisik, mitra usaha, serta berbagai platform e-commerce.
- Aktivitas holding yang mengelola anak perusahaan di bidang ritel fesyen muslim.
Hingga saat ini, jaringan distribusi ZATA mencakup lebih dari 120 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, didukung kanal penjualan digital.
Baca Juga: MAXI Sempat Masuk UMA BEI: Cek Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Susunan Manajemen
Berdasarkan profil perusahaan di Bursa Efek Indonesia, struktur manajemen ZATA terdiri atas direksi dan dewan komisaris sebagai berikut:
1. Susunan Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan | Status Independen |
|---|---|---|
| Abdul Manap Bin Abd Wahab | Komisaris Utama | Tidak Independen |
| Henda Roshenda Noor | Komisaris | Tidak Independen |
| Ir. H. Muhammad Ridlo, M.M. | Komisaris | Independen |
2. Susunan Komite Audit
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Ir. H. Muhammad Ridlo, M.M. | Ketua |
| Mashita Firdausy | Anggota |
| Nur Rizky Ayomi | Anggota |
Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Struktur Pemegang Saham
Berikut ini struktur pemegang saham ZATA 2026.
| Pemegang Saham | Kategori | Jumlah Saham | Kepemilikan |
|---|---|---|---|
| PT Lembur Sadaya Investama | Pemegang Saham >5% | 5.837.675.422 | 68,71% |
| Masyarakat Non Warkat | Publik | 2.208.230.278 | 25,99% |
| Elidawati | Direksi | 390.000.000 | 4,59% |
| Henda Roshenda Noor | Komisaris | 60.000.000 | 0,71% |
| Indrasyah | Direksi | 94.300 | 0,00% |
| Saham Treasury | Treasury Stock | 0 | 0,00% |
| Masyarakat Warkat | Publik | 0 | 0,00% |
Baca Juga: DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Kinerja Keuangan
Merangkum data keterbukaan BEI, ZATA membukukan laba bersih sebesar Rp8,02 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 33,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penjualan yang mencapai Rp74,19 miliar, atau naik 10,2% secara tahunan (year on year/YoY).
Selain itu, posisi kas dan setara kas perseroan melonjak menjadi Rp31,6 miliar per 31 Maret 2026, lebih dari empat kali lipat dibandingkan posisi akhir 2025.
| Indikator | Kuartal I 2026 | Perubahan |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp8,02 miliar | Naik 33,7% YoY |
| Penjualan | Rp74,19 miliar | Naik 10,2% YoY |
| Kas dan Setara Kas (31 Maret 2026) | Rp31,6 miliar | Naik lebih dari 4 kali lipat dibanding akhir 2025 |
| Laba Bersih per Saham (EPS) | Rp0,94 | Naik dari Rp0,71 pada kuartal I 2025 |
| Total Aset | Rp590,19 miliar | Naik dari Rp580,58 miliar pada akhir 2025 |
Demikian informasi mengenai emiten ZATA yang perlu menjadi perhatian baru investor.
Tonton: KPK Tahan 3 Tersangka Baru! Skandal Dana Hibah Pokmas Jatim Terus Meluas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News